Uni Eropa-ASEAN Kejar Capaian Lebih Tinggi

Bagi Uni Eropa dan ASEAN, penting semakin mendekatkan diri untuk menyeimbangkan keadaan geopolitik dari persaingan AS dan China.

21 Jan 2025 15:41 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

Uni Eropa terus membuktikan diri sebagai mitra yang tepercaya bagi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN. Setelah berbagai sasaran berhasil dicapai pada 2024, selama 2025 dua organisasi kawasan ini akan terus memperkuat kerja sama sebagai upaya menyeimbangkan persaingan geopolitik antara Amerika Serikat dan China.

Hal itu mengemuka dalam pemaparan Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk ASEAN Sujiro Seam, Kamis (16/1/2025) di Jakarta. Relasi UE-ASEAN saat ini masih di level mitra strategis. Keduanya berusaha meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis dan komprehensif agar berbagai proyek dan program bisa dilakukan secara mendalam.

Pada 2024, ada tiga hal yang dianggap sebagai capaian di dalam hubungan UE-ASEAN. ”Ini menunjukkan hubungan UE dengan ASEAN tidak sekadar hubungan, tetapi benar-benar kemitraan aktif dan selalu menepati janji,” kata Seam.

Hal ini diawali dengan pertemuan tingkat menteri UE-ASEAN di Brussels, Belgia, pada Februari 2024. Rapat itu dihadiri oleh menteri luar negeri dari 10 negara anggota ASEAN dan 27 negara anggota UE. Bukan hal kecil untuk dilakukan. Pada akhir rapat, mereka mengukir capaian dengan mengeluarkan pernyataan bersama.

Salah satu poin penting di dalam pernyataan itu adalah pengakuan bahwa Pandangan Indo-Pasifik ASEAN (AOIP) dan Strategi Kerja Sama UE di Indo-Pasifik (EUSCIP) sejalan. Indo-Pasifik harus dikelola berdasarkan hukum internasional dan dijaga sebagai kawasan yang aman, damai, terbuka, inklusif, dan transparan.

Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN Sujiro Seam dalam acara peluncuran Buku Biru UE-ASEAN 2024-2025 di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN 2024 di Vientiane, Laos, adalah yang terakhir dihadiri oleh Perwakilan Tinggi UE untuk Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Joseph Borrell sebelum purnatugas. Di dalam pidatonya, Borrell menekankan UE dan ASEAN sebagai contoh dari multilateralisme dan hukum internasional yang harus terus dipertahankan.

Kepercayaan ASEAN terhadap UE juga ditunjukkan dengan mengundang Presiden Dewan Eropa Charles Michel mengikuti KTT ASEAN Vientiane. Bahkan, UE juga menjadi ketua bersama (co-chair) pelaksanaan KTT Asia Timur (EAS). EAS adalah salah satu acara rangkaian KTT ASEAN yang mempertemukan semua negara di Asia Pasifik dan mitra wicara dari AS, Eropa, dan Australia.

Pemenuhan janji

UE dan ASEAN memiliki komite kerja sama yang terbentuk pada Mei 2024. Komite ini menetapkan 161 proyek untuk periode pelaksanaan sampai dengan 2027. ”Dari itu semua, sebanyak 43 persen proyek sudah terlaksana,” kata Seam.

Dalam kerja sama UE dan ASEAN itu ada skema Gerbang Dunia, yaitu UE mengucurkan dana 10 miliar euro untuk pembangunan infrastruktur di negara-negara anggota ASEAN. Per Mei 2024, sudah 4,2 miliar euro dana yang dicairkan ke dalam 14 proyek.

Beberapa ialah proyek pengadaan air bersih dan layanan kesehatan di Kamboja, pembangunan ibu kota cerdas Nusantara di Indonesia, pembangunan rel kereta di Surabaya, pembangunan pelabuhan di Malaysia, dan proyek jaringan internet Copernicus di Filipina.

Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN Sujiro Seam (tengah) bersama sejumlah peserta lari dan jalan santai Pekan Diplomasi Hijau 2024 memperlihatkan medali yang diraihnya usai kegiatan di bilangan Stadion GBK Senayan, Jakarta, Minggu (27/10/2024)

Membangun hubungan

Seam menjabarkan, salah satu fokus pada 2025 adalah mempererat hubungan UE-ASEAN. Akan ada KTT khusus UE-ASEAN. Sesuai dengan pembahasan kedua pihak, semestinya ada KTT gabungan kedua organisasi setiap lima tahun. Selain itu, dalam periode lima tahun itu juga harus ada KTT khusus yang diadakan per dua tahun.

Hal ini karena sebagai organisasi kawasan yang beranggotakan secara total 37 negara, bahkan 38 negara apabila Timor Leste resmi bergabung dengan ASEAN, harus ada pertemuan rutin agar dialog antarpihak bisa berlangsung lancar. Pada KTT khusus, pertemuan hanya sebatas para pemimpin di Dewan dan Komisi UE bersama para pemimpin ASEAN.

Tahun ini, lanjut Seam, UE ingin meningkatkan dialog mengenai mitigasi krisis iklim dan pelestarian lingkungan ke tataran menteri. Selama ini, topik iklim dan lingkungan dibahas di level pejabat senior. Terdapat pula konsultasi antara menteri-menteri perekonomian ASEAN dengan komite perdagangan UE.

”Kami di UE sangat mengedepankan perjanjian hijau, yaitu setiap kerja sama harus melingkupi keberlanjutan, pelestarian, dan kemampuan bersaing di dalam perwujudan kesejahteraan,” kata Seam.

Duta Besar Uni Eropa untuk ASEAN Sujiro Seam (tengah belakanh) berfoto dengan para awak media usai memberi taklimat media di Jakarta, Kamis (16/1/2025).

Bagi UE, diplomasi sangat penting. Mereka juga mementingkan kelanjutan demokrasi sehingga aspek itu patut menjadi perhatian. Pada 2025, kegiatan dialog UE-ASEAN dikelola oleh Brunei Darussalam. Seam menuturkan, agenda kerja sama dan penerapan antara UE dan ASEAN tidak akan terpengaruh oleh perkembangan geopolitik, termasuk dengan pemerintahan baru Donald Trump di AS.

Di sisi perjanjian perdagangan bebas (FTA), UE melakukannya secara bilateral dengan setiap negara anggota ASEAN. Vietnam dan Singapura telah memiliki FTA dengan UE. Di Indonesia, Thailand, dan Filipina masih di dalam proses negosiasi. Adapun Kamboja, Laos, dan Myanmar masih menerima aksi afirmatif bebas bea dari UE karena berstatus negara-negara belum berkembang.


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W