SERI PIALA DUNIA PANJAT TEBING

Perak Piala Dunia, Langkah Berarti Pemanjat Antasyafi Robby Al Hilmi

Antasyafi Robby Al Hilmi naik podium seri Piala Dunia Panjat Tebing untuk pertama kalinya. ”Penebusan” Robby berbuah satu-satunya medali bagi Indonesia.

01 Jun 2026 07:56 WIB · Olahraga

WORLD CLIMBING/LENA DRAPELLA

Oleh Rebiyyah Salasah

MADRID, SENIN — Setelah tak lolos putaran final di seri Piala Dunia Panjat Tebing 2026 Wujiang, China, Antasyafi Robby Al Hilmi melakukan penebusan di seri Madrid, Spanyol. Tidak cukup melaju ke putaran final, Robby juga untuk pertama kali melangkah hingga babak puncak dan membawa pulang medali. Pencapaian ini menandai langkah lebih baik bagi Robby di level dunia.

Robby tak bisa menyembunyikan kekecewaannya ketika finis dalam waktu 4,81 detik pada babak puncak seri Madrid, Senin (1/6/2026) dini hari WIB. Selain karena tidak menyamai atau bahkan mendekati rekor pribadi yang ditorehkan pada babak semifinal, 4,72 detik, Robby juga kalah cepat dari rivalnya, Chu Shouhong, yang finis dalam waktu 4,75 detik. Alhasil, Robby harus puas pulang dengan perak.

Kendati bukan prestasi tertinggi, perak yang dipersembahkan Robby sangat bermakna. Robby menyelamatkan wajah tim Indonesia dari potensi pulang dengan tangan hampa. Perak dari pemanjat 18 tahun ini menjadi satu-satunya medali yang bisa diraih total tujuh pemanjat ”Merah Putih” yang berangkat ke Madrid.

Tak hanya itu, perak Piala Dunia juga menjadi penegasan kesiapan Robby di level dunia. Melaju hingga ke babak puncak saja adalah pencapaian besar bagi pemanjat yang baru debut di seri Piala Dunia Bali 2025 ini. Dalam waktu setahun sejak debut, dia sudah bisa naik podium.

”Target utama aku memang Piala Dunia karena aku ingin mengejar peringkat dunia,” kata Robby sebelum memulai seri Piala Dunia tahun ini.

Alcobendas, Madrid (ESP), 31 May 2026: Speed finals during the World Climbing Series Comunidad de Madrid 2026. This photo is for editorial use only. For any additional use please contact communications@worldclimbing.com. 

�? Lena Drapella/World Climbing

Robby sebelumnya telah menaklukkan Asia Tenggara dengan menjuarai SEA Games Thailand 2025 dan mencicipi podium di Asia lewat perak Asian Beach Games 2025.

Adapun Piala Dunia Panjat Tebing merupakan serangkaian kompetisi panjat tebing yang diadakan IFSC/World Climbing (Federasi Panjat Tebing Internasional) sepanjang tahun di berbagai lokasi di seluruh dunia.

Jumlah seri ajang itu bervariasi dari tahun ke tahun dan pemenang untuk setiap disiplin ditentukan oleh poin yang terkumpul sepanjang tahun. Di akhir musim, atlet dengan peringkat tertinggi di setiap disiplin akan dianggap sebagai pemenang keseluruhan seri Piala Dunia dan akan dianugerahi trofi.

Pencapaian atlet di seri Piala Dunia akan berpengaruh pada peringkat mereka. Adapun peringkat akan menentukan kuota tiap negara untuk berpartisipasi di ajang tersebut pada musim selanjutnya.

Bagi Robby, prestasi dari Madrid juga bagai penebusan atas kegagalan pada seri pembuka disiplin speed di Wujiang, China, tiga pekan lalu. Di Wujiang, Robby terhenti di kualifikasi yang ”brutal” meski bisa memanjat dalam waktu 4,97 detik.

Masalahnya, 18 pemanjat lain mampu mencatatkan waktu lebih baik dari Robby. Adapun putaran final hanya milik 16 pemanjat terbaik.

Alcobendas, Madrid (ESP), 31 May 2026: Podiums of the Speed finals during the World Climbing Series Comunidad de Madrid 2026. This photo is for editorial use only. For any additional use please contact communications@worldclimbing.com. 

�? Lena Drapella/World Climbing

Catatan waktu Robby saat kualifikasi di Madrid sebenarnya tidak lebih baik dari Wujiang. Akan tetapi, persaingan babak kualifikasi tidak seketat di Wujiang. Maka, dengan 5,04 detik, Robby masih bisa melaju ke putaran final.

Pemanjat tersisa

Tak menyia-nyiakan kesempatan, Robby menuntaskan babak demi babak hingga mencapai perlombaan final. Sejak semifinal, hanya Robby satu-satunya pemanjat Indonesia tersisa. Aditya Tri Syahria sudah tersingkir pada babak kualifikasi, Veddriq Leonardo pada perdelapan final, sedangkan Raharjati Nursamsa pada perempat final.

Pada semifinal, Robby bahkan mencatatkan rekor pribadi 4,72 detik untuk mengalahkan wakil Amerika Serikat, Zach Hammer. Catatan waktu itu menajamkan rekor pribadi Robby sebelumnya, 4,81 detik. Optimisme raihan emas pertama kali bagi Robby dan tim Indonesia di seri Piala Dunia tahun ini pun muncul.

Alcobendas, Madrid (ESP), 31 May 2026: Speed finals during the World Climbing Series Comunidad de Madrid 2026. This photo is for editorial use only. For any additional use please contact communications@worldclimbing.com. 

�? Lena Drapella/World Climbing

Apalagi, di atas kertas Robby unggul atas Chu Shouhong. Rekor pribadi 4,72 detik milik Robby lebih cepat dari rekor Chu dengan 4,79 detik. Namun, perlombaan sering kali berbeda dari angka-angka di atas kertas. Pengalaman juga menjadi pembeda kedua pemanjat ini.

Meskipun sama-sama pemanjat muda, Chu yang baru berusia 19 tahun setahun lebih cepat menjalani debut di seri Piala Dunia ketimbang Robby. Pada debutnya di seri Wujiang 2024, Chu bahkan gagal menembus putaran final yang diawali babak 16 besar.

Akan tetapi, setahun berselang, di tempat yang sama, Chu tidak hanya melaju ke putaran final, tetapi juga bisa menembus perempat final. Chu lalu meraih podium pertamanya yang langsung tertinggi dengan meraih emas di seri Guiyang 2025, China.

Pada sektor putri, pencapain terbaik atlet Indonesia adalah babak perempat final lewat Rajiah Sallsabillah. Rajiah kalah dari Emma Hunt (Amerika Serikat) yang akhirnya menjadi juara dengan selisih waktu hingga 0,31 detik dari lawannya, Polina Khalkeych (Ukraina). Emma juara dengan finis dalam waktu 6,08 detik, rekor baru di Pan Amerika.

Wakil Indonesia lain, Berthdigna Devi Surya Kusuma, juga terhenti setelah kalah cepat dari Hunt pada 16 besar. Desak tersingkir pada babak yang sama setelah terpeleset, sempat melanjutkan perlombaan, tetapi kemudian terjatuh sehingga dianggap fall.

Alcobendas, Madrid (ESP), 31 May 2026: Women's Speed practice during the World Climbing Series Comunidad de Madrid 2026. This photo is for editorial use only. For any additional use please contact communications@worldclimbing.com. 

�? Lena Drapella/World Climbing

Tim Indonesia yang terdiri dari empat pemanjat putra dan tujuh pemanjat putri datang ke Madrid dengan target meraih hasil lebih baik dari seri Wujiang. Pada seri pembuka itu, tim Indonesia hanya meraih medali perunggu dari Desak Made Rita.

Seri Piala Dunia merupakan kejuaraan krusial, bukan hanya untuk persiapan multicabang olahraga bergengsi tahun ini, Asian Games. Seri Piala Dunia tahun ini juga akan berpengaruh pada peringkat dan kuota partisipasi di seri tahun depan. Adapun seri tahun depan akan menjadi bagian dari persiapan untuk kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.

Namun, Indonesia masih belum berhasil meraih prestasi tertinggi dari dua seri yang dijalani. Pada seri 2025, Indonesia mengoleksi tiga medali emas, dua perak, dan tiga perunggu. Kiromal Katibin bahkan jadi pemanjat putra nomor satu di seri 2025, unggul atas peraih perunggu Olimpiade Paris 2024, Samuel Watson (Amerika Serikat).


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto