Berdasarkan data jadwal penerbangan internasional di Bandara Internasional Juanda Surabaya, ada tiga penerbangan umrah yang sejauh ini terjadwal normal.
02 Mar 2026 15:13 WIB · Internasional
KOMPAS
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/12/b3f217884b1164002eb2df8207c2fed1-IMG_0482.jpeg)
SIDOARJO, KOMPAS — Calon jemaah umrah asal Jawa Timur diminta waspada dan secara aktif mengikuti perkembangan informasi terkait situasi terkini di kawasan Timur Tengah. Hal itu mengingat Jawa Timur merupakan salah satu pengirim jemaah umrah terbesar di Indonesia.
Meski terjadi eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran, penerbangan umrah dari Surabaya sejauh ini masih terjadwal normal. Berdasarkan data jadwal penerbangan internasional di Bandara Internasional Juanda Surabaya, pada Senin (2/3/2026), terdapat tiga penerbangan umrah. Satu di antaranya merupakan penerbangan keberangkatan dan dua penerbangan kedatangan. Semua jadwal penerbangan umrah itu difasilitasi oleh maskapai Lion Air.
Keberangkatan jemaah umrah dari Bandara Juanda dijadwalkan pada pukul 13.50 WIB menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 106 SUB-JED. Adapun kedatangan jemaah umrah dari Arab Saudi dijadwalkan pada pukul 12.00 WIB menggunakan pesawat Lion Air JT 105 JED-SUB dan pukul 14.00 WIB dengan pesawat bernomor penerbangan JT 107 JED-SUB.
”Kami memastikan bahwa operasionalisasi penerbangan internasional, khususnya penerbangan umrah dari Bandara Internasional Juanda, tetap berada dalam status normal operation,” ujar General Manager Bandara Internasional Juanda Surabaya Muhammad Tohir.
Tohir mengatakan, penutupan ruang udara di beberapa kawasan di Timur Tengah saat ini belum berdampak terhadap operasi penerbangan dari dan menuju Surabaya. Koordinasi dan pantauan secara berkelanjutan terus dilakukan otoritas bandara, Airnav, dan maskapai udara terkait.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/03/15/b8e600dc-6af7-407a-b400-71c20e0d3643.jpg)
Meski demikian, pihaknya menegaskan bahwa aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan merupakan prioritas utama. Oleh karena itu, meski belum ada dampak secara langsung, pihaknya terus melakukan koordinasi secara intensif dengan berbagai instansi terkait, seperti Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Otoritas Bandara (Otband) Wilayah III Surabaya, serta maskapai penerbangan.
”Hal itu guna memastikan seluruh operasi penerbangan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan standar keselamatan penerbangan internasional yang berlaku,” ucap Tohir.
Ia mengimbau kepada calon penumpang, terutama penerbangan internasional, untuk tetap memantau perkembangan informasi jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing ataupun pusat layanan kontak 172 serta kanal informasi resmi lainnya di Bandara Internasional Juanda.
Sementara itu, berdasarkan informasi resmi dari Kementerian Haji dan Umrah, eskalasi keamanan di kawasan Timur Tengah berdampak pada sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi. Beberapa maskapai dilaporkan melakukan perubahan rute ataupun penundaan jadwal penerbangan sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika situasi regional.
Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap jadwal keberangkatan dan kepulangan jemaah umrah Indonesia, baik yang saat ini berada di Arab Saudi maupun yang masih berada di Tanah Air dan tengah menunggu jadwal keberangkatan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/03/14/49610014-a878-45a5-aea0-15dca08a0983.jpg)
Berdasarkan laporan melalui Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) per Sabtu (28/2/2026) tercatat sekitar 58.873 anggota jemaah umrah Indonesia saat ini masih berada di Arab Saudi. Pemerintah memastikan seluruh jemaah dalam kondisi terpantau melalui koordinasi intensif dengan perwakilan dan otoritas setempat.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI Puji Raharjo mengatakan bahwa pemerintah terus memonitor perkembangan situasi secara cermat.
”Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan ibadah umrah masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ucap Puji Raharjo di Jakarta, Sabtu (28/2/2026).
Bandara Internasional Juanda mencatat pertumbuhan positif pada trafik penerbangan umrah sepanjang tahun 2025. Jumlah penumpang penerbangan umrah meningkat 21 persen, dari 330.000 penumpang pada tahun 2024 menjadi 398.000 penumpang pada 2025.
Sejalan dengan peningkatan jumlah penumpang, total penerbangan umrah juga mengalami pertumbuhan sebesar 14 persen dari 911 penerbangan (flight) pada 2024 menjadi 1.038 flight pada 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/01/04/41c6c97c-b1cf-49c4-9104-32eba830830d.jpg)
Penerbangan umrah masih didominasi rute Jeddah dengan total 879 flight yang melayani sekitar 336.000 penumpang. Sementara itu, untuk rute Madinah tercatat 159 flight dengan jumlah penumpang mencapai 62.000 penumpang.
”Selama tahun 2025 tercatat ada dua maskapai yang melayani penerbangan umrah dari Juanda, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air,” ucap Tohir.
Tren pertumbuhan positif diprediksi berlanjut pada tahun 2026. Berdasarkan data pengelola Bandara Juanda, realisasi penerbangan umrah selama periode Januari 2026 tercatat 83 flight dengan total 32.000 penumpang.
Tingginya frekuensi penerbangan umrah dari Bandara Internasional Juanda mendorong pengelola secara konsisten memberikan perhatian khusus. Salah satunya, semua penerbangan umrah dilayani melalui Terminal 2 dengan jalur khusus, baik pada area transit keberangkatan maupun kedatangan.
”Untuk jalur keberangkatannya pun terpisah dari penerbangan internasional lainnya sehingga jemaah dapat merasakan proses perjalanan yang lebih nyaman dan teratur,” ujar Tohir.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/01/04/dde053fc-d07f-4f85-a9fd-e1548317189b.jpg)
Pihaknya menyebutkan, Bandara Internasional Juanda terus memastikan layanan penerbangan umrah berjalan prima melalui kesiapan fasilitas, personel operasional, serta koordinasi yang intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.
Pengelola Bandara Juanda sangat terbuka dan mendukung apabila terdapat maskapai yang ingin menambah frekuensi penerbangan umrah ataupun membuka rute penerbangan umrah baru, baik menuju Jeddah maupun Madinah. Hal ini sejalan dengan komitmen Tohir dalam mendukung kebutuhan masyarakat serta pertumbuhan layanan penerbangan umrah dari Jawa Timur.
Dengan tren pertumbuhan yang terus meningkat, Bandara Internasional Juanda semakin memperkuat perannya sebagai salah satu gerbang utama keberangkatan jemaah umrah di Indonesia dengan layanan yang aman, nyaman, dan andal.
Penulis:
Runik Sri AstutiEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Priskilia Bintang Cornelia Sitompul