Kembalinya Rodri membuat persaingan di lini tengah tim nasional semakin ketat. Dua bulan lebih jelang Piala Dunia, tidak ada jaminan bagi gelandang ”La Furia Roja”.
29 Mar 2026 07:22 WIB · Olahraga
AP
Pada 2011 silam, Inggris pernah melahirkan salah seorang gelandang paling berbakat dalam sejarah negara mereka, yaitu Jack Wilshere. Pelatih ternama asal Spanyol, Pep Guardiola, memuji bakat besar itu. Akan tetapi, menurut dia, profil gelandang hebat seperti itu sangat menjamur di negaranya.
Sekitar 15 tahun berselang, opini jujur itu kembali relevan. Spanyol untuk kesekian kali membuktikan, mereka adalah rahim terbaik bagi para gelandang kelas dunia. Dua bulan jelang Piala Dunia 2026, begitu banyak opsi bagi Pelatih Luis de la Fuente di lini tengah tim nasional mereka.
Rodri, gelandang peraih Ballon d’Or 2024, baru saja kembali ke timnas dalam kondisi terbaik setelah masalah cedera selama satu setengah tahun terakhir. Dia langsung memimpin ”La Furia Roja” menang 3-0 atas Serbia dalam laga uji coba di Stadion La Ceramica, Villarreal, Spanyol, Sabtu (28/3/2026).
Rodri, bintang Manchester City, merebut kembali posisi pemain inti yang sebelumnya diambil alih oleh gelandang Arsenal, Martin Zubimendi. ”Dia berada di level yang membuatnya jadi pemain terbaik di dunia. Dia adalah kompas tim. Kami beruntung bisa memilikinya,” kata De La Fuente.
Zubimendi hanya bermain sebagai pengganti Rodri di laga itu. Sang pelatih belum bisa mengakomodasi kedua pemain tersebut karena kesamaan posisi. Posisi asli mereka sama-sama gelandang jangkar walaupun Zubimendi mulai sering diberi kebebasan untuk maju membantu serangan di level klub.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/29/01e8cea2c5f558f6d577d10b34c8c2fe-Spain_Serbia_Soccer_3_.jpg)
Bayangkan saja, Spanyol punya sepasang gelandang jangkar yang tak tergantikan dalam dua tim terbaik di Liga Inggris saat ini. Siapa pun yang tampil, Rodri atau Zubimendi, tidak terasa berbeda karena mereka berada di level tertinggi. ”Kami memiliki dua (gelandang) terbaik,” ujar sang pelatih.
Persaingan di lini tengah Spanyol semakin meriah jelang Piala Dunia. Selain posisi pivot, nama untuk dua gelandang lain dalam formasi 4-3-3 juga belum pasti. Terakhir, versus Serbia, gelandang serang Barcelona, Fermin Lopez, mendapatkan kesempatan tampil sebagai pemain mula untuk pertama kali di timnas.
Pemain berusia 22 tahun itu diberi kepercayaan setelah tampil impresif di level klub pada musim ini. Dia menjadi mesin serangan Barca dengan kontribusi 12 gol dan 16 asis di seluruh kompetisi sejak awal musim. Lopez perlahan mengambil peran Dani Olmo, seniornya di klub dan timnas.
Olmo memang berperan krusial dalam kejayaan Spanyol di Piala Eropa 2024. Namun, dengan tren performa di level klub, dia berpotensi kehilangan tempat utama di Piala Dunia nanti. Lopez terlihat lebih potensial untuk masuk ke sebelas pertama timnas. Sinyal itulah yang mulai terlihat di jeda internasional kali ini.
Adapun Lopez hanya diberi kesempatan tampil 24 menit di Piala Eropa, itu pun masuk sebagai pemain pengganti di laga versus Albania. ”Sejujurnya, saya sudah bisa membayangkan diri saya berada di sana (Piala Dunia). Saya senang bisa berada di sini (bersama timnas),” kata Lopez kepada Catalunya Radio.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/03/29/5ea94b2169c3a0f78529b94786b7dc46-Spain_Serbia_Soccer_4_.jpg)
Persaingan tiga posisi gelandang La Furia Roja berpotensi semakin sengit dengan ide baru di kepala De La Fuente. Sang pelatih melihat, Rodri dan Zubimendi memang bermain di posisi yang sama. Akan tetapi, mereka memiliki karakteristik bermain yang berbeda.
”Faktanya, Martin lebih sering masuk ke kotak penalti sekarang dan mencetak gol, selain dia juga punya kualitas untuk menjaga keseimbangan dan punya pemahaman taktik yang luar biasa. Mereka bisa bermain bersama, tetapi kami juga punya banyak pemain lain yang juga luar biasa,” kata De La Fuente.
Jika Rodri dan Zubimendi bermain bersama, De La Fuente harus menepikan salah seorang gelandang favoritnya, yaitu Pedri. Tugas Pedri lebih seimbang ketika bersama timnas, yaitu sering membantu gelandang jangkar di lini tengah. Jadi, tidak seperti Lopez yang diberi kebebasan bermain lebih ofensif.
Dilema De La Fuente akan mencapai klimaks di Piala Dunia. Dua gelandang veteran yang sedang absen karena cedera, yaitu Fabian Ruiz dan Mikel Merino, berpotensi besar kembali ke tim. Seperti diketahui, Ruiz dan Merino selalu menjadi andalan sang pelatih selama dua tahun terakhir.
Dari sekian banyak gelandang kelas dunia, hanya tiga pemain yang akan mendapatkan tempat di tim utama. Sepertinya, tidak ada negara lain yang memiliki kemewahan skuad seperti mereka. Itu pun akan menjadi dilema termanis yang dimiliki oleh De La Fuente.
Lini tengah sering kali disebut sebagai jantung permainan. Dominasi sebuah tim ditentukan dari pertarungan di lini tersebut, oleh para gelandang. Dengan kualitas istimewa di posisi itu, sangat wajar jika La Furia Roja diunggulkan untuk membawa pulang trofi Piala Dunia 2026 dari Amerika.
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti