Amerika Serikat dan Israel kembali menggarap proposal gencatan senjata baru untuk Gaza. Proposal ini berisi 21 poin.
29 Sep 2025 14:56 WIB · Internasional
KAIRO, SENIN — Korban tewas akibat perang Hamas-Israel di Jalur Gaza terus bertambah. Meski demikian, tekanan internasional belum membuat Israel bergegas mengakhiri perang. Israel dan Amerika Serikat masih membahas proposal gencatan senjata baru.
Kementerian Kesehatan Gaza, Minggu (28/9/2025), mencatat, jumlah warga Palestina yang terbunuh menembus angka 66.005 jiwa. Sebanyak 168.162 warga lainnya terluka sejak perang berlangsung pada 2023. Saat ini pun, Israel masih melancarkan serangan besar di Kota Gaza.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan bertemu Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Washington DC, Senin (29/9/2025) waktu setempat. Menjelang pertemuan itu, Netanyahu mengatakan, Israel sedang menggarap rencana gencatan senjata baru dengan AS. Detail proposal masih dibahas.
”Kami sedang mengerjakannya. Proposal ini belum final, tetapi kami sedang bekerja sama dengan tim Presiden Trump sekarang. Saya harap kami bisa mewujudkannya,” ujar Netanyahu kepada acara The Sunday Briefing di Fox News Sunday.
Menurut CNN, pemerintahan Trump telah mengusulkan proposal perdamaian Gaza yang terdiri atas 21 poin. Salah satu poin tersebut adalah seruan pembebasan semua sandera Hamas dalam waktu 48 jam setelah tercapainya kesepakatan.
Poin lainnya ialah penarikan tentara Israel dari Gaza dan penetapan peta jalan bagi Gaza setelah perang berakhir. Hamas juga dinyatakan tidak akan terlibat dalam pemerintahan Gaza di masa depan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/29/782a911f-29d0-4b32-9e0b-f178d8b93653_jpg.jpg)
Netanyahu juga mengulangi tawaran akan memberi Hamas amnesti sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang. ”Detailnya perlu dibahas. Namun, dalam pernyataan sebelumnya, saya mengatakan bahwa jika para pemimpin Hamas, misalnya, mengakhiri perang, membebaskan semua sandera. Kami akan membebaskan mereka,” katanya.
Trump membahas proposal tersebut dengan para pemimpin Arab di New York pada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, pekan lalu. Pada Minggu, Trump menyatakan optimisme tentang situasi di Gaza.
”Kami punya peluang nyata untuk meraih kejayaan di Timur Tengah. Semua pihak siap untuk sesuatu yang istimewa, untuk pertama kalinya. Kami akan mewujudkannya,” ujar Trump dalam unggahan Truth Social.
Trump turut memuji pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Mesir, dan Jordania atas bantuan selama perancangan proposal. ”Semua orang terlibat. Semua orang menginginkannya, dan Hamas menginginkannya, dan salah satu alasannya adalah karena semua orang sudah lelah dengan perang,” ucapnya.
Selama ini, Trump mendukung segala langkah Israel di Gaza. Namun, ia menunjukkan tanda ketidaksabaran belakangan ini, apalagi setelah Israel menyerang Hamas yang sedang mempelajari proposal gencatan senjata di Doha, Qatar, awal bulan ini.
Proposal gencatan senjata baru itu muncul setelah negosiasi Hamas-Israel terhenti setelah serangan Israel di Qatar. Seorang pejabat Hamas mengatakan, Hamas telah mendapat pengarahan tentang proposal tersebut.
Namun, kelompok itu belum menerima tawaran resmi dari Mesir dan Qatar sebagai mediator. ”Kami siap mempelajari setiap proposal secara positif dan bertanggung jawab,” kata Hamas.
Sebelumnya, Hamas menyatakan bersedia untuk membebaskan semua sandera Israel. Sebagai imbalannya, Israel menghentikan perang dan menarik seluruh pasukannya dari Jalur Gaza.
Saat ini, Israel terus melancarkan serangan di Gaza. Warga melaporkan suara ledakan semalaman di seluruh kota. ”Ledakan terus-menerus,” ujar Sayed Baker, seorang warga Palestina yang berlindung di dekat Rumah Sakit Shifa.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/28/aeb211d0-9e90-4879-8e41-6239c874b070_jpg.jpg)
Hamas tengah mendesak agar Israel menghentikan serangan udara untuk sementara dari sebagian Gaza, Minggu. Sebab, dua sandera Israel dilaporkan hilang kontak di dua wilayah selatan Kota Gaza.
”Nyawa kedua tahanan berada dalam bahaya nyata, dan pasukan Israel harus segera mundur ke selatan Jalan 8 dan menghentikan operasi udara selama 24 jam mulai pukul 18.00 hari ini. Ini untuk memungkinkan upaya penyelamatan para tahanan,” bunyi pernyataan Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap militer Hamas.
Militer Israel tidak segera berkomentar mengenai serangan di Kota Gaza. Namun, militer Israel menyatakan telah menyerang 140 target militer Hamas dalam 24 jam terakhir.
Serangan Israel telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza. Sekitar 90 persen warga Palestina mengungsi. Sementara itu, pembatasan bantuan kemanusiaan oleh Israel telah membuat jutaan warga Palestina mengalami kelaparan parah.
Tekanan internasional terhadap Tel Aviv terus menguat. Sekutu-sekutu penting Barat, termasuk Perancis, sudah mengakui negara Palestina dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, pekan lalu. Saat Netanyahu menyampaikan pidato di PBB, banyak diplomat dari sejumlah negara meninggalkan ruangan.
Uni Eropa sedang mempertimbangkan sanksi terhadap Israel. Ada pula gerakan di Eropa untuk memboikot Israel.
Relasi Israel dengan negara-negara tetangga sedang buruk. Qatar kesal terhadap serangan September lalu.
Begitu pula dengan Mesir. Hubungan Mesir-Israel mendingin belakangan setelah Israel menyerang petinggi Hamas di Qatar. Kairo juga resah karena warga Palestina yang ketakutan akan mengungsi ke Mesir. Padahal, Mesir merupakan negara pertama yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/09/29/fbd21ec1-9036-4159-a0d8-6e0ec1f0e12b_jpg.jpg)
Sementara itu, Israel juga menyatakan keprihatinan karena Mesir meningkatkan kekuatan militer di Semenanjung Sinai. Menurut Tel Aviv, langkah itu merupakan sebuah pelanggaran terhadap perjanjian damai tahun 1979 di antara kedua negara.
Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee akan pergi ke dalam sebuah lawatan langka ke Kairo, Mesir. Dia tampaknya akan membahas proposal gencatan senjata dan menyinggung hubungan Mesir yang renggang dengan Israel. Waktu kunjungan belum diketahui.
”Kunjungan ini mencerminkan komitmen berkelanjutan Amerika Serikat untuk menjaga dialog yang terbuka dan konstruktif dengan mitra regional guna memajukan tujuan bersama di kawasan,” ujar juru bicara Kedutaan AS di Israel, menurut Al-Arabiya. (AP/REUTERS)
Penulis:
Elsa Emiria LebaEditor:
Nur HidayatiPenyelaras Bahasa:
Nur Adji