Perkembangan ”drone” sebagai alat perang di perang Rusia dan Ukraina.
06 Nov 2025 11:25 WIB · Internasional
AP/Evgeniy Maloletka
Ada pemandangan berbeda di kota-kota yang terletak di garis pertahanan depan Ukraina. Hampir semua jalan utama dan perumahan penduduk dipasangi jaring, seperti yang terlihat di Kherson, Ukraina, Senin (3/11/2025). Jaring berukuran besar itu bertujuan menghalangi dan meminimalisasi serangan drone, pesawat tanpa awak jarak jauh, milik Rusia yang kerap menyasar kota di Ukraina.
Tidak hanya Ukraina yang terdampak serangan drone, Rusia juga mengalaminya. Drone yang diluncurkan diam-diam dari lokasi yang dirahasiakan di perdesaan Ukraina membuat kejutan dengan menyasar sebuah pabrik industri yang berjarak 1.300 kilometer di dalam wilayah Rusia. Sebanyak dua drone menargetkan fasilitas industri di Sterlitamak, sebuah kota di wilayah Bashkortostan, Rusia, Selasa (28/10/2025).
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/06/b92ead22-1922-4117-a522-7eba9a7d34ce_jpg.jpg)
Ledakan di pabrik petrokimia Sterlitamak menyebabkan sebagian fasilitas pengolahan air runtuh. Pabrik yang memproduksi karet dan bahan bakar pesawat ini belum pernah menjadi target serangan.
Serangan tak terduga Ukraina yang berhasil jauh masuk ke dalam wilayah Rusia menggunakan drone produksi dalam negeri ini mengejutkan Moskwa. Ukraina telah mengincar pabrik-pabrik manufaktur, kilang minyak, dan pusat logistik militer dalam upaya untuk mengganggu militer Rusia. Perang Rusia dengan Ukraina telah berlangsung hampir empat tahun.
Media Rusia melaporkan, sebuah ledakan juga terdengar di kawasan industri di wilayah Nizhny Novgorod, sekitar 800 kilometer dari Ukraina, tempat kilang minyak dan pabrik petrokimia berada. Bashkortostan maupun Nizhny Novgorod termasuk di antara wilayah tempat Kementerian Pertahanan Rusia.
Sebagai balasan Rusia membombardir wilayah Dnipropetrovsk di tenggara Ukraina dengan pesawat tak berawak, rudal, dan artileri yang menewaskan satu orang dan melukai 11 orang lainnya, termasuk dua anak-anak.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Romania mengatakan pada hari Selasa bahwa Rusia melakukan dua serangan terhadap infrastruktur Pelabuhan Donau, Ukraina, dekat perbatasan dengan negara anggota NATO tersebut.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/06/f8ec6b68-0c45-4adc-a11a-670112d048e2_jpg.jpg)
Dalam perang Rusia dengan Ukraina, penggunaan drone semakin masif dilakukan kedua pihak. Selain dianggap lebih efektif, drone juga dinilai lebih murah dibandingkan persenjataan lainnya.
Di sebuah lokasi rahasia di perdesaan Ukraina, barisan pesawat tanpa awak atau drone penyerang berderet dalam antrean di kesunyian malam. Sasaran mereka strategis: kilang minyak, depot bahan bakar, dan pusat logistik militer.
Sejak musim panas, kemampuan pesawat nirawak jarak jauh Ukraina telah meningkat secara drastis. Drone Ukraina bisa menghantam infrastruktur energi di seluruh Rusia dan melemahkan pertahanan udara Moskwa. Dibuat dari komponen-komponen di jaringan bengkel yang tersebar, pesawat tanpa awak ini kini terbang jauh lebih jauh dibandingkan sebelum masa perang.
Para petugas dengan rompi antipeluru bergerak dengan presisi tinggi menyiapkan armada serangan. Mesin menderu seperti sepeda motor di kegelapan malam. Beberapa menit kemudian, satu demi satu, drone-drone itu lepas landas menuju ke timur, memasuki wilayah Rusia.
Fidel, seorang komandan di lokasi peluncuran tersebut, mengawasi melalui kacamata penglihatan malam saat drone-drone tersebut terbang ke langit berbintang. ”Drone terus berevolusi,” ujar Fidel kepada The Associated Press. Ia menjelaskan perkembangan pesat drone perang yang semula mampu terbang sejauh 500 kilometer kini mampu terbang sejauh lebih dari 1.000 kilometer.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/11/06/ef11f19a-27db-468a-946d-60ae9e4eb0d5_jpg.jpg)
Baik Ukraina maupun Rusia sama-sama mengembangkan drone sebagai alat perang di garis depan. Kini perang dua negara bisa diwakilkan drone, setidaknya yang sedang terjadi di perang Rusia dan Ukraina. (AP/AFP)
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan