Perayaan Natal Nasional 2024 diawali ibadah. Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran hadir dalam acara itu.
28 Des 2024 19:25 WIB · Politik & Hukum
Perayaan Natal Nasional 2024 dihadiri belasan ribu umat. Ajakan solidaritas kepada masyarakat dan memberi diri untuk kebaikan bangsa pun kuat disampaikan.
Ibadah Natal pada perayaan Natal Nasional 2024 menjadi bagian pertama acara di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/12/2024). Tampak hadir dalam acara ini, antara lain, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer, serta Wakil Menkeu Thomas Djiwandono yang juga Ketua Panitia Perayaan Natal Nasional 2024.
Umat sudah memulai ibadah Natal sejak pukul 17.00 dan memulainya dengan sesi memeriksa batin. Lagu ”Panis Angelicus” dinyanyikan Alice Putri dan paduan suara Universitas Sebelas Maret Surakarta. Panis Angelicus yang secara harfiah berarti roti malaikat mengingatkan kebaikan hati Tuhan yang menjaga umat-Nya.
Pembukaan ibadah dimulai oleh Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) Romo Sridanto Aribowo Nataantaka. Setelahnya mazmur didaraskan disambut dengan lagu ”Hendaklah Langit Bersuka Cita”.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/26/3e23d3dd-a689-456e-a5b6-adc3a227ecf2_jpg.jpg)
Sebanyak lima lilin Natal dinyalakan. Ketua Panitia Perayaan Natal Nasional 2024 Thomas Djiwandono, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr Antonius Subianto Bunjamin OSC, Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Pendeta Jacklevyn Fritz Manuputty, Bernardus Dustin, dan Angelita Joana Benjamin menyalakan lilin di altar.
Sementara itu, umat pun menyalakan lilin yang dipegang masing-masing. Kerlip lilin pun menjadi terang-terang kecil yang menyala di temaram seakan merayakan kelahiran Yesus di tempat yang sangat sederhana di malam gelap.
Pendeta Jack Manuputty kemudian membacakan doa yang disambung pembacaan firman oleh Bernardus Dustin. Menggunakan teks berhuruf Braille, Dustin menyebutkan, ”Allah adalah terang. Jika kita berkata beroleh persekutuan dengan Dia tapi hidup dalam kegelapan, kita berdusta dan tidak melakukan kebenaran.”
Setelah Nowela menyanyikan lagu ”Gembala Pergilah Cepat” dengan iringan piano The Garudas, Ketua Umum PGI Pendeta Jack Manuputty menyampaikan khotbah Natal.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/25/72ed7773-7938-489a-88f1-8f22864ab939_jpg.jpg)
Jack Manuputty memulai khotbahnya dengan menyampaikan apresiasinya atas kerja sama pemerintah serta berbagai kelompok lintas iman yang menjaga kenyamanan peringatan Natal. Perayaan Natal berjalan damai dan penuh persaudaraan.
Karena itu, Jack menyebut hari-hari besar agama merupakan konsolidasi persaudaraan, kerukunan, dan toleransi bangsa Indonesia.
Tema perayaan Natal Nasional yang dirumuskan PGI dan KWI tahun ini adalah ”Marilah Kita Sekarang ke Betlehem”. Ajakan yang diambil dari Injil Lukas 2:15 ini berasal dari kisah para gembala yang menyiarkan kelahiran bayi Yesus. Tema ini pun mengingatkan umat Kristiani untuk mengikuti cinta Yesus yang paripurna dalam memberi diri dan memedulikan semua tanpa mengindahkan status sosial.
Dengan memberikan cinta dan kepedulian, solidaritas ini dibangun. ”Karena hanya orang yang merasa dicinta dan merasa dipedulikan yang bisa membagi cinta sejati,” kata Jack.
Peristiwa Natal juga menunjukkan manusia mendapatkan cinta sejati Allah. ”Solidaritas Kristus kepada yang lemah, peduli kepada yang kecil dan dipinggirkan, menghidupi hidup yang sederhana sambil berbela rasa dan solider dengan yang lemah tanpa memandang beda agama etnis warna kulit golongan dan perbedaan-perbedaan lain,” tambah Jack.
Karena itu, perayaan Natal adalah peneguhan komitmen iman yang dinyatakan melalui solidaritas dan sikap berbela rasa dalam kehidupan berbangsa dan kemasyarakatan. Natal juga mengajarkan sikap hidup inklusif dan terbuka. Umat Kristiani pun diharapkan tetap teguh untuk menjadi berkat bagi bangsa Indonesia dan ikut serta membangun Indonesia.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/12/25/793c4324-a812-487b-a3ac-c62033f740e8_jpg.jpg)
”Orang Kristen bukan pendatang. Karena itu, jangan bersikap sebagai orang yang menumpang seperti anak kos dan hanya memedulikan kamar kosnya dan tidak memedulikan Indonesia. Tetapi, kita memberi diri dan menjadi bagian perjalanan bangsa ini,” tuturnya.
Sebagai bangsa yang juga baru menyelesaikan beberapa agenda pesta demokrasi, Jack berharap Natal menjadi momen untuk rekonsiliasi bagi yang berkonflik, persatuan bagi yang terpecah, serta pemulihan lingkungan yang rusak. Selain itu, dia mendoakan semua pemimpin yang terpilih memiliki hati seorang pemimpin dan mau bersolider dengan seluruh rakyatnya.
”Dalam Natal, mari kita berdoa bagi semua pemimpin negeri ini dan kita semua,” tambahnya.
Setelah kidung pujian, doa syukur, Doa Bapa Kami, serta salam damai, ibadah Natal ditutup. Perayaan Natal sesi kedua akan dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
Anita Yossihara