PIALA DUNIA 2026

Jepang dan Swedia Adu Dominasi Ruang di Stadion Dallas

Jepang di era Hajime Moriyasu menjadi pengendali ruang yang sangat efisien tanpa mendominasi penguasaan bola. Perebutan kendali ruang pun menjadi fokus Swedia.

24 Jun 2026 18:37 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Agung Setyahadi

DALLAS, SELASA — Perebutan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Grup F masih terbuka lebar. Di atas kertas, baik Belanda, Jepang, maupun Swedia masih berpeluang menjadi pemuncak grup.

Belanda sejauh ini tetap menjadi favorit karena pada laga terakhir akan melawan Tunisia yang sudah tersingkir. Adapun Swedia wajib menang atas tim pembunuh raksasa, Jepang, untuk lolos langsung ke fase gugur.

Laga penutup Grup F berlangsung serempak, Jumat (26/6/2026), mulai pukul 06.00 WIB. Swedia melawan Jepang digelar di Stadion Dallas, sedangkan Belanda kontra Tunisia berlangsung di Stadion Kansas.

Swedia dalam posisi paling sulit. Mereka kini di posisi ketiga Grup F dengan tiga poin dan selisih gol netral atau nol. Peringkat pertama dan kedua ditempati Belanda dan Jepang, yang sama-sama mengumpukan empat poin. Selisih gol keduanya pun serupa, empat angka.

(Top L-R) Sweden's goalkeeper #23 Kristoffer Nordfeldt, Sweden's forward #10 Benjamin Nygren, Sweden's forward #17 Viktor Gyokeres, Sweden's defender #04 Isak Hien, Sweden's defender #02 Gustaf Lagerbielke, Sweden's forward #09 Alexander Isak, (bottom L-R) Sweden's defender #03 Victor Lindelof, Sweden's defender #05 Gabriel Gudmundsson, Sweden's midfielder #16 Jesper Karlstrom, Sweden's midfielder #21 Alexander Bernhardsson and Sweden's midfielder #18 Yasin Ayari pose prior to the  2026 World Cup Group F football match between the Netherlands and Sweden at the Houston Stadium in Houston on June 20, 2026.  (Photo by Paul ELLIS / AFP)

Posisi ini membuat Swedia hanya memiliki sedikit skenario untuk lolos ke babak 32 besar. Mereka akan lolos sebagai juara grup jika mengalahkan Jepang, dan Belanda gagal menang atas Tunisia.

Skenario kedua adalah lolos sebagai peringkat kedua grup jika menang atas Jepang dan Belanda mengalahkan Tunisia.

Jika Swedia imbang dengan Jepang dan Belanda tidak kalah dari Tunisia, tim asuhan Graham Potter itu berpeluang besar lolos dari jalur delapan tim peringkat ketiga terbaik.

Skenario terakhir ini membuat Swedia mengumpulkan empat poin dan selisih gol nol, yang memberi peluang besar lolos dari jalur peringkat ketiga. 

Namun, kelelahan akan menempatkan Swedia di depan pintu kepulangan. Oleh karena itu, Potter berjuang keras membangun permainan yang solid di lini tengah untuk memenangi pengendalian ruang.

Jika mereka gagal mengontrol ruang, nasib mereka akan berada di ujung tanduk. ”Kami harus kompak sebagai tim dalam bertahan,” ujar Potter. ”Saya pikir dengan Jepang, karena koordinasi mereka, karena ‌organisasi mereka, karena betapa sinkronnya mereka, jika ⁠lapangannya besar dan kami mempertahankan wilayah yang luas, maka ini akan menjadi hari yang berat,” lanjut Potter.

ARLINGTON, TEXAS - JUNE 14: Hajime Moriyasu, Head Coach of Japan, reacts during the FIFA World Cup 2026 Group F match between Netherlands and Japan at Dallas Stadium on June 14, 2026 in Arlington, Texas.   Michael Steele/Getty Images/AFP (Photo by MICHAEL STEELE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Kemampuan Jepang mengendalikan ruang sudah terbukti. Saat melawan Belanda, Jepang bangkit dua kali dan memaksa hasil imbang 2-2.

Menariknya, pola permainan Jepang sama sekali tidak berubah meskipun mereka kehilangan tiga pemain kunci karena cedera, Wataru Endo, Kaoru Mitoma, dan Takumi Minamino, menjelang Piala Dunia.

Bahkan, kini, dengan Takefusa Kubo, sistem 5-3-2 dengan fokus mid-block dan agresif menekan, tetap berjalan mulus. Saat melawan Belanda, Jepang berhasil menekan ruang gerak gelandang Ryan Gravenberch dan Frenkie de Jong.

Saat melawan tim yang lebih lemah, seperti Tunisia, Jepang benar-benar mengendalikan permainan. Mereka bak avatar pengendali ruang sehingga Tunisia sama sekali tidak bisa melepaskan tendangan tepat ke gawang. ”Samurai Biru” menang 4-0.

”Kami harus memastikan bahwa kami rapat, dan saya pikir itu akan terjadi di turnamen ini, berapa lama pun kami akan melakukan itu, karena semua tim akan tampil bagus,” lanjut pelatih asal Inggris itu.

HOUSTON, TEXAS - JUNE 20: (L-R) Alexander Isak #9, Viktor Gyokeres #17 and Jesper Karlstrom #16 of Sweden talk after Netherlands' second goal during the FIFA World Cup 2026 Group F match between Netherlands and Sweden at Houston Stadium on June 20, 2026 in Houston, Texas.   Molly Darlington/Getty Images/AFP (Photo by Molly Darlington / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Perebutan kendali ruang sangat krusial bagi Swedia yang pertahanannya mudah ditembus, kontras dengan lini serang yang tajam. Sejak Potter mengambil alih posisi pelatih Swedia dari Jon Dahl Tomasson, pada Oktober lalu, timnya ⁠telah mencetak 17 gol, tapi kebobolan 19 gol.

Mereka pun lolos ke putaran final melalui babak play-off dengan menyingkirkan Ukraina dan Polandia. Swedia punya penyerang haus gol dalam diri Victor Gyokeres dan Alexander Isak. Ketajaman Swedia telah ditunjukkan dalam kemenangan 5-1 atas Tunisia pada laga pertama Grup F.

HOUSTON, TEXAS - JUNE 20: Victor Lindelof #3 of Sweden runs with the ball during the FIFA World Cup 2026 Group F match between Netherlands and Sweden at Houston Stadium on June 20, 2026 in Houston, Texas.   Lars Baron/Getty Images/AFP (Photo by Lars Baron / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Namun, pada laga kedua, lini belakang yang rapuh dikoyak oleh Cody Gakpo dan kawan-kawan, dan berujung kekalahan 1-5 dari Belanda. Kini, Potter berusaha menemukan keseimbangan antara lini serang dan lini belakang, melalui penguatan kendali lini tengah.

”Saya pikir kami mampu memberikan perlawanan kepada semua orang dan memenangi pertandingan sepak bola. Namun, kami juga belum memiliki banyak waktu bersama meski itu bukan alasan. Kami akan siap untuk pertandingan selanjutnya dan mencoba untuk menang,” kata Potter.

Kejelian Moriyasu

Melawan Swedia, Pelatih Jepang Hajime Moriyasu diperkirakan bakal kembali menyiapkan kejutan. Ketika meladeni Belanda dan Tunisia, ia menyiapkan strategi berbeda.

Menahan imbang Belanda, Jepang memburu gol penyama kedudukan 2-2 dengan umpan-umpan panjang dan bola-bola mati. Adapun saat melawan Tunisia, Moriyasu menjadikan Daichi Kamada yang sebelumnya lebih berperan sebagai gelandang bertahan menjadi penyerang bayangan. Perubahan yang dipicu absennya Takefusa Kubo itu tidak memengaruhi keseimbangan permainan tim.

Namun, kendali permainan Jepang sesungguhnya ada di lini tengah. Duet gelandang Kaishu Sano dan Ao Tanaka, yang diapit bek sayap Keito Nakamura dan Ritsu Doan, begitu kuat di Piala Dunia kali ini.

Netherlands' Ryan Gravenberch (8) and Crysencio Summerville (24) compete for the ball against Japan's Daichi Kamada (15) during the World Cup Group F soccer match between the Netherlands and Japan in Arlington, Texas, near Dallas, Sunday, June 14, 2026. (AP Photo/Sam Hodde)

Mereka menjadi simpul transisi menyerang dan bertahan. Saat bertahan, Sano dan Tanaka akan membentuk lima bek yang dikomando Ko Itakura.

Saat menyerang, mereka melepaskan asupan bola bagi Kamada, Junya Ito, dan penyerang tengah Ayase Ueda. Serangan balik mereka sangat cepat dan hanya perlu dua empat sentuhan.

Soliditas sistem permainan itu didukung mentalitas Jepang yang selalu menghormati lawan. Hal itu membuat mereka tidak pernah lengah dan berjuang dengan intensitas sama di setiap laga. Mentalitas itu pula yang membuat Jepang menjadi tim pertama yang lolos ke Piala Dunia 2026.

Kini, menjelang laga melawan Swedia, mereka benar-benar mempelajari detail permainan lawan. Mereka berusaha menemukan solusi untuk meredam Isak dan Gyokeres yang sangat tajam, cepat, dan kuat.

Tunisia's Hannibal Mejbri, right, and Japan's Ritsu Doan eye the ball during a World Cup Group F soccer match in Guadalupe, near Monterrey, Mexico, Saturday, June 20, 2026. (AP Photo/Dolores Ochoa)

”Tidak diragukan lagi, mereka adalah dua striker terkuat di turnamen. Kita harus mengganggu dan membuat hidup mereka tidak nyaman. Mereka harus merasa bahwa kita dekat dengan mereka setiap saat,” ujar bek Jepang, Shogo Taniguchi, seusai latihan baru-baru ini.

Jepang memang hanya memerlukan hasil imbang untuk lolos ke babak 32 besar. Namun, mereka selalu mengincar kemenangan untuk terus mempertebal kepercayaan diri para pemain.

Saat ini, mereka dalam kondisi psikis positif, termasuk striker andalan Ueda yang mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 atas Tunisia. Dia berangkat ke Piala Dunia 2026 berbekal musim solid, 25 gol dalam 31 laga bersama klub Eredivisie, Feyenoord.

Japan's Ayase Ueda (18) celebrates scoring their fourth goal during the World Cup Group F soccer match between Tunisia and Japan in Guadalupe, near Monterrey, Mexico, Saturday, June 20, 2026. (AP Photo/Addison Simmons)

”Saya benar-benar bahagia. Rasanya apa yang saya bangun sejak merasakan frustrasi empat tahun lalu itu membuahkan hasil,” ujar Ueda.

Penyerang berusia 27 tahun itu mengacu pada Piala Dunia 2022, di mana dia hanya bermain 45 menit. Empat tahun lalu, Jepang disingkirkan Kroasia di babak 16 besar. Kini, pada Piala Dunia 2026, dia menjadi andalan dan merasa positif setelah mencetak dua gol ke gawang Tunisia. 

”(Gol ini) terasa sangat berbeda dari semua gol yang pernah saya cetak sebelumnya, baik dari segi kegembiraan, rasa pencapaian, maupun beban tanggung jawab yang selama ini saya pikul. Kualitas permainan saya berbeda dari empat tahun lalu, dan saya bermain dengan penuh percaya diri,” tegas Ueda.

Belanda vs Tunisia

Kepercayaan diri Ueda sangat krusial untuk mengalahkan Swedia dalam laga terakhir Grup F, yang berlangsung bersamaan dengan laga Belanda melawan Tunisia di Kansas City.

Bagi skuad ”Oranye”, di atas kertas Tunisia bukan laga sulit sehingga mereka sangat diunggulkan. Namun, bek Belanda, Denzel Dumfries, menilai, Tunisia akan bermain dengan energi penuh.

”Kami tahu mereka mengganti pelatih setelah pertandingan pertama. Namun, bagi semua orang, bermain di Piala Dunia adalah suatu kehormatan. Jadi, yang saya harapkan adalah mereka akan bermain dengan sepenuh hati,” kata Dumfries.

HOUSTON, TEXAS - JUNE 20: Frenkie de Jong #21 and Denzel Dumfries #22 of the Netherlands talk as they return to the dressing room after the first half during the FIFA World Cup 2026 Group F match between Netherlands and Sweden at Houston Stadium on June 20, 2026 in Houston, Texas.   Molly Darlington/Getty Images/AFP (Photo by Molly Darlington / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

”Setiap pertandingan di Piala Dunia adalah pertandingan yang sulit. Semua orang bermain dengan penuh kehormatan, bangga mewakili negara mereka. Saya berharap mereka akan datang dengan energi penuh, dan kami juga harus menunjukkan itu,” tambah pemain Inter Milan itu.

Motivasi Tunisia untuk memberikan permainan terbaik pada laga terakhir ini juga diungkapkan Pelatih Herve Renard, yang menggantikan Sabri Lamouchi setelah kekalahan 1-5 dari Swedia pada laga pertama.

”Bahkan jika kami tersingkir, kami masih memiliki pertandingan ketiga untuk dimainkan. Kami berada di Piala Dunia,” tegas Renard seusai dibantai Jepang 0-4.

TOPSHOT - Netherlands' defender #04 Virgil van Dijk stands in the tunnel as he waits with teammates to enter the pitch for the  2026 World Cup Group F football match between the Netherlands and Sweden at the Houston Stadium in Houston on June 20, 2026.  (Photo by Paul ELLIS / AFP)

Meski semangat Renard menggebu, melawan Belanda tetap saja bak mendaki Everest bagi Tunisia. Tim asuhan Ronald Koeman itu memiliki pemain yang merata kemampuannya di setiap lini. Dumfries, misalnya, mampu melepaskan dua asis untuk Brian Brobbey dan Cody Gakpo saat melawan Swedia.

”Kami memiliki skuad dengan banyak kualitas di lini depan, banyak pemain dengan kemampuan mencetak gol. Ini pertanda baik dan memberikan kepercayaan diri,” kata Dumfries.

TOPSHOT - Netherlands' forward #19 Brian Brobbey (C) celebrates after scoring the opening goal during the 2026 World Cup Group F football match between the Netherlands and Sweden at the Houston Stadium in Houston on June 20, 2026.  (Photo by Paul ELLIS / AFP)

Brobbey yang tampil brilian lewat dua golnya ke gawang Swedia menguatkan kedalaman skuad Belanda. ”Gol-gol yang kami cetak (melawan Swedia) akan membuat lawan takut. Kami memiliki kecepatan dan kualitas yang tinggi saat menyerang, yang membuat kami sangat berbahaya,” ujar Brobbey.

Dengan segala keunggulan itu, Belanda jelas favorit melawan Tunisia, dan sulit untuk tidak menempatkan Belanda lolos ke babak 32 besar sebagai pemuncak Grup F. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Agung Setyahadi
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji