PIALA DUNIA 2026

Sihir Putih Renard Vs ”Death Note” Moriyasu, Siapa Lebih Unggul?

Pertarungan pelatih berbeda gaya dan sejarah di Piala Dunia bakal bertemu dalam laga Tunisia melawan Jepang. Sihir Harve Renard atau ketekunan Hajime Moriyasu?

20 Jun 2026 14:11 WIB · Olahraga

Getty Images via AFP

Oleh Cornelius Helmy Herlambang

Herve Renard datang membawa tongkat sihir. Hajime Moriyasu bakal meladeninya dengan magis death note. Yang satu ditugaskan memadamkan kebakaran di tubuh timnas Tunisia. Yang lain menghabiskan bertahun-tahun menyusun kekuatan timnas Jepang lewat catatan di buku kecilnya.

Saat kedua tim bertemu di Stadion Monterrey, Meksiko, di laga ke-1.000 dalam sejarah ajang olahraga terbesar di dunia, Sabtu (20/6/2026) malam waktu setempat, yang dipertaruhkan bukan hanya tiga poin, melainkan juga pertarungan antara solusi instan dan kesabaran jangka panjang. Siapa yang akan menjadi pemenangnya?

Tidak ada yang menyangka Sabri Lamouchi hanya menukangi satu laga Piala Dunia. Kekalahan 1-5 dari Swedia sepertinya tidak bisa dimaafkan lagi oleh Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF). Selama menangani Tunisia, Lamouchi hanya menang satu dari lima pertandingannya, ketika menang 1-0 atas Haiti pada Maret 2026.

Tunisia's French head coach Herve Renard gives an MD-1 press conference at the Monterrey Stadium in Guadalupe, Mexico on June 19, 2026, on the eve of the 2026 World Cup Group F football match between Tunisia and Japan.  (Photo by Julio Cesar AGUILAR / AFP)

Namun, hal ini tidak aneh bagi Tunisia. Dikutip dari The Athletic, Lamouchi adalah pelatih kepala kedua yang dipecat Tunisia pada babak penyisihan grup Piala Dunia.

Pada tahun 1998, Henryk Kasperczak dipecat setelah kalah 0-2 dari Inggris dan 0-1 dari Kolombia. Dia digantikan Ali Selmi di laga grup terakhir melawan Romania, di mana Tunisia bermain imbang 1-1.

Sebagai gantinya, Herve Renard (57) didatangkan untuk memimpin Tunisia melewati dua laga tersisa, melawan Jepang pada 20 Juni dan Belanda pada 25 Juni.

Apabila merujuk pada adanya perjanjian FTF dengan Renard yang menyebut negosiasi jangka panjang, kemungkinan Renard tidak akan dipecat meski Tunisia menjadi tim yang pulang lebih dulu dari grup neraka itu. Sejauh ini, Tunisia enam kali lolos ke Piala Dunia, tetapi tidak pernah mampu melampaui babak penyisihan grup.

Tidak butuh sihir

Di kompetisi Piala Dunia, Renard adalah pelatih berpengalaman. Kariernya terbentang panjang. Selain menangani Maroko, Renard juga membawa Arab Saudi meraih kemenangan mengejutkan di babak grup atas juara bertahan Argentina pada tahun 2022.

Dia juga pernah melatih Zambia dan Pantai Gading untuk Piala Afrika (AFCON). Prestasinya tidak kaleng-kaleng, kedua tim ia bawa menjadi juara pada 2012 dan 2015.

Namun, dia tidak hanya bertugas memenangi laga. Renard diminta menstabilkan tim yang goyah.

Tunisia players take a hydration break during the World Cup Group F soccer match between Sweden and Tunisia in Guadalupe, near Monterrey, Mexico, Sunday, June 14, 2026. (AP Photo/Moises Castillo)
Quote

Saya sudah mengatakan kepada mereka (pemain timnas) bahwa mereka harus tetap tegar.

Dalam laga melawan Swedia, gelandang Hannibal Mejbri mengkritik tim setelah kekalahan dari Swedia dan bek sayap Yan Valery menunjukkan ketidakpuasan setelah diganti.  

Apalagi, dalam enam bulan terakhir, timnas Tunisia jauh dari stabil. Lamouchi baru menjabat selama lima bulan setelah menggantikan Sami Trabelsi, yang meninggalkan tim setelah mereka tersingkir melalui adu penalti oleh Mali di babak 16 besar AFCON 2025.

”Saya sudah mengatakan kepada mereka (pemain timnas) bahwa mereka harus tetap tegar. Mereka datang untuk mewakili negaranya,” ucap Renard.

Berbekal reputasi dan baju putih yang selalu dipakai saat laga, banyak orang lantas menjulukinya penyihir putih. Namun, Renard menolak label itu.

CORRECTION / Saudi Arabia's French coach Herve Renard shouts instructions to his players from the touchline during the Qatar 2022 World Cup Group C football match between Poland and Saudi Arabia at the Education City Stadium in Al-Rayyan, west of Doha on November 26, 2022. (Photo by Khaled DESOUKI / AFP) / “The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by Khaled DESOUKI has been modified in AFP systems in the following manner: [Saudi Arabia's French coach Herve Renard] instead of [ Poland's coach Czeslaw Michniewicz]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.”

Dia menegaskan, tidak ada sihir yang bisa menyelamatkan tim dalam tiga hari. Yang ada hanya keberanian untuk percaya bahwa ”Elang Kartago”, julukan Tunisia, masih bisa bersaing.

”Kita juga harus menghormati lawan, tetapi tidak takut pada mereka. Kita hanya punya waktu yang singkat, tetapi tidak ada alasan. Kita harus berusaha keras untuk bermain bagus besok,” tuturnya, mengomentari laga melawan Jepang.

Catatan delapan tahun

Efek instan yang diharapkan Tunisia dari Renard kontras dengan perjalanan Pelatih Jepang Hajime Moriyasu. Dia sudah delapan tahun bersama ”Samurai Biru”, julukan Jepang. Hal itu membuat dia punya banyak waktu membentuk timnas.

Hasilnya terlihat dalam beberapa pertandingan yang dijalani Jepang. Moriyasu menumbangkan Jerman, Spanyol, Brasil, hingga Inggris pada periode 2022-2026. Pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026, ia juga sukses menahan imbang Belanda, 2-2, dalam laga yang digelar dengan pendingin udara akibat cuaca sangat panas.

Namun, Moriyasu bakal tetap mewaspadai Tunisia. Dikutip dari The Mainichi, hasil mengesankan di laga sebelumnya tidak akan menjamin kemenangan. Pergantian pelatih, katanya, bakal memberikan motivasi tinggi bagi Tunisia.

Japan's head coach Hajime Moriyasu takes part in an MD-1 training session at the Rayados Training Centre in Santiago, near Monterrey, Mexico on June 19, 2026, on the eve of the 2026 World Cup Group F football match between Tunisia and Japan.  (Photo by Julio Cesar AGUILAR / AFP)

”Kita tidak boleh bertahan menghadapi mentalitas seperti itu dan harus siap untuk berusaha memenangi pertandingan,” kata Moriyasu yang kemungkinan bakal kehilangan Takefusa Kubo akibat cedera.

Ketenangan Hajime memimpin Samurai Biru yang tengah berada di atas angin sangat dibutuhkan. Publik Jepang berharap, ketekunan Moriyasu yang didedikasikan lewat buku catatannya kembali memberi magis.

Jika Renard dijuluki sebagai penyihir, Moriyasu dihubung-hubungkan dengan kisah manga Death Note, merujuk pada catatan di notes kecil andalannya. Mengutip Asahi Shimbun, siapa yang bermain, pemain lawan yang mesti dimatikan, dan taktik apa yang akan digunakan Jepang, ditulis Moriyasu di sana.

DALLAS, TEXAS - JUNE 14: Japan head coach Hajime Moriyasu during the FIFA World Cup 2026 Group F match between Netherlands and Japan at Dallas Stadium on June 14, 2026 in Dallas, United States.   Charlotte Wilson/Getty Images/AFP (Photo by Charlotte Wilson / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Selain tidak kalah, Moriyasu dan notes andalannya juga sukses melakukan rotasi pemain. Melawan Belanda, mereka dua kali bangkit setelah tertinggal meski tidak diperkuat tiga pemain terbaiknya. Kaoru Mitoma, yang telah bersinar di Liga Premier untuk Brighton; gelandang bertahan Liverpool, Wataru Endo; dan penyerang andalan Monaco, Takumi Minamino.

ARLINGTON, TEXAS - JUNE 14: Hajime Moriyasu, Head Coach of Japan, reacts during the FIFA World Cup 2026 Group F match between Netherlands and Japan at Dallas Stadium on June 14, 2026 in Arlington, Texas.   Michael Steele/Getty Images/AFP (Photo by MICHAEL STEELE / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Sebagai gantinya, Moriyasu menurunkan Keito Nakamura yang mencetak gol pertama Jepang, Kaishu Sano yang berduet di tengah bersama Daichi Kamada, dan Koki Ogawa pemberi asis untuk gol kedua.

Sabtu malam di Monterrey, jawaban akan mulai terlihat. Apakah tongkat sihir Renard bisa memulihkan Tunisia atau Moriyasu kembali menikmati perjalanan panjang Jepang yang ditorehkan di catatan kecil selama bertahun-tahun. (AP/REUTERS)

 


Kerabat Kerja

Penulis:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul