Derbi Italia selalu berlangsung panas, termasuk akhir pekan ini, saat Inter Milan menjamu Juventus. Laga ini krusial karena bisa mengubah peta persaingan juara.
13 Feb 2026 20:53 WIB · Olahraga
AFP/ANDREA PATTARO
MILAN, JUMAT — Laga derby d’Italia selalu berlangsung panas dan sering kali menjadi penentu dalam perburuan juara Serie A. Pemenang laga akan meraih lonjakan motivasi dan kepercayaan diri yang sangat krusial dalam perburuan juara. Akhir pekan ini, derbi Italia di Stadion Giuseppe Meazza juga memegang peranan penting karena Juventus bisa menjadi batu sandungan bagi Inter yang sedang memuncaki klasemen Liga Italia.
Jika Juventus menang dalam laga Minggu (15/2/2026) mulai pukul 02.45 WIB, itu bisa menjadi pukulan telak bagi Inter yang sedang dalam performa solid, tidak pernah kalah dalam 12 laga terakhir. ”Nerazzurri” mampu bangkit dan tampil solid sejak kalah 0-1 dari AC Milan pada November lalu. Mereka meraih 11 kali kemenangan dan hanya sekali imbang saat menjamu Napoli dalam 12 laga terakhir Serie A.
Namun, performa solid Inter itu masih menyisakan keping keraguan, yaitu mereka lebih sering kalah saat melawan tim-tim yang saat ini di posisi empat besar, yaitu AC Milan, Napoli, dan Juventus. Sementara saat melawan tim-tim papan tengah atau bawah, Inter selalu perkasa, termasuk bangkit dan menang telak 6-2 atas Pisa, serta menggulung Sassuolo 5-0 pekan lalu.
Meski demikian, begitu bertemu dengan tim-tim papan atas, Inter sering tergelincir. Mereka tidak bermain jelek, tetapi sering kehilangan konsentrasi sehingga peluang menang lepas begitu saja. Dalam laga tandang ke markas Juventus, mereka tergelincir sehingga kalah 3-4, demikian juga di kandang Napoli, dibantai 1-3, dan dalam laga di San Siro hanya bisa bermain imbang 2-2. Sementara dalam laga kontra tim tetangga, AC Milan, skuad Inter teperdaya oleh permainan pragmatis lawan dan kalah 0-1.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/31/a65d8a537d10be958ee8a64e9dbd207d-APTOPIX_Italy_Soccer_Serie_A_135514891.jpg)
Catatan itu menempatkan Inter sebagai tim dengan perolehan poin terendah saat melawan tim-tim di posisi empat besar. Tim asuhan Cristian Chivu itu hanya meraih satu poin dari laga imbang saat menjamu Napoli pada Januari lalu. Ini kontras dengan perolehan poin tiga tim papan atas lainnya saat head to head dengan tim-tim empat besar, masing-masing mampu meraih tujuh poin.
Hasil jelek Inter saat melawan tim-tim papan atas Serie A itu masih menjadi pekerjaan rumah bagi Chivu karena tren itu juga terjadi di Liga Champions. Oleh karena itu, laga derby d’Italia akhir pekan ini sangat krusial bagi Inter untuk mengukuhkan status mereka sebagai favorit juara Liga Italia. Inter kini memuncaki klasemen dengan 58 poin, unggul 50 poin atas AC Milan di posisi kedua, sembilan poin atas Napoli di urutan ketiga, dan 12 poin atas Juventus yang kini di peringkat keempat klasemen sementara Serie A.
Kemenangan atas Juventus jelas akan mengangkat motivasi dan kepercayaan diri Lautaro Martinez dan kawan-kawan untuk menjalani 13 laga tersisa. Mereka masih akan bertemu AC Milan dan AS Roma. Di sisi lain, tiga poin di kandang saat menjamu Juventus juga penting untuk menjaga selisih gol tetap di atas angin. Posisi Inter saat ini belum aman karena, dengan sisa 13 laga, lawan-lawannya masih bisa menyusul. Akhir pekan ini, Milan memiliki peluang memangkas poin jika menang di kandang Pisa dan jika Inter terpeleset di kandang.
Namun, jika Inter mampu menang atas Juventus, peluang mengurangi pesaing akan terbuka karena, pada laga lainnya, Napoli juga bertemu lawan kuat AS Roma di San Paolo pada Senin dini hari WIB. Napoli jelas berambisi mengulang kemenangan atas Roma seperti pada November lalu. Napoli menjadikan laga ini sebagai pembuktian kebangkitan setelah dipermalukan oleh Juventus, 3-0, pada Januari lalu. Setelah laga mengenaskan itu, skuad Antonio Conte kembali ke jalur kemenangan saat melawan tim gurem, Fiorentina dan Genoa.
Laga-laga besar Serie A pada akhir pekan ini menjadi sorotan para legenda Liga Italia, termasuk Gianluca Zambrotta. Mantan full back Juventus itu menilai, skuad asuhan Luciano Spalletti perlu membatasi ruang gerak bek sayap Inter, Federico Dimarco. Pemain bertahan Inter itu sangat berbahaya karena dia sering menjadi pembuka jalan terciptanya gol. Dimarco sudah mencetak 13 asis dan lima gol di Serie A, pencapaian yang mengagumkan untuk pemain bertahan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/08/c350213e1714a6c7adb444d458152136-wires_photo_2026_01_08T103857.477.jpg)
”Juventus harus membatasi Dimarco, yang membuat perbedaan di Inter saat ini. Dia pemain pencetak asis terbaik dan memiliki musim yang fantastik. (Pierre) Kalulu dan (Francisco) Conceicao harus bekerja melakukan itu di sayap. Dan kemudian, Lautaro serta (Marcus) Thuram melawan (Lloyd) Kelly dan (Gleison) Bremer, ini duet yang sangat hebat karena Inter memiliki lini serang yang luar biasa, terbaik di liga dengan 57 gol,” ujar Zambrotta kepada La Gazzetta dello Sport.
Dalam laga derby d’Italia terakhir musim ini, Juventus kehilangan dua pemain serang andalan mereka, Arkadiusz Milik dan Dusan Vlahovic, yang masih didera cedera. Spalletti kemungkinan akan menurunkan Jonathan David sebagai ujung tombak dan Weston McKennie sedikit di belakang.
”Menurut saya, Juventus kekurangan penyerang tengah klasik. Vlahovic merupakan pemain nomor 9 mereka, suka atau tidak, dan sekarang Juve tidak memiliki striker seperti dia atau Lautaro. Pemain sekaliber dia krusial bagi tium seperti Juventus,” kata Zambrotta, yang berharap Juventus menang di San Siro.
Meskipun Juventus tidak berada dalam skuad terbaiknya, Inter tetap wajib waspada, terutama mereka masih diragukan bisa diperkuat oleh Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu. Kedua pemain tengah itu sudah berlatih, tetapi kebugaran fisik untuk bertanding belum bisa dipastikan. Jika mereka absen, lini tengah Inter akan mengandalkan Piotr Zielinski yang performanya sedang solid serta Petar Sicic dan Henrikh Mkhitaryan.
”Tidak diragukan lagi, laga ini akan berbeda, lebih sulit dari yang lain. Ini akan sulit, saya mengharapkan intensitas tinggi, dan menurut saya, siapa pun yang berhasil mengendalikan permainan akan menang. Jika Chivu memberikan (kendali permainan) kepada Spalletti, dia mengambil risiko besar karena Juve memiliki pemain yang sulit bagi pertahanan Nerazzurri, terutama pemain sayap (Kenan) Yildiz dan Conceicao, yang dapat memaksa bek sayap untuk mundur dan menciptakan bahaya,” tutur legenda Inter Milan, Giuseppe Bergomi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/05/d235e22061eded32119203b0d761f843-f2c7887fae884be7a86dc9b17112008f_0_37f21ab88aed48b0943ed171afab5987.jpg)
Mantan bek legendaris itu juga mengingatkan permainan Juventus yang lebih cepat dan lentur dalam pola serangan sejak dilatih oleh Spalletti. Ini menjadi tantangan serius bagi lini bertahan Inter untuk tidak kehilangan konsentrasi sedetik pun.
”McKennie sangat penting, dia memberikan solusi yang berbeda. Dan lihatlah rotasi Locatelli, saat dia membuka ruang untuk memberi ruang bagi rekan-rekannya di sisi sayap. Itu adalah pergerakan yang dipikirkan, dilatih, dan dieksekusi. Anda dapat melihat sentuhan pelatih, yang telah memberikan kecepatan dan kekuatan pada tim,” ungkap Bergomi, yang merupakan salah satu bek terbaik Italia.
Penulis:
Agung SetyahadiEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti