Arsenal terkesan masih tampil canggung tanpa kehadiran Saka. Meski begitu, ”Meriam London” sukses mengakhiri tahun tanpa kekalahan di kandang sendiri.
28 Des 2024 08:38 WIB · Olahraga
LONDON, SABTU — Arsenal belum bisa sepenuhnya lepas dari kontribusi besar Bukayo Saka. Absennya Saka membuat Arsenal terkesan tampil canggung. Menghadapi Ipswich Town yang sedang berjuang lolos dari zona degradasi, ”Meriam London” hanya mampu menang tipis, 1-0, melalui gol tunggal Kai Havertz di Stadion Emirates, London, Inggris, Sabtu (28/12/2024) dini hari WIB.
Belum ada pemain Arsenal yang bisa melampaui sumbangan 9 gol dan 13 asis Saka. Bisa dikatakan dialah nyawa lini serang Arsenal. Saka terpaksa menepi setelah menderita cedera saat menghadapi Crystal Palace pada laga sebelumnya. Dia dikabarkan sudah menjalani operasi hamstring dan akan absen minimal selama dua bulan. Jadilah Arsenal harus menjalani fase hidup baru tanpa kehadiran Saka.
Menghadapi Ipswich, Manajer Arsenal Mikel Arteta kemudian memasang Gabriel Martinelli di pos sayap kanan menggantikan Saka. Adapun pos sayap kiri yang biasanya ditempati Martinelli diisi oleh Leandro Trossard.
Tampil tanpa Saka, Arsenal masih belum bisa lepas dari kebiasaan memulai serangan dari sisi kanan. Statistik menunjukkan Arsenal menyerang sebanyak 48 persen dari sisi kanan, 21 persen dari tengah, dan 31 persen dari kiri.
Saya sangat senang dengan kemenangan ini, dengan ’clean sheet’, dan dengan keseluruhan permainan. Ipswich adalah lawan yang sangat sulit.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/28/9a51c2ff29b355761fda84410beb7bb8-5623513d10264658b65abb9f0ef12dbb_0_1cd4ada2865c4270b5a1c01bcb9c7c6e.jpg)
Hanya saja Martinelli belum mampu bermain sebaik Saka di sayap kanan. Dari empat percobaan melewati lawan, seluruhnya gagal dimenangi Martinelli. Ini berbeda dibandingkan Saka yang masuk 10 besar pemain Liga Inggris dengan kesuksesan percobaan melewati lawan.
Meski begitu, Martinelli turut andil dalam gol kemenangan Arsenal. Dikepung dua bek Ipswich, Martinelli melepaskan umpan silang yang kemudian jatuh ke kaki Trossard. Pemain tim nasional Belgia itu kemudian mengirimkan umpan kepada Havertz yang sudah menunggu di dalam kotak penalti. Tanpa kesulitan, Havertz menyontek bola dengan kakinya.
”Saya sangat senang dengan kemenangan ini, dengan clean sheet, dan dengan keseluruhan permainan. Ipswich adalah lawan yang sangat sulit. Kami memainkan begitu banyak pertandingan. Anda lihat bahwa tim-tim menang dengan selisih yang sangat kecil,” ujar Arteta dikutip dari laman Arsenal.
Meski belum maksimal, Arteta memuji penampilan Martinelli. Bukan hal yang mudah mengemban peran yang ditinggalkan Saka. Untuk beberapa laga ke depan, Arteta mengisyaratkan akan tetap coba memainkan pakem yang sama seperti menghadapi Ipswich.
”Gabby (Martinelli) butuh orang-orang di sekitarnya. Ia perlu mengancam secara konstan. Ia harus selalu berada di garis terakhir saat bola berada pada dirinya. Dia punya pengalaman di sana dan orang-orang yang dekat dengannya karena ia sangat intuitif. Ia selalu menjadi ancaman. Saya pikir jika Anda terlalu mengisolasi diri, Anda akan menderita, terutama bermain dengan kaki alami di sisi kanan dan itu adalah hal-hal yang dapat kami kembangkan dan tingkatkan,” tutur Arteta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/28/9a69d11d961b7d165aee8389d25ba4d1-AFP_36RK4CN.jpg)
Arteta mengatakan, Arsenal seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol. Statistik laga menunjukkan Arsenal melepaskan lima tendangan tepat sasaran, termasuk ada dua peluang emas yang terbuang. Tanpa Saka, Arsenal mau tidak mau harus memperkuat kolektivitas tim. Hal inilah yang akan segera dilakukan Arteta.
Walau gagal menang besar, Arteta sangat puas dengan kinerja pertahanan timnya. Pada menit-menit akhir jelang pertandingan usai, Ipswich berupaya keras mencetak gol penyeimbang. Kegugupan sempat mendera lini belakang Arsenal demi mempertahankan keunggulan. Pada akhirnya Arsenal sukses mengamankan kemenangan.
Dengan laga ini, Arsenal menjadi tim Liga Inggris yang paling banyak mencatatkan nirbobol (7 kali). Mereka juga mencatatkan jumlah kebobolan paling sedikit di liga, yakni sebanyak 16 gol.
”Kami seharusnya mencetak lebih banyak gol, tetapi itu konsistensi. Tim tidak kebobolan apa pun, sekali lagi. Perilaku bertahan mereka, sekali lagi, luar biasa. Jadi, itu adalah sesuatu yang akan selalu memberi kami kesempatan untuk memenangi pertandingan,” kata Arteta.
Secara terpisah, Havertz mengakui laga menjadi lebih berat tanpa adanya Saka di tim. Walau demikian, dia senang seluruh pemain tampil maksimal untuk mengisi kekosongan Saka. Secara khusus Havertz memuji dua pemain sayap, Trossard dan Martinelli, yang berperan dalam gol kemenangan Arsenal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/28/662bf1d4074ab01a0fa697820e979e0c-1942d2771c6d46d083444b8785befb8e_0_4df5fcbc67bb46b3a3f222280ead5cfd.jpg)
”Saka adalah pemain hebat bagi kami. Dia mencetak banyak gol, banyak asis. Sekarang semua orang harus tampil maksimal karena kami tahu dia penting. Namun, kami siap menghadapi tantangan. Kami harus beradaptasi,” ujar Havertz.
Dengan kemenangan ini, Arsenal menjadi satu-satunya tim Liga Inggris yang belum terkalahkan di kandang sendiri pada 2024. Tambahan tiga poin dari Ipswich juga mendongkrak posisi Arsenal ke peringkat kedua (36 poin) klasemen sementara, di bawah Liverpool (42 poin). (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan