Peringkat Ketiga Proliga 2025 Rasa Juara bagi Surabaya Samator

Tim putra Surabaya Samator keluar sebagai peringkat ketiga Proliga 2025. Prestasi itu jadi kado ”comeback” tim tersukses di Proliga ini.

11 Mei 2025 20:19 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

YOGYAKARTA, KOMPAS — Tim putra Surabaya Samator merebut peringkat ketiga PLN Mobile Proliga 2025 seusai menundukkan Palembang Bank SumselBabel. Meski belum bisa kembali keluar sebagai juara, tim dengan gelar Proliga terbanyak ini merasa peringkat ketiga sudah seperti juara. Apalagi, mereka tetap mempertahankan komitmen pembinaan.

Surabaya Samator menaklukkan Palembang Bank SumselBabel dengan skor 3-1 (25-23, 25-13, 21-25, 25-23) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025). Hasil ini menjadi kado bagi kembalinya Samator ke Proliga mulai musim ini.

Surabaya Samator menjadi bagian dari lima tim putra yang ikut serta di Proliga 2025. Pada musim lalu, tim tersukses di Proliga dengan total tujuh gelar ini memilih absen. Padahal, Samator sebelumnya tidak pernah absen di Proliga sejak ajang itu digelar pada 2002.

”Bagi kami yang tetap mempertahankan komitmen pembinaan, peringkat ketiga ini sudah seperti juara,” kata Manajer Samator Hadi Sampurno, selepas laga.

Duel Surabaya Samator (jersei merah) melawan Palembang Bank SumselBabel dalam laga perebutan peringkat ketiga di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025).

Musim ini, Samator kembali tanpa pemain berlabel timnas, seperti Agil Angga Anggara atau Rivan Nurmulki. Walakin, Samator mengorbitkan beberapa pemain muda binaan mereka, seperti Rama Fazza Fauzan (22).

Bahkan, untuk mengarungi final four, Samator hanya menggunakan satu pemain asing asal Kuba, Lyvan Taboada Diaz. Padahal, setiap tim Proliga 2025 memiliki slot dua pemain asing. Mereka memilih tidak mengisi slot yang tersisa setelah kepergian Yaisel Leonardo Romero Punales.

Quote

Bagi kami yang tetap mempertahankan komitmen pembinaan, peringkat ketiga ini sudah seperti juara.

Tim asuhan Pelatih Rodolfo Luis Sanchez ini memilih mendatangkan pemain lokal muda, Luvi Febrian Nugraha (21) dan Hayun Muhammad (23). Luvi baru saja meraih gelar juara Liga Kamboja 2025 bersama Bodyquard Headquarter dan menyabet penghargaan pemain terbaik.

”Target kami adalah pembinaan berkepanjangan. Sebenarnya setelah Rama ada juga pelapis lain yang akan kami persiapkan untuk Livoli. Di Livoli ini ukuran bagaimana pemain lapis kedua bisa berperan di Proliga 2026,” tutur Hadi.

Tim bola voli putra Surabaya Samator menudukkan Jakarta Garuda Jaya pada pekan perdana Proliga 2025 di GOR Jatidiri, Semarang, Sabtu (4/1/2025), dengan skor 3-2 (25-23, 21-25, 21-25, 25-22, 19-17).

Menurut Hadi, komitmen pembinaan tetap terjaga karena seluruh komponen Samator, pemilik hingga pengurus, mencintai bola voli dan ingin mengembangkan olahraga tersebut. ”Samator juga tetap mempertahankan mimpi untuk meraih kejayaan lagi dengan pembinaan seperti ini,” ucap Hadi.

Sementara kemenangan atas Palembang Bank Sumsel Babel jadi kemenangan perdana Samator sejak final four. Mereka selalu kalah dalam total enam laga, termasuk dua laga kontra Bank SumselBabel.

Rama mengatakan, kunci keberhasilan mereka pada laga perebutan peringkat ketiga adalah para pemain bermain dengan lebih bahagia. Mereka menikmati permainan dan bisa mengurangi kesalahan.

”Jadi, kami tidak ada beban walau berbuat kesalahan, tetapi mencoba lagi. Alhamdulillah semuanya bermain baik,” ujar Rama.

Pada set pertama, Samator berhasil bangkit dari ketertinggalan tiga poin dan akhirnya berbalik memimpin. Kemenangan pada set pertama ini membuat Samator lebih percaya diri pada set kedua.

Pemain Palembang Bank SumselBabel merayakan keberhasilan mencetak poin melawan Surabaya Samator  dalam laga perebutan peringkat ketiga di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (11/5/2025).

Sebaliknya, Bank SumselBabel kesulitan mengeluarkan penampilan maksimalnya. Secara bergantian para pemainnya menciptakan kesalahan dan menghasilkan poin bagi lawan.

Asisten Pelatih Bank SumselBabel, Memet Tarmidi, mengatakan, anak-anak asuhannya kehilangan momentum saat sempat unggul pada set pertama. Setelah itu, mereka kesulitan mengembangkan permainan.

Dengan finis pada urutan keempat, Bank SumselBabel gagal menyamai atau melampaui pencapaian musim lalu yang bisa finis pada peringkat ketiga. Menurut Memet, ketidakmampuan Bank SumselBabel tampil sebaik atau lebih baik dari musim lalu adalah karena persiapan yang kurang matang.

”Secara keseluruhan, ya, tim kami tidak sestabil musim lalu. Kalau dibilang kurang persiapan iya, kami telat membentuk tim,” ujar Memet.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati