Atletico Madrid menyingkirkan Barcelona di dua kompetisi musim ini. Merujuk sejarah, Atletico berpeluang melaju ke final Liga Champions.
15 Apr 2026 12:32 WIB · Olahraga
AP PHOTO/MANU FERNANDEZ
MADRID, RABU — Performa Atletico Madrid pada laga kedua perempat final Liga Champions Eropa, Rabu (15/4/2026) dini hari WIB, di Stadion Metropolitano bak sebuah perjalanan hidup. Keberhasilan tidak semata didapatkan dari kisah-kisah nan manis. Hal itu justru bisa diraih melalui motivasi untuk bangkit dari kesalahan.
”Los Rojiblancos” menyambut Barca di Madrid dengan penuh kepercayaan diri. Mereka memiliki bekal kemenangan dua gol tanpa balas di Camp Nou, pekan lalu. Pada Maret lalu, Atletico juga mempermalukan Barca pada ajang Piala Raja Spanyol di Metropolitano.
Namun, pertandingan belum genap berjalan empat menit, harapan Atletico untuk melanjutkan tren positif atas ”Blaugrana” nyaris runtuh. Bek tengah Clement Lenglet melakukan blunder akibat salah mengoper. Bola itu berakhir menjadi gol yang dicetak Lamine Yamal ketika laga baru berjalan 3 menit 50 detik.
Belum cukup satu blunder, penyerang veteran Antoine Griezmann ikut melakukan kesalahan yang berujung gol kedua Barca melalui sepakan Ferran Torres pada menit ke-24. Griezmann kehilangan bola di zona pertahanan Atletico.
Namun, Atletico tidak menyerah. Meskipun terus ditekan menghadapi Barca yang seakan tidak puas hanya mencetak dua gol, tim tuan rumah justru mencetak satu gol yang mengembalikan keunggulan agregat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/f2ff5e680d9adf6e1d92d156e4cb2605-wires_photo_2_.jpg)
Ademola Lookman menyambut umpan silang Marcos Llorente pada menit ke-31. Gol itu merupakan tipikal peluang yang diciptakan Atletico melalui serangan balik dari sisi sayap. Sumbangan gol pemain yang datang pada musim dingin lalu itu membantu Atletico mengunci keunggulan agregat 3-2.
Setelah turun minum, permainan Atletico jauh lebih membaik. Serangan Barca gagal memberikan ancaman nyata bagi pertahanan Atletico. Koleksi tujuh penyelamatan yang dilakukan kiper Atletico Juan Musso juga membantu tim tuan rumah menjaga skor agregat hingga peluit akhir.
Di sisi lain, Atletico juga menyajikan sejumlah ancaman di kotak penalti Barca, salah satunya, hasil sepakan bek tengah Robin Le Normand yang diawali lemparan dalam jauh pada menit ke-74. Peluang itu digagalkan tepisan kaki kiper Barca Joan Garcia.
Saya sudah 14 tahun di tim, tetapi masih sangat bersemangat karena tim memiliki ambisi besar. (Diego Simeone)
Barca pun frustrasi karena gagal menambah gol pada menit-menit akhir laga. Bek tengah Eric Garcia diganjar kartu merah karena melakukan pelanggaran profesional yang menghalau peluang Alexander Sorloth berhadapan satu lawan satu.
Artinya, dua laga kontra Atletico di Liga Champions musim ini selalu diakhiri Barca dengan kekurangan satu pemain akibat kartu merah. Pada laga pertama, Pau Cubarsi menerima kartu merah karena situasi pelanggaran serupa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/4e2eca0fb37f80ab7cd22c84c2cb8a19-wires_photo.jpg)
”Saya sangat senang. Kami melakukan dua kesalahan yang nyaris menguapkan peluang kami bertahan di kompetisi. Pada akhirnya, kami terus berusaha untuk bangkit sehingga mampu mencetak gol. Kami berterima kasih atas dukungan para suporter,” kata Griezmann kepada Movistar.
Adapun Griezmann dipastikan akan menjalani musim pamungkas tampil di Liga Champions. Pada musim depan, ia akan hijrah ke Amerika Serikat untuk membela Orlando City.
Pelatih Atletico Diego Simeone mengapresiasi perjuangan anak asuhannya. Menurut dia, Barca memberikan pelajaran penting dalam upaya Atletico untuk kembali tampil di laga final demi mengangkat trofi ”Si Kuping Besar” untuk pertama kali.
”Ketika kami membuat kesalahan, mereka membuat kami menderita. Anak-anak merespons dengan baik dengan selalu berusaha menyerang meskipun mereka terus memaksa kami bertahan,” ucap Simeone dilansir Marca.
Atletico melanjutkan tren positif mereka menghadapi Barca di babak gugur Liga Champions. Memang, tren selalu menang Los Rojiblancos atas Barca di kompetisi antarklub Eropa tercoreng, tetapi mereka tetap mampu menyingkirkan Barca.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/4658c8ee7e9620ebb1226cb957490650-Screenshot_2026_04_15_12_15_39_308_com.android.chrome.jpg)
Hal itu serupa yang ditunjukkan Atletico pada musim 2013-2014 dan 2015-2016. Menariknya, keberhasilan menaklukkan Barca menjadi jalan Atletico bersama Simeone tampil di laga final. Pada dua final itu, Atletico takluk dari rival sekota, Real Madrid.
Lebih lanjut, Simeone tidak gentar dengan potensi timnya menghadapi Arsenal. Peluang berjumpa Arsenal cukup besar mengingat keunggulan agregat ”Si Meriam”, 1-0, atas Sporting Portugal menjelang laga kedua, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB.
”Kami menuju semifinal dengan seluruh antusiasme dan keyakinan. Kami tahu kekuatan dan kelemahan kami. Kami memiliki kepercayaan diri, kami siap, dan akan memburu sesuatu (trofi) yang sudah lama kami incar,” kata Simeone.
”Saya sudah 14 tahun di tim, tetapi masih sangat bersemangat karena tim memiliki ambisi besar. Para pemain berubah dan kami harus memulai ulang proyek tim. Kini, kami kembali berada di antara empat klub terbaik di Eropa,” ucapnya kemudian.
Sementara raut kekecewaan menyelimuti Barca. Para pemain tertunduk lesu di atas lapangan setelah peluit akhir ditiupkan wasit asal Perancis, Clement Turpin. Pelatih Barca Hans-Dieter Flick gagal dua musim beruntun membawa Barca juara Liga Champions, trofi yang pernah diraihnya bersama Bayern Muenchen pada musim 2019-2020.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/15/edc90385d9040a41c2dd5e46ded6d9ea-wires_photo_1_.jpg)
Flick mengakui semua pemainnya merasakan kesedihan mendalam akibat gagal melanjutkan perjalanan di Liga Champions. Berbagai usaha dan upaya, kata Flick, telah dijalankan timnya untuk membalikkan skor agregat.
”Inilah bagaimana sepak bola bekerja. Pemain telah memberikan segalanya dan melakukan tugas yang fantastis, tetapi pada akhirnya kami tetap gagal lolos (ke semifinal),” ucap Flick dilansir BBC.
Ambisi Barca untuk meraih treble winner musim ini dihancurkan oleh Atletico yang menyingkirkan mereka di Liga Champions dan Piala Raja Spanyol. Peluang juara Blaugrana kini tersisa di Liga Spanyol. (REUTERS)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra