Tanker India mendapat izin dari Iran untuk melewati ”rute khusus” keluar dari Selat Hormuz. Pelayaran mereka dipandu Garda Revolusi Iran.
01 Apr 2026 18:29 WIB · Internasional
AP
NEW DELHI, SELASA — Hampir tiga pekan, kapal tanker gas minyak cair atau LPG berbendera India, Pine Gas, tertahan di Selat Hormuz. Seharusnya Pine Gas tiba di India pada 6 Maret lalu setelah memuat kargo di Pelabuhan Ruwais, Uni Emirat Arab, sehari sebelum Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran pada 28 Februari 2026.
Kapal Pine Gas baru bisa melewati Hormuz dengan aman pada 23 Maret 2026 setelah mendapat izin dari Korps Garda Revolusi Iran. Itu pun tidak melalui ”jalur umum” yang biasa dilalui saat melewati Selat Hormuz.
Kepala Perwira Pelaksana Pine Gas, Sohan Lal, mengatakan, setiap hari saat sedang tertahan di Hormuz, seluruh awak yang berjumlah 27 orang melihat rudal dan pesawat nirawak terbang di atas mereka. Dari rekaman video yang dilihat kantor berita Reuters, setidaknya ada lima proyektil yang melesat di atas kapal saat malam hari.
Lal menceritakan, para pejabat India telah meminta awak kapal untuk siap-siap berlayar sekitar tanggal 11 Maret. Namun, perang kian parah dan pada tanggal 23 Maret, Pine Gas diizinkan bergerak lewat jalur ”rahasia”.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengarahkan dan memandu Pine Gas melewati rute ”tak normal” itu. Rute pelayaran itu melalui saluran sempit di utara Pulau Larak di lepas pantai Iran. Teheran mengatakan telah mengizinkan ”negara-negara sahabat”, termasuk China, Rusia, India, Irak, dan Pakistan, untuk melewati Hormuz.
Rute Larak, yang umumnya tidak digunakan oleh pelayaran kapal, direkomendasikan IRGC karena jalur reguler melalui Hormuz sudah dipenuhi ranjau. Pine Gas tidak membayar biaya apa pun untuk transit dan tidak ada seorang pun dari IRGC yang naik ke kapal.
Otoritas India dan pemilik kapal Pine Gas, Seven Islands Shipping, yang berbasis di Mumbai, setuju untuk melanjutkan perjalanan hanya jika semua awak kapal juga setuju. ”Mereka butuh jawaban ya atau tidak dari semua kru. Semua orang akhirnya setuju,” kata Lal.
Setelah berhasil melewati Selat Hormuz, Lal menceritakan, Angkatan Laut India kemudian memandu Pine Gas. Setelah memasuki Teluk Oman, ada empat kapal perang India Pine Gas hingga ke Laut Arab.
Lama perjalanan dari Hormuz ke Laut Arab sekitar 20 jam. Angkatan Laut India mengonfirmasi bahwa mereka mengawal kapal-kapal berbendera India setelah melintasi Hormuz. Kementerian Luar Negeri India mengatakan Angkatan Laut India telah hadir di Teluk Oman dan Laut Arab selama bertahun-tahun untuk mengamankan jalur laut bagi kapal-kapal India dan kapal-kapal lainnya.
India sangat bergantung pada impor LPG melalui jalur laut. Ratusan juta rumah tangga menggunakannya untuk memasak. Sepanjang tahun 2024, India memperoleh sekitar 50 persen pasokan energinya dari Teluk, dengan nilai sekitar 180 miliar dolar AS.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2026/04/01/faae72b1-0132-40a8-a7c8-8efedc0956cc_jpg.jpg)
Kapal Pine Gas, yang membawa 45.000 metrik ton LPG, awalnya dijadwalkan untuk bongkar muatan di pelabuhan pantai barat Mangalore. Namun, otoritas India mengarahkannya untuk membongkar muatan Pine Gas di pelabuhan Visakhapatnam dan Haldia.
Meski sudah ada enam kapal India yang berhasil keluar dari Hormuz, masih ada 18 kapal berbendera India dengan 485 pelaut India yang berada di Teluk Persia. Kantor berita Anadolu menyebutkan ada dua tanker LPG India, yakni BW Tyr dan BW Elm, yang sedang dalam perjalanan menuju India setelah melintasi Hormuz.
Kementerian Perminyakan dan Gas Alam India, Minggu, menyebutkan kedua kapal itu membawa muatan gabungan sekitar 94.000 metrik ton LPG.
”Semua pelaut India di wilayah tersebut aman. Tidak ada insiden yang melibatkan kapal berbendera India yang dilaporkan dalam 24 jam terakhir,” kata kementerian. Ditambahkan bahwa 18 kapal berbendera India dengan 485 pelaut India masih berada di wilayah Teluk Persia bagian barat. (REUTERS)
Penulis:
Luki AuliaEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar