Manchester City memerlukan gol-gol dari pahlawan ”bayangan” untuk memuluskan jalan ke zona lima besar. Kesetiaan suporter diuji rencana lonjakan harga tiket.
23 Apr 2025 12:54 WIB · Olahraga
MANCHESTER, RABU — Manchester City tengah mengalami masa-masa penurunan setelah menjalani empat musim dominasi di Liga Inggris. Meskipun gagal mempertahankan gelar liga, ”The Citizens” masih menyimpan dua ambisi, yakni lolos ke Liga Champions dan juara Piala FA. Di tribune, suporter City juga tengah berjuang melawan rencana klub menaikkan harga tiket mulai musim 2025-2026.
Jalan City untuk melanjutkan tradisi tampil di Liga Champions musim depan sedikit lebih ringan. Mereka menang 2-1 atas salah satu pesaing utama, Aston Villa, pada gim pekan ke-34 Liga Inggris, Rabu (23/4/2025) dini hari WIB, di Stadion Etihad.
Kemenangan penting itu dipastikan oleh bek sayap kanan, Matheus Nunes, di menit 90+4 setelah menerima umpan silang Jeremy Doku. City mengawali laga dengan baik berkat unggul cepat lewat sepakan Bernardo Silva pada menit ketujuh, tetapi eksekusi penalti penyerang Villa, Marcus Rashford, pada menit ke-18 menyajikan atmosfer ketegangan bagi City hingga akhir laga.
Manajer City Pep Guardiola tak henti berdiri dan berjalan mondar-mandir mengamati anak asuhannya di sisi lapangan. Saking tegangnya, Guardiola mendapatkan hukuman kartu kuning dari wasit Craig Pawson akibat mengumpat kepada wasit keempat.
Dominasi City dengan 62 persen penguasaan bola dan tujuh tembakan hampir saja tak berarti apa-apa. Mereka terperangkap dalam jebakan garis pertahanan rendah Villa, bahkan Villa sempat memiliki dua peluang besar melalui Rashford pada menit ke-39 dan ke-63. Ancaman itu disajikan melalui proses serangan balik cepat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/23/63620f0a7d61463782b4bde2d3c14705-wires_photo_2025_04_23T123934.695.jpg)
Selain mencetak dua gol yang dihasilkan lewat tembakan perdana dan pamungkas di laga itu, City tidak mampu memberikan ancaman berarti bagi pertahanan Villa. Gaya taktik tanpa penyerang murni City tak berjalan dengan baik.
Meskipun hasilkan enam tembakan tepat sasaran, peluang itu hanya hasilkan 1,09 expected goals (xG). Adapun Villa memiliki 1,68 xG. Namun, The Citizens menunjukkan bahwa kunci kemenangan adalah efektivitas memaksimalkan peluang, bukan didasari koleksi kreasi peluang lebih banyak.
”Aston Villa adalah salah satu tim terbaik saat ini, tetapi kami bermain seperti di musim-musim terdahulu yang menunjukkan komitmen tinggi,” ucap Guardiola seusai laga dilansir BBC.
Nunes ibarat pahlawan ”bayangan” bagi City untuk kemenangan atas Villa. Ketika tanpa memiliki sumber gol Erling Haaland, The Citizens mendapatkan solusi gol dari sosok pahlawan yang sebelumnya tidak diprediksi.
Pada laga menghadapi Everton, akhir pekan lalu, pemain muda, Nico O’Reilly, yang mengangkat beban skuad City lewat golnya di menit ke-84. Setelah gol O’Reilly, City mengunci kemenangan dari Stadion Goodison Park melalui sepakan Mateo Kovacic pada masa tambahan waktu babak kedua.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/23/95d5b9786499eef64b4b11eceb3d80d2-wires_photo_2025_04_23T124833.276.jpg)
Hal yang menarik ialah Nunes dan O’Reilly diberikan posisi baru oleh Guardiola. Alih-alih bermain di lapangan tengah, keduanya dididik Guardiola untuk menempati pos bek sayap.
Gol dalam dua gim beruntun membuktikan posisi baru itu tidak menghambat peran menyerang mereka. Guardiola pun semakin yakin dengan keduanya karena tampil beriringan di kedua sisi lapangan sejak sepak mula dalam dua gim terakhir.
Nunes mengakui sudah mulai terbiasa dengan peran baru. Sebagai bek sayap, kata pemain asal Portugal itu, dirinya tidak hanya berpikir untuk membantu tim dalam menyerang, tetapi juga memahami pergerakan pemain menyerang lawan.
”Sebagai bek sayap, saya harus hati-hati untuk mengantisipasi serangan balik dan melihat posisi sayap kiri lawan. Saya juga mencoba untuk menyadari posisi terbaik saya. Saya senang bisa hadir di tempat yang tepat untuk menciptakan gol kemenangan,” kata Nunes dilansir laman klub.
Tiga kemenangan beruntun yang sudah dicatatkan City selama bulan ini membantu mereka menjaga persaingan di zona lima besar untuk tiket Liga Champions. Dengan koleksi 61 poin, anak asuhan Guardiola sudah unggul empat poin dari Villa yang duduk di peringkat ketujuh.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/23/3789d757087c617ea914e2e41aff222f-wires_photo_2025_04_23T124234.135.jpg)
City bersaing dengan Nottingham Forest, Newcastle United, Chelsea, serta Villa untuk memperebutkan tiga jatah tersisa ke Liga Champions. Dua kuota lainnya sudah dalam genggaman Liverpool dan Arsenal.
Merujuk data Opta, City dijagokan finis di posisi lima besar. Peluang mereka menghuni posisi ketiga sampai kelima sebesar 83,5 persen.
”Lolos ke Liga Champions penting. Kami harus tetap tenang. Kami perlu fokus dulu untuk semifinal Piala FA (kontra Forest), lalu kami akan mempersiapkan empat final, dua kandang dan dua tandang, demi tiket Liga Champions,” tutur Guardiola.
Ketika skuad City tengah berjuang untuk memenuhi dua target di Liga Inggris dan Piala FA, para suporter juga tengah berjuang dari tribune. Mereka menentang kebijakan klub untuk menaikkan harga tiket mulai musim depan.
Di musim ini, City adalah salah satu klub dengan harga tiket terusan satu musim terendah di Liga Inggris. Mereka mulai menjual tiket musiman seharga 425 pounds (Rp 9,5 juta).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/23/b56e9f317534a21132563736978feb4a-wires_photo_2025_04_23T124557.655.jpg)
Angka itu lebih rendah dari harga tiket terusan terendah tim-tim dengan nama besar lainnya, seperti Manchester United (579 pounds), Liverpool (713 pounds), Chelsea (787,5 pounds), dan Arsenal (921,5 pounds). Alhasil, nominal tiket terusan paling murah City masih di bawah rerata harga tiket kategori serupa untuk enam klub besar Inggris yang mencapai 714 pounds (Rp 16,02 juta).
Manajemen berkilah peningkatan harga tiket itu juga untuk membantu pengembangan tim. Meski begitu, Guardiola membela para suporter.
”Saya tidak membayar tiket, tetapi saya memahami perasaan itu. Kami ingin mereka datang dan selalu memenuhi stadion setiap pertandingan,” tutur juru taktik asal Catalan itu.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra