Permata Baru Arsenal dari Hale End, Sambutlah Max Dowman

Max Dowman, bocah 15 tahun, menjadi sosok paling bersinar dalam tur pramusim Arsenal di Singapura. Usia Dowman tidak sesuai dengan kemampuannya yang terlihat matang.

28 Jul 2025 06:02 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa

SINGAPURA, MINGGU — Akademi Arsenal, Hale End, seperti tidak bisa berhenti melahirkan pemain muda berbakat. Setelah Bukayo Saka dan Myles Lewis-Skelly, kali ini giliran bocah 15 tahun Max Dowman yang menunjukkan potensi besarnya di tim senior Arsenal.

Dowman menjadi buah bibir setelah laga pramusim terakhir Arsenal di Stadion Nasional Singapura, versus Newcastle United, Minggu (27/7/2025) WIB. Masuk dari cadangan pada menit ke-60, gelandang serang yang bisa bermain di posisi sayap itu sukses menginspirasi kemenangan Arsenal 3-2.

Gol penentu kemenangan Arsenal dicetak lewat tendangan penalti kapten tim Martin Odegaard. Penalti itu dihasilkan oleh Dowman. Dia memaksa gelandang veteran lawan Joelinton untuk menjatuhkannya di kotak penalti. Sebelum insiden itu, Dowman terlebih dulu melewati bek Matt Targett.

”Istimewa. Apa yang dia lakukan hari ini adalah sesuatu yang tidak biasa disaksikan dari pemain 15 tahun. Kami sangat senang bisa memilikinya. Lingkungan di sekitarnya, keluarga dan orang-orang di klub, sangat membantunya berada di posisi saat ini,” kata Manajer Arsenal Mikel Arteta.

Dowman, menggantikan Saka, berhasil menciptakan kekacauan di sisi kiri pertahanan Newcastle sejak masuk. Pemain tim Inggris U-17 itu terlalu lincah, cepat, dan cerdik untuk bek lawan. Gaya bermainnya sedikit mengingatkan kepada sosok pesepak bola legendaris Lionel Messi.

Gelandang kidal tersebut selalu mengancam lewat aksi individu. Saat baru 10 menit diturunkan, Dowman sudah menciptakan peluang berbahaya dengan melepaskan diri dari tiga pemain sekaligus. Dia menembak dengan kencang dari luar kotak penalti, tetapi masih bisa ditepis kiper Nick Pope.

Arsenal’s Bukayo Saka attends a pre-season training session ahead of their football match against Newcastle United at the National Stadium in Singapore on July 25, 2025. (Photo by Roslan RAHMAN / AFP)

Dowman hanya bermain selama 30 menit waktu normal. Namun, dia berhasil menjadi pencatat terbanyak di kubu Arsenal dalam tembakan tepat sasaran dari permainan terbuka (2 kali) dan dilanggar lawan (3 kali). Catatan itu cukup menggambarkan betapa berbahaya sang remaja.

Sang gelandang terlihat kurus kering dibandingkan standar pemain Liga Inggris, khususnya Newcastle. Meskipun demikian, itu bisa diatasi dengan kelincahan dan keterampilan teknis di atas rata-rata. Messi juga tidak kekar, tetapi bisa melewati lawan dan memancing pelanggaran dengan mudah.

Rio Ferdinand, mantan bek andalan timnas Inggris, sampai tertarik mengomentari Dowman. ”Saya sudah membicarakannya sejak November lalu. Jika Anda belum melihat kumpulan aksinya, lihat sekarang di internet. Dia adalah pemain 15 tahun terbaik di negara ini, mungkin Eropa, mugkin dunia,” katanya.

Dowman pertama kali mencuri perhatiaan di Liga Inggris U-18 musim 2024-2025. Dia yang ketika itu masih berusia 14 tahun sudah tampil bersama pemain yang lebih tua. Menariknya, pemain setinggi 183 sentimeter itu mampu bersinar dengan catatan 15 gol dan 5 asis dari 15 penampilan.

Arteta melihat potensi besarnya. Sang manajer sering mengajak Dowman untuk berlatih bersama tim senior pada paruh kedua musim. Arteta sempat berpikir untuk memasukkannya ke dalam skuad utama saat banyak pemain cedera, tetapi terhalang aturan batas usia minimal di liga.

Berkat performa cemerlang itu pula, Dowman terpilih masuk ke dalam skuad timnas Inggris U-17. Dia tampil di Piala Eropa U-17, Mei lalu, dan menyumbang 1 gol dan 1 asis. Penampilan tersebut semakin membuka mata banyak orang terhadap bakat besar sang ”bocah ajaib”.

AC Milan's Rafael Leão, right and Arsenal's Martin Zubimendi, center fights for the ball during a friendly match at the Singapore Festival of Football held at the National Stadium in Singapore, Wednesday, July 23, 2025. (AP Photo/Vincent Thian)

Dowman dibawa oleh Arteta dalam tur pramusim Asia kali ini karena sudah bisa tampil di Liga Inggris musim depan. Berdasarkan aturan Liga Inggris, pemain harus sudah berusia minimal 15 tahun saat registrasi skuad ditutup. Adapun Dowman akan berusia 16 tahun pada 31 Desember 2025.

Jalan Dowman untuk menuju tim utama terbuka lebar. Musim lalu, Arteta berhasil mempromosikan Lewis-Skelly (18) dan Ethan Nwaneri (18) dari akademi. Keduanya sering tampil reguler. Lewis-Skelly bahkan sampai dipanggil ke timnas Inggris berkat performa konsisten di posisi bek sayap.

Di Arsenal, Dowman dibimbing langsung oleh gelandang senior asal Inggris, Declan Rice. Mereka terlihat sering berbincang baik sebelum, saat, maupun setelah pertandingan. Keberadaan sosok mentor tersebut akan mempermudah adaptasinya di level profesional.

”Di usia 15, jalannya masih sangat panjang. Anda bisa saja menjadi pemain 15 tahun terbaik di negara ini, tetapi bukan berarti Anda akan kembali (jadi yang terbaik) di usia 18. Jadi Anda harus tetap lapar, bekerja keras, dan terus mendorong. Saya sering berbicara dengan Max. Dia luar biasa,” kata Rice.

Sejak zaman manajer legendaris Arsenal, Arsene Wenger, Hale End sudah sering menghasilkan para pemain bintang. Mulai dari Cesc Fabregas, Jack Wilshere, hingga Ashley Cole. Tradisi itu kembali dilanjutkan di era Arteta. Sosok kunci dalam keberhasilan saat ini adalah Per Mertesacker.

Mertesacker menjabat manajer akademi klub sejak 2018. Mantan kapten Arsenal di bawah rezim Wenger itu sangat mengenal filosofi dan kebutuhan tim. Dia menyiapkan para pemain muda agar langsung siap dipetik oleh tim utama. Saka merupakan salah satu pemain terbaik yang berhasil dipromosikan olehnya. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto