Gyokeres tidak hanya menghadirkan sosok mesin gol, tetapi juga membuka dimensi baru serangan Arsenal. Harapan besar tertumpu kepada nomor 14 baru ”Si Meriam”.
27 Jul 2025 06:03 WIB · Olahraga
Tidak banyak tim yang bisa merepotkan Paris Saint-Germain pada musim lalu. Arsenal salah satu yang mampu. ”Si Meriam” menghasilkan lebih banyak peluang dalam dua laga semifinal Liga Champions. Namun, pada akhirnya PSG berhasil lolos ke partai puncak karena lebih efisien dalam memanfaatkan peluang.
Di Liga Inggris musim lalu, Arsenal menjadi tim paling sulit dikalahkan. Mereka hanya empat kali kalah, sama seperti Liverpool. Mereka pun berstatus tim dengan pertahanan terbaik, hanya kemasukan 34 gol. Meskipun terlihat dominan, tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu harus puas menerima status runner-up untuk tiga kali beruntun.
Penyebab kegagalan Arsenal di dua kompetisi tersebut sudah sangat jelas, yaitu kekurangan sosok mesin gol atau penyerang kelas dunia. Persoalan itu berupaya diselesaikan di jendela transfer musim panas ini dengan mendatangkan penyerang tim nasional Swedia, Viktor Gyokeres, dari Sporting CP.
Gyokeres resmi diboyong Arsenal dengan nilai transfer total 63,5 juta poundsterling (Rp 1,39 triliun) pada Minggu (27/7/2025) WIB. Setelah saga transfer yang berlarut-larut, termasuk penolakan sang penyerang untuk kembali berlatih bersama Sporting, dia akhirnya menandatangani kontrak selama lima tahun bersama Si Meriam.
Siapa lagi yang lebih tepat dibandingkan Gyokeres untuk menyelesaikan masalah berkepanjangan Arsenal? Mungkin tidak ada. Dia datang ke London Utara dengan membawa catatan 97 gol untuk Sporting dalam dua musim terakhir. Tidak diragukan lagi, Gyokeres merupakan striker paling panas di Eropa saat ini.
”Konsistensi yang dia tunjukkan dalam penampilan dan ketersediaannya sungguh luar biasa. Kontribusi golnya bisa berbicara sendiri. Viktor punya banyak kualitas. Dia cepat dan tangguh, serta punya tingkat konversi peluang yang tinggi,” kata Arteta yang pertama kali mendatangkan penyerang ”nomor 9” di rezimnya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/06/26ce3371-e37e-4267-a21b-4e3f68b4d6b2_jpg.jpg)
Gyokeres, mewarisi nomor punggung 14 yang pernah dipakai pemain legendaris Thierry Henry, merupakan penyerang murni. Fokus dan tujuannya di lapangan selalu mengonversi peluang jadi gol. Dia menawarkan kualitas tinggi dalam penyelesaian akhir, tembakan keras seperti ledakan meriam, yang tidak dimiliki pemain Arsenal lain.
Menariknya, Gyokeres bukan hanya akan diharapkan sebagai mesin gol. Dia juga akan membuka dimensi baru di lini depan untuk menambah kompleks serangan Arsenal. Seperti kata Arteta, salah satu kelebihan terbesar pemain 27 tahun itu adalah pergerakan cerdas nan konstan di kotak penalti khas penyerang ”nomor 9”.
Sepanjang musim lalu, Arsenal selalu mengandalkan serangan sayap untuk menghadapi blok rendah lawan. Masalahnya, pola serangan itu monoton. Saat penyerang sayap menguasai bola, para pemain lain langsung berlari ke tiang jauh untuk menerima umpan silang. Pola itu masih terlihat di laga pramusim versus AC Milan, Rabu lalu.
Gyokeres menawarkan hal berbeda. Pemain bertubuh kekar itu sering berlari ke ruang kosong di tiang dekat. Dari posisi tersebut, dia akan menembak bola langsung atau justru mengirimkan umpan lanjutan ke depan gawang. Semua bisa dilakukan berkat fisik prima, kecerdasan, dan kemampuan menggunakan kedua kaki dengan sama baik.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/27/9934192ec62e3e5717ef2f73a51d5d62-AFP_67XJ8CQ.jpg)
Arsenal tidak memiliki pemain yang bisa membuat perbedaan di ruang sempit. Kai Havertz, penyerang utama Si Meriam selama ini, sering kalah beradu fisik dari bek-bek tangguh di Liga Inggris. Adapun Gyokeres diibaratkan bagai mesin yang tidak bisa dihentikan apa pun oleh mantan pelatihnya di Coventry City, Adi Viveash.
Arsenal, di Liga Inggris musim lalu, tertinggal sangat jauh dari Liverpool akibat sering gagal menjaga keunggulan. Mereka mampu unggul lebih dulu, tetapi tidak bisa mencetak gol kedua untuk menyudahi laga. Alhasil, Martin Odegaard dan rekan-rekan kehilangan total 21 poin dari posisi unggul sepanjang musim 2024-2025.
Permasalahannya berada di efisiensi dalam transisi serangan balik. Mereka sering melewatkan kesempatan saat pertahanan lawan sudah terbuka lebar. Menurut data Whoscored, Arsenal hanya mencatat 28 kali tembakan dari serangan balik pada musim lalu. Jumlah itu terbilang sedikit, berada di urutan ke-14 Liga Inggris.
Di sisi lain, Gyokeres merupakan senjata utama dalam transisi cepat Sporting. Pemain setinggi 189 sentimeter itu mencetak lima gol dari serangan balik di Liga Portugal musim lalu. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak di liga. Kuncinya terletak di kecepatan lari, kegigihan, dan insting tingkat tinggi.
Gyokeres sering berdiri sejajar di garis pertahanan lawan saat situasi transisi. Dia menunggu umpan terobosan dengan tetap berada di area sentral. Di situasi serupa, Havertz akan lebih cenderung melebar atau membuka ruang dengan mundur ke lini tengah. Saat momen datang, Gyokeres akan langsung menggiring bola ke gawang.
Contohnya, saat Gyokeres membobol gawang Manchester City di laga babak grup Liga Champions, November 2024. Dia mengeksploitasi pertahanan tinggi City dengan pergerakan tanpa bola. Saat mendapat umpan terobosan, sang penyerang tidak takut beradu lari dengan pemain terakhir City, Jahmai Simpson-Pusey. Gol pun tercipta hanya dalam hitungan detik.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/27/bef4b4f98c4da26749701a30a2cc7f9c-Untitled_design.png)
Gyokeres berprinsip, bola harus sampai ke gawang lawan secepat mungkin. ”Saya selalu ingin mencetak gol. Di Arsenal, dengan dukungan dari para pemain yang luar biasa di tim, itu akan membantu saya untuk tampil lebih baik lagi. Saya sangat bersemangat untuk memulai perjalanan ini,” katanya, seperti dikutip situs resmi klub.
Bersama Gyokeres, tidak ada jaminan Arsenal akan langsung juara pada musim berikutnya. Hanya satu hal yang pasti, mereka akhirnya memiliki profil pemain yang dicari-cari selama beberapa tahun terakhir. Posisi ujung tombak yang selalu menjadi titik lemah Si Meriam, kini bisa digunakan sebagai senjata baru.
Gyokeres sudah mencuri hati banyak pendukung Arsenal bahkan sebelum bermain. Semua karena kegigihannya untuk berlabuh di London Utara. Dia menembus berbagai rintangan tanpa memikirkan risiko terhadap kariernya, mulai dari ”perang dingin” dengan Sporting, memotong pendapatan, sampai menolak tawaran uang besar klub-klub lain.
Terlepas dari animo besar terhadap kedatangannya, penyerang yang memiliki selebrasi khas seperti pahlawan bertopeng itu masih harus membuktikan diri. Selain datang dari Liga Portugal yang kurang kompetitif, Gyokeres pernah gagal total ketika membela klub Inggris, Brighton and Hove Albion. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto