Bayern Muenchen menunjukkan kematangan saat Bayer Leverkusen menampilkan kerentanan. Bayern seperti mengajarkan bagaimana cara bermain di Liga Champions.
12 Mar 2025 06:52 WIB · Olahraga
LEVERKUSEN, RABU — Bayern Muenchen menegaskan, setiap kompetisi memiliki aura berbeda. Liga Champions adalah habitat mereka. Bayern merobek keunggulan tim rival Bayern Leverkusen di atas kertas dengan mendominasi mutlak dalam laga kandang dan tandang. Lima gol memisahkan kedua tim raksasa Jerman tersebut.
Kematangan skuad Bayern terpancar jelas di markas Leverkusen, Stadion BayArena, dalam laga kedua babak 16 besar, Rabu (12/3/2025) dini hari WIB. Sudah unggul agregat 3-0, tim asuhan pelatih kepala Vincent Kompany enggan bermain aman. Mereka berinisiatif mengendalikan permainan dan berhasil menang lagi 2-0.
Dua gol, dari Harry Kane dan Alphonso Davies, melengkapi pesta Bayern. ”Tidak mudah ketika unggul tiga gol (setelah laga pertama) secara psikologis, tetapi kami memberikan performa hebat lagi hari ini. Bisa mengalahkan tim seperti mereka dengan lima gol dari dua laga cukup untuk menunjukkan siapa kami,” kata Kane.
Bayern melaju ke perempat final dengan agregat 5-0. Skor bertolak belakang dengan perhitungan matematika di atas kertas. Sebelum duel di Liga Champions, Leverkusen tidak pernah kalah dari Bayern dalam enam pertemuan beruntun (3 menang dan 3 imbang). Bayern bahkan hanya mampu mencetak empat gol dari seluruh laga itu.
Enam gelar juara Bayern di Liga Champions, berbanding nol milik Leverkusen, menjadi jurang pemisah. Segudang pengalaman skuad Bayern di kompetisi tersebut berbicara banyak. Mereka sangat disiplin saat bertahan dan tenang ketika menguasai bola. Berbanding terbalik dengan Leverkusen yang tampak terburu-buru.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/12/5d00010066d4fc977c8fabb7abdf7402-Germany_Soccer_Champions_League_1_.jpg)
Leverkusen yang terakhir kali lolos ke perempat final pada musim 2001-2002 membuat terlalu banyak kesalahan. Gol pembuka Kane bermula dari kesalahan antisipasi penyerang Patrik Schick di kotak penalti. Setelah tertinggal 0-1 di kandang, harapan tim ini langsung pupus. Nyaris mustahil mengejar empat gol dengan sisa kurang dari 40 menit.
Tim asuhan pelatih kepala Xabi Alonso itu harus menanggung beban kesalahan yang terlalu besar pada laga pertama. Mereka kalah telak di kandang Bayern karena kecerobohan para pemain. Mulai dari blunder kiper Matej Kovar, pelanggaran bek sayap Nordi Mukiele yang berujung kartu merah, hingga pelanggaran bek tengah Edmond Tapsoba di kotak penalti.
”Liga Champions adalah kompetisi di mana anda tidak bisa membuat banyak kesalahan dan kami membuat terlalu banyak. Kami butuh sesuatu yang spektakuler hari ini, tetapi (rencana) tidak bekerja. Performa tim baik, hanya saja kekurangan kualitas dan efisiensi,” kata Alonso, peraih dua kali trofi Liga Champions sebagai pemain.
Kehilangan pemain andalan Florian Wirtz yang absen akibat cedera juga sangat membebani tim tuan rumah. Tanpa penyumbang kontribusi gol terbanyak dalam tim itu, Leverkusen minim kreativitas di sepertiga akhir. Mereka hanya berupaya memanfaatkan keunggulan tinggi badan Schick dengan umpan-umpan silang.
Duet bek Bayern Kim Min-jae dan Dayot Upamecano patut diapresiasi karena mampu memimpin lini pertahanan dengan sangat solid. Tim tamu hanya kecolongan tiga tembakan ke gawang selama 90 menit. Kiper 21 tahun Jonas Urbig yang menggantikan pemain veteran Manuel Neuer juga tampil cukup tenang.
Di sisi lain, pasukan lini serang Bayern begitu memukau. Ancaman dari Kane, Jamal Musiala, Michael Olise, dan Kingsley Coman membuat Leverkusen tidak berani terlalu ofensif. Musiala nyaris menambah sepasang gol untuk Bayern setelah unggul 2-0, tetapi percobaan itu membentur tiang dan mistar gawang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/12/aabd34540f88ce063b217001d14f1aa4-Germany_Soccer_Champions_League_3_.jpg)
Kane terpilih menjadi pemain terbaik di laga tersebut dengan sumbangan satu gol dan satu asis. Sang penyerang sedang berapi-api di Liga Champions, sudah mencetak 10 gol dan 2 asis pada musim ini. Hanya penyerang sayap Barcelona, Raphinha (11 gol), yang melebihi catatan gol milik Kane.
”Motivasi Kane, motivasi pribadinya, adalah sesuatu yang tidak perlu saya bicarakan terlalu banyak. Sangat membantu ketika anda punya pemain top yang ingin berlari, berkompetisi, seperti pemain muda. Ketika anda lihat dia mempersiapkan diri, anda akan tenang sebagai pelatih,” puji Kompany.
Kondisi Leverkusen semakin terdesak musim ini. Mereka tersingkir dari Liga Champions pada babak awal dan tertinggal delapan poin dari Bayern di Liga Jerman. Hanya Piala Jerman satu-satunya trofi yang paling realistis untuk diraih. Saat bersamaan, Bayern bisa terus bermimpi untuk bisa tampil di final Liga Champions yang akan berlangsung di markas mereka, yaitu Stadion Allianz Arena. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko Prihananto