Perpisahan Panda China di Jepang

Ribuan warga Jepang memadati Kebun Binatang Ueno di Tokyo untuk melihat terakhir kalinya panda kembar yang akan kembali ke China.

18 Des 2025 11:25 WIB · Internasional

AP/Eugene Hoshiko

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Hubungan antara Jepang dan China memburuk sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan bahwa militer Jepang dapat terlibat jika China memberlakukan blokade angkatan laut atau tindakan lain terhadap Taiwan pada awal November 2025 lalu. Beijing mengklaim Taiwan, pulau yang berpemerintahan sendiri, sebagai miliknya.

Sejak saat itu, China membatasi pariwisata ke Jepang dan acara budaya. Sementara pertukaran antarpemerintah daerah telah dibatalkan. Perselisihan tersebut meningkat bulan ini ketika berlangsung latihan militer China yang melibatkan kapal induk di dekat Jepang. Ini mendorong Tokyo untuk mengerahkan jet tempurnya.

Antrean pengunjung untuk melihat panda raksasa Xiao Xiao dan Lei Lei di Kebun Binatang Ueno di Tokyo, Selasa (16/12/2025), sehari setelah Jepang mengumumkan panda akan dikembalikan ke China pada Januari 2026.

Jepang juga memprotes bahwa pesawat-pesawatnya menjadi sasaran penguncian radar berulang kali. Tindakan itu dianggap sebagai kemungkinan persiapan untuk penembakan rudal.

Namun, yang lebih membuat masyarakat Jepang terkejut adalah saat Pemerintah Metropolitan Tokyo, Senin (15/12/2025), mengumumkan bahwa panda Xiao Xiao dan saudara perempuannya, Lei Lei, akan kembali ke China pada akhir Januari 2026. Hari terakhir mereka diperlihatkan kepada publik adalah tanggal 25 Januari.

China mengirimkan sepasang panda pertama ke Jepang pada tahun 1972 untuk menandai normalisasi hubungan diplomatik kedua negara. Sejak saat itu, Jepang tidak pernah kekurangan panda.

Reaksi sedih pengunjung setelah melihat panda raksasa akan kembali ke China.
Pengunjung antre untuk memasuki zona panda di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, Jepang, Selasa (16/12/2025).
Panda raksasa Xiao Xiao memakan bambu di Kebun Binatang Ueno di Tokyo, Jepang, Selasa (16/12/2025), sehari setelah Jepang mengumumkan panda akan dikembalikan ke China pada Januari 2026.

Panda raksasa yang berasal dari wilayah barat daya China juga berfungsi sebagai maskot nasional tidak resmi. Beijing meminjamkan panda ke negara lain sebagai tanda niat baik, tetapi tetap mempertahankan kepemilikan atas panda tersebut dan anak-anak panda yang dihasilkan.

Pada Juni 2021, bayi panda kembar lahir di Kebun Binatang Ueno, Tokyo. Kedua bayi panda itu dibesarkan di sana, tetapi masih dipinjamkan China dan harus dikembalikan paling lambat pada Februari 2026.

Pengunjung melihat panda raksasa Xiao Xiao yang akan dikembalikan ke China pada Januari 2026. 


AP/Eugene Hoshiko

Perpisahan panda

Setiap hari, ribuan orang memadati Kebun Binatang Ueno di Tokyo untuk melihat terakhir kalinya panda kembar yang akan kembali ke China bulan depan. Mereka khawatir tidak dapat melihat penggantinya di Jepang seiring memburuknya hubungan Tokyo dan Beijing.

Antrean panjang selalu terlihat di luar kebun binatang setiap hari. Pengunjung dibatasi berada di zona panda selama satu menit. Suasana emosional terlihat saat pengunjung meneriakkan nama si kembar dan mengambil foto atau video saat keduanya mengunyah ranting bambu atau berjalan-jalan. Beberapa pengunjung juga menangis saat harus meninggalkan zona panda. 

Panda raksasa Xiao Xiao memakan bambu di Kebun Binatang Ueno di Tokyo, Jepang, Selasa (16/12/2025).
Gambar panda raksasa Xiao Xiao dan Lei Lei dipasang di Kebun Binatang Ueno, Tokyo, Jepang, Selasa (16/12/2025), sehari setelah Jepang mengumumkan bahwa panda tersebut akan dikembalikan ke China pada Januari 2026.

Menurut pihak kebun binatang, mulai pekan depan, sebanyak 4.800 pengunjung telah memesan tiket secara daring untuk bisa melihat si kembar selama satu menit. Kebun binatang tersebut berencana mempromosikan hewan lain pengganti panda. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti