Persaingan Papan Tengah Memanas demi Zona Eropa

Perburuan tiket Liga Europa dan Liga Konferensi Eropa jatah Liga Inggris mengerucut kepada lima tim. Inkonsistensi tim-tim itu membuat persaingan sulit diterka.

24 Feb 2025 14:39 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

BRIGHTON & HOVE, SENIN — Lima tim memanaskan persaingan untuk memperebutkan tiket Liga Europa dan Liga Konferensi Eropa musim depan. Susunan peringkat mereka berpeluang mengalami perubahan setelah merampungkan laga pekan ke-27 yang dilaksanakan berbarengan, Rabu (26/2/2025) pukul 02.30 WIB.

Lima tim yang menghuni posisi keenam hingga ke-10 Liga Inggris hingga pekan ke-26 akan menjalani duel yang menentukan tengah pekan ini. Pertarungan Brighton & Hove Albion (peringkat ke-9/poin 40) kontra Bournemouth (6/43) di Stadion AMEX adalah satu-satunya laga yang mempertemukan tim yang bersaing langsung di zona Eropa non-Liga Champions.

Tiga tim lain, yaitu Chelsea (7/43), Aston Villa (8/42), dan Fulham (10/39), juga akan menjalani pertandingan pada waktu yang bersamaan. Chelsea akan menjamu tim juru kunci, Southampton, di Stadion Stamford Bridge, lalu Aston Villa bermain di kandang Crystal Palace serta Fulham bertandang ke markas Wolverhampton Wanderers.

Merujuk jatah terkini kompetisi antarklub Eropa musim depan, maka hanya tim yang menduduki klasemen akhir di peringkat keenam dan ketujuh yang bakal tampil pada kompetisi kontinental musim depan. Tim peringkat keenam berlaga di Liga Europa, sedangkan posisi ketujuh mendapat jatah tampil di Liga Konferensi Eropa.

Pemain Aston Villa Marcus Rashford (kiri) berebut bola dengan pemain Chelsea Malo Gusto pada laga Liga Inggris di Stadion Villa Park, Birmingham, Sabtu (22/2/2025). Villa menang 2-1 pada laga itu.

Namun, jatah itu bisa bertambah atau berkurang merujuk pada performa duta Inggris dalam kompetisi Eropa musim ini, kemudian peraih juara Piala Liga Inggris dan Piala FA. Jika ada tim Inggris yang melaju sampai final tiga kompetisi Eropa edisi 2024-2025, Liga Inggris berpeluang mengirim lima tim ke Liga Champions 2025-2026.

Selanjutnya, apabila kampiun Piala Liga Inggris dan Piala FA menghuni zona Liga Champions, maka jatah dua Liga Europa dan satu Liga Konferensi Eropa akan diperuntukkan bagi tim peringkat keenam hingga kedelapan.

Alhasil, lima tim posisi keenam hingga ke-10 memiliki peluang besar untuk mengejar tiket Eropa tersisa. Laga Brighton menghadapi Bournemouth bakal memberikan pengaruh besar bagi kedudukan tim di zona Eropa.

Kemenangan akan membantu Brighton menyamai perolehan poin Bournemouth sehingga kian mengetatkan persaingan di zona Eropa. Adapun dengan tambahan tiga poin, Bournemouth membuka asa tidak hanya menjaga posisi enam, tetapi juga berpeluang merangsek ke peringkat empat besar. Pasalnya, tim berjuluk ”The Cherries” itu hanya berselisih satu poin dari Manchester City yang duduk di posisi keempat.

Pemain Bournemouth Marcus Tavernier (atas) dijegal oleh pemain Wolverhampton Wanderers Joao Gomes pada laga Liga Inggris di Stadion Vitality, Bournemouth, Sabtu (22/2/2025). Bournemouth kalah 0-1 pada laga itu.

Setelah mengalami kekalahan mengejutkan 0-1 dari Wolves, Sabtu (22/2/2025), Bournemouth menunjukkan gejala inkonsistensi pada Februari ini. Mereka sudah menelan dua kekalahan dari tiga gim dan hanya sekali meraup kemenangan.

Hasil itu amat kontras dibandingkan tren 11 nirkalah yang telah dicapai Bournemouth pada periode November 2024 hingga Januari 2025. Kekalahan dari pemuncak klasemen, Liverpool, pada awal Februari lalu meruntuhkan rekor ciamik itu.

Menariknya, tim terakhir yang menumbangkan Bournemouth sebelum menjalani 11 gim tak terkalahkan itu ialah Brighton. The Cherries tumbang 1-2 oleh Brighton pada duel pertama di Stadion Vitality. Namun, hasil negatif itu adalah titik balik bagi penampilan Bournemouth musim ini.

Tiga kekalahan terakhir yang dialami Bournemouth tercipta di kandang sendiri. Untuk gim tandang, mereka belum pernah pulang tanpa poin setelah tumbang 0-1 oleh Leicester di Stadion King Power, 5 Oktober lalu. Bournemouth sudah menjalani delapan laga tandang tanpa kalah. Mereka mengemas lima kemenangan, di antaranya dari markas Manchester United dan Newcastle United, serta tiga kali imbang.

Pemain Brighton and Hove Albion Kaoru Mitoma (kanan), bersama rekan-rekannya, merayakan golnya ke gawang Southampton di Stadion St Mary's, Southampton, Sabtu (22/2/2025). Brighton menang 4-0 pada laga itu.

Hasil itu menjadi modal Bournemouth untuk membalas kekalahan di gim pertama dari Brighton. Mereka juga tidak ingin kembali tergelincir yang bisa mengakibatkan mimpi tampil dalam kompetisi Eropa untuk pertama kali menguap.

”Kami akan berusaha untuk bangkit dan meraih hasil lebih baik. Kami tidak memiliki waktu cukup untuk mempersiapkan diri menghadapi Brighton, tetapi kami fokus memulihkan diri demi melakukan segalanya secara berbeda,” ujar Manajer Bournemouth Andoni Iraola, dilansir The Independent, Senin (24/2/2025).

Jaga konsistensi

Sementara itu, Brighton menunjukkan peningkatan signifikan setelah dibenamkan Nottingham Forest, 0-7, pada 1 Februari lalu. Dua gim Liga Inggris berikutnya dilalui dengan kemenangan berkat koleksi tujuh gol dan nirbobol. Mereka menaklukkan Chelsea, 3-0, dan Southampton, 4-0.

Menurut Manajer Brighton Fabian Hurzeler, performa anak asuhannya semakin dewasa dari pekan ke pekan. Tidak hanya dalam upaya mengontrol pertandingan, tetapi juga dalam sejumlah fase untuk menciptakan peluang.

Pemain Chelsea Enzo Fernandez (kanan) merayakan golnya ke gawang Aston Villa pada laga Liga Inggris di Stadion Villa Park, Birmingham, Sabtu (22/2/2025). Chelsea kalah 1-2 pada laga itu.

”Paling penting adalah kami melaju langkah demi langkah, gim demi gim. Hari Selasa (Rabu WIB) menghadapi Bournemouth adalah kesempatan selanjutnya untuk membuktikan kualitas performa kami saat ini. Laga itu amat penting untuk menjaga momentum saat ini,” kata Hurzeler, dilansir BBC.

Pada gim lain, Chelsea berusaha keluar dari tren dua kekalahan beruntun. Nasib ”Si Biru” sejak pergantian tahun memburuk. Mereka pernah menjadi pesaing Liverpool di puncak klasemen, tetapi kini berjarak 21 poin dengan ”Si Merah”.

Jika tidak ingin juga terlempar dari persaingan zona Eropa, Cole Palmer dan kawan-kawan harus mengalahkan Southampton. Manajer Chelsea Enzo Maresca optimistis timnya bakal segera mendapatkan hasil positif setelah dua kekalahan beruntun.

”Mengacu hasil melawan Aston Villa (Minggu, 23/2/2025), kami bermain lebih baik dibandingkan kontra Brighton. Semua pemain memberikan reaksi yang baik demi kami mengakhiri tren hasil buruk ini,” kata Maresca, dilansir laman klub.

Sementara itu, Aston Villa bakal kembali mengharapkan performa apik dua pemain anyar mereka, Marcus Rashford dan Marco Asensio, untuk menumbangkan Crystal Palace. Kemudian, Fulham akan bersaing sengit dengan Wolves untuk meraih tiga poin demi menjaga harapan menembus zona Eropa.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey