Panjang Akal Liverpool

Tanpa kesalahan individu, efektivitas transisi, dan Mohamed Salah ialah kunci Liverpool akhiri rekor nirkalah Bournemouth.

02 Feb 2025 04:57 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

BOURNEMOUTH, SABTU — Segala cara telah diperjuangkan Bournemouth demi meraup tiga poin saat menjamu Liverpool, Sabtu (1/2/2025), di Stadion Vitality. Namun, usaha konstan ”The Cherries” selama 90 menit terhadang performa panjang akal Liverpool yang mampu meredam rencana permainan tim tuan rumah. ”Si Merah” membawa pulang keunggulan 2-0.

Tidak ada yang keliru dari penampilan Bournemouth. Mereka bahkan berusaha meningkatkan performa mereka di hadapan Liverpool. Bournemouth, misalnya, lebih berani menguasai bola. Dari rerata 46 persen penguasaan bola per gim di Liga Inggris 2024-2025, mereka mencatatkan 49 persen penguasaan bola kontra Liverpool.

Hal itu memaksa pemain Liverpool tampil lebih reaktif untuk merespons agresivitas permainan Bournemouth. Liverpool berusaha menurunkan tempo permainan ketika menguasai bola. Itu adalah antitesa dari gaya Bournemouth yang mengalirkan bola antarpemain dengan kecepatan tinggi.

Catatan 51 persen penguasaan bola yang dikoleksi Si Merah jauh dari rata-rata 58 persen penguasaan per gim mereka di musim ini.

Akurasi operan Bournemouth juga meningkat pesat. Sebelumnya, mereka adalah tim dengan akurasi operan terburuk di Liga Inggris karena hanya hasilkan rata-rata 75,9 persen operan sukses per laga. Persentase itu hanya lebih baik dari Everton (75,8 persen) dan Nottingham Forest (74,7 persen).

Penyerang Liverpool, Mohamed Salah (kiri), mencetak gol melalui titik penalti pada laga Liga Inggris lawan Bournemouth di Stadion Vitality, Bournemouth, Sabtu (1/2/2025). Liverpool menang 2-0.

Namun, akurasi operan The Cherries melonjak hingga menyentuh 80 persen kontra Liverpool. Sebaliknya, akurasi operan Liverpool (82 persen) sedikit di bawah catatan mereka di Liga Inggris saat ini (84,5 persen).

Kekurangan Bournemouth ialah kesalahan individu yang mengawali dua gol Liverpool yang dicetak Mohamed Salah. Gol itu tercipta melalui titik putih pada menit ke-30, lalu sepakan melengkung nan menganggumkan pada menit ke-75.

Hukuman penalti didapatkan Bournemouth akibat sentuhan minimalis bek sayap kanan dan kapten tim, Lewis Cook, kepada Cody Gakpo. Meskipun kontak kaki kedua pemain hanya terjadi tidak lebih dari satu detik, wasit Darren England yang dibantu asisten wasit video (VAR) menganggap Cook melakukan pelanggaran.

Kemudian, Salah mencetak brace ke gawang Bournemouth yang dikawal Kepa Arrizabalaga setelah penyerang tim tuan rumah, Justin Kluivert, kehilangan bola di sepertiga akhir pertahanan Liverpool. Keegoisan Kluivert membantu Si Merah mendapatkan momentum untuk memulai serangan balik cepat alias fast-break.

Serangan gencar Bournemouth dari kedua sisi sayap, lalu ancaman dari penyerang cepat tim tuan rumah membuat Liverpool tampil dengan garis pertahanan menengah.

Alih-alih menggecarkan duel di lini tengah, Liverpool mengandalkan transisi positif setelah turun minum. Meski beberapa kali serangan balik gagal, pemain Liverpool tetap tekun menjalani rencana permainan mereka. Hal itu berbuah gol kedua.

Britain Soccer Premier League

”Bournemouth adalah tim yang sangat intens. Jika mencermati data, mereka adalah tim yang berada di puncak statistik untuk jumlah lari dan intensitas, cara bermain mereka sangat agresif. Kami harus fokus dan benar-benar tajam di setiap situasi. Intensitas itu menuntut energi besar untuk memenangi pertandingan ini,” kata kiper Liverpool, Alisson Becker, kepada Sky Sports.

Pelatih Liverpool Arne Slot pun mengungkapkan, pertarungan melawan Bournemouth sesuai dengan prediksinya. Liverpool, lanjutnya, menghadapi lawan yang tampil dengan intensitas tinggi dan terus berlari di setiap detik.

”Mereka secara konstan berusaha melakukan sesuatu demi mengkreasi ancaman. Saya tidak berpikir kami mengontrol pertandingan dengan baik,” tutur Slot dilansir laman klub.

”Kami harus bermain dengan kemampuan terbaik kami dan juga membutuhkan keberuntungan untuk memenangi laga ini. Saya sangat senang kami bisa mencatat nirbobol dan mencetak dua gol,” tambah juru taktik asal Belanda itu.

Dengan kemenangan atas Bournemouth, Liverpool untuk sementara unggul sembilan poin di puncak klasemen atas Arsenal dan Nottingham Forest. Selisih poin itu bisa berkurang seandainya Arsenal bisa mengemas poin ketika jumpa Manchester City, Minggu (2/1/2025) malam, di Stadion Emirates.

Rekor Salah

Salah lagi-lagi menjadi faktor kunci bagi kemenangan Liverpool pada laga yang super ketat di musim ini. Sudah 21 gol disumbangkan ”Raja Mesir” bagi Si Merah di Liga Inggris musim ini.

APTOPIX Britain Soccer Premier League

Koleksi dua gol ke gawang Bournemouth adalah catatan brace keempatnya di musim ini. Sebelumnya, Salah menyarangkan dua gol ke gawang Southampton, Newcastle United, dan Tottenham Hotspur.

Salah pun mencetak rekor baru sebagai pemain Liverpool pertama yang mencetak lebih dari 20 gol dalam lima musim Liga Inggris. Ia menyamai catatan Thierry Henry, legenda Arsenal.

Jumlah musim mengemas minimal 20 gol itu hanya kalah dari Sergio Aguero dan Harry Kane yang sama-sama mencetak jumlah gol itu dalam enam musim, kemudian Alan Shearer yang mencatatkan kuantitas gol fantastis itu pada tujuh edisi kompetisi.

Pada gol kedua ke gawang Bournemouth, Liverpool menunjukkan mutu transisi positif mereka. Hanya butuh waktu 15 detik bagi Si Merah mencetak gol dari keberhasilan pemain Liverpool merebut bola yang dikuasai Kluivert.

Di sisi lain, gol itu juga kian menegaskan insting gol brilian Salah. Merujuk sudut dan posisinya menguasai bola, probabilitas pemain bernomor punggung 11 itu mencetak gol hanya 3 persen.

Ketika orang-orang kagum terhadap performa klinisnya, Salah tetap membumi. Bagi dia, kemenangan adalah hal terpenting. Salah tak peduli rekor dan prestasi pribadi. Sebab, tujuan utamanya adalah mempersembahkan trofi Liga Inggris musim ini.

Manajer Liverpool Arne Slot merayakan kemenangan timnya seusai melawan Bournemouth pada laga Liga Inggris di Stadion Vitality, Bournemouth, Sabtu (1/2/2025). Liverpool kokoh di puncak klasemen Liga Inggris setelah menang 2-0.

”Perasaan baik bisa mencetak gol dan tim menang. Target utama saya adalah memenangi Liga Inggris. Kami harus tetap rendah hati dan bersiap dari gim ke gim untuk tetap berada di arah yang benar,” kata Salah kepada Sky Sports.

Sementara itu, Manajer Bournemouth Andoni Iraola kecewa dengan kekalahan timnya di tengah performa yang baik. Kekalahan dari Liverpool juga mengakhiri catatan nirkalah The Cherries di Liga Inggris.

”Hal-hal kecil tidak memihak kepada kami. Kami sudah menciptakan peluang, tetapi itu belum cukup. Meski begitu, cara pemain tampil, semua orang bisa melihat kami memainkan gim level tinggi,” ucap Iraola dilansir BBC.

”Momen kunci adalah mencetak gol dan membuat perbedaan. Sayangnya, kami tidak bisa melakukan itu. Padahal, menghadapi tim seperti Liverpool, kami harus bisa menghukum mereka di mana pun kami memiliki kesempatan,” lanjutnya.

Peluang terbaik Bournemouth tercipta pada menit ke-70. Kala itu, Kluivert sudah tinggal menyontek bola ke gawang yang tidak terkawal berkat bola muntah dari sepakan Marcus Tavernier membentur tiang. Peluang Kluivert, yang berpotensi 25 persen menjadi gol, hanya berujung bola melayang di udara.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .