Aroma persaingan menguar kuat dari lintasan Semarang 10K. Keikutsertaan pelari elite meningkatkan unsur kompetitif hajatan lari tutup tahun itu.
14 Des 2024 19:21 WIB · Olahraga
Lomba lari Semarang 10K bukan sekadar ajang penggembira. Terjunnya para pelari elite memberikan warna berbeda. Ketatnya aroma persaingan mengemuka dari lintasan perlombaan. Deretan nama besar bakal unjuk kecepatan untuk menjadi yang terbaik dalam gelaran penutup tahun tersebut.
Salah satu nama besar yang akan turut serta dalam Semarang 10K 2024 pada Minggu (15/12/2024) besok ialah Robi Syianturi. Pelari asal Bangka Belitung itu merupakan pemegang rekor nasional nomor maraton dan setengah maraton (half marathon) saat ini.
”Kenapa saya ikut ini? Sebab, ini untuk menutup tahun. Semarang 10K juga luar biasa ikonik. Antusiasmenya besar. Lalu hanya ada satu nomor perlombaan, yaitu 10K,” kata Robi di sela-sela pengambilan perlengkapan lomba Semarang 10K, Sabtu (14/12/2024), di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Status Robi selaku pemegang rekor nasional nomor lari jarak jauh menambah menarik gelaran Semarang 10K. Lebih-lebih, dua rekor itu sama-sama dibukukannya tahun ini. Pemecahan rekor juga baru berhasil dilakukan setelah bertahan 27 tahun lamanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/12/18/4242abff-5981-498b-b1f6-dca51ed235ad.jpg)
Robi lebih dahulu memecahkan rekor nasional setengah maraton, Juli lalu. Saat itu, dia membukukan waktu 1 jam 4 menit 48 detik sewaktu mengikuti Gold Coast Marathon di Australia. Dengan capaian itu, ia menggeser pemegang rekor nasional sebelumnya, yakni mendiang Eduardus Nabunome, yang memiliki catatan waktu 1 jam 5 menit 43 detik pada 1997.
Beberapa bulan setelahnya, rekor maraton nasional juga direbut Robi dari Nabunome. Kali ini, rekor itu diraih Robi dalam ajang Valencia Marathon di Spanyol pada 1 Desember 2024. Catatan waktunya 2 jam 17 menit 16 detik. Itu lebih cepat dibandingkan dengan rekor nasional sebelumnya, yakni 2 jam 19 menit 18 detik, yang dibukukan Nabunome pada 1997.
Serangkaian prestasi itu membuat Robi tak bisa mengelak dari pertanyaan ihwal pemecahan rekor selanjutnya saat mengikuti Semarang 10K. Apalagi, rekor lari 10 km di jalan raya juga belum terpecahkan sejak 1989. Rekor tersebut masih dipegang oleh Nabunome.
Saat ditanya soal potensi pemecahan rekor 10 km di Semarang 10K 2024, Robi menjawab diplomatis. ”Mudah-mudahan, ya, Mas. Itu, kan, bisa dibilang middle distance. Tetap butuh persiapan yang lebih baik,” kata Robi.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/14/fe073244-2458-4b82-b284-2b3db7c850ed.jpg)
Boleh dibilang, waktu persiapan Robi menuju Semarang 10K tidak ideal. Jeda antara Semarang 10K dan Valencia Marathon 2024 yang diikutinya hanya dua pekan. Padahal, pemulihan fisik setelah maraton setidaknya membutuhkan waktu tiga pekan. Praktis, ia tidak menjalankan program latihan khusus menjelang Semarang 10K.
Oleh karena itu, Robi mengaku sebatas ingin menyelesaikan lomba sebaik-baiknya di Semarang 10K. Tidak ada target tertentu yang dipatoknya. Namun, ia memiliki memori apik dengan ajang tersebut. Pada Semarang 10K 2022, ia berhasil finis tercepat dengan waktu 32 menit 43 detik.
”Mudah-mudahan kondisinya sehat, fit, dan kaki bisa diajak kompromi buat ngebut. Mudah-mudahan bisa finish strong dan hasil yang terbaik,” ungkap Robi ketika ditanyai target di Semarang 10K.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/06/24/664c00de-98c7-41b5-af70-0413e20a4bc7_jpg.jpg)
Menurut Robi, aspek kompetitif Semarang 10K juga cukup kuat. Itu dikarenakan hanya terdapat satu kategori nasional. Atlet elite dan pelari rekreasional tidak dibeda-bedakan. Semua pelari saling bersaing secara maksimal agar keluar sebagai yang terbaik.
Ditilik dari peserta, Robi juga bukan satu-satunya pelari elite putra. Ada beberapa nama lainnya yang turut serta, seperti Rikki Marthin Simbolon, Irmansah, Elisar Gamashi, Narman, dan Hamdan Sayuti. Keberadaan mereka menambah sengit persaingan di lintasan.
”Ini semuanya kumpul. Harusnya, sih, seru. Banyak atlet elite yang berlomba-lomba menunjukkan yang terbaik di sini,” kata Robi.
Semarang 10K juga luar biasa ikonik. Antusiasmenya besar. Lalu hanya ada satu nomor perlombaan, yaitu 10K.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/01/15693a9b371991c926fdc4111dad2e78-1000455172.jpg)
Dari kategori putri, aroma persaingan yang ketat juga tercium kuat. Sebab, tiga pelari putri jarak jauh yang bisa dibilang paling perkasa di Indonesia saat ini sama-sama turun lomba. Ketiga sosok itu ialah Odekta Naibaho, Irma Handayani, dan Pretty Sihite.
Kondisi tersebut seakan mengulang persaingan ketiga wanita perkasa itu dalam ajang yang berlangsung dua pekan sebelumnya, yaitu Bank Jateng Borobudur Marathon 2024.
Sempitnya waktu membuat Odekta tidak mempersiapkan diri secara khusus untuk menyambut Semarang 10K. Walau begitu, dia tetap mematok target tinggi.
Odekta ingin mengulang capaian yang sama dari terakhir kali keikutsertaannya pada Semarang 10K 2022 lalu. Kala itu, ia naik podium tertinggi setelah merampungkan lomba dengan catatan waktu 35 menit 5 detik.
”Ini kompetitif banget karena banyak atlet elite yang ikut. Dari segi rute juga cukup flat (datar). Semoga nanti tiap-tiap pelari bisa bersaing sehat dan menunjukkan kualitas terbaiknya,” kata Odekta.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2021/11/27/16a8cfde-3b1e-41e2-9531-9d8f80a97258.jpg)
Hal serupa disampaikan Irma Handayani. Tak dimungkirinya waktu persiapan lomba cukup sempit. Hanya saja, ia ingin berusaha sekuat tenaga. Ajang lari tutup tahun itu sekaligus dijadikannya momen evaluasi guna menatap lebih baik tahun berikutnya.
Kebetulan Irma baru pertama kali mengikuti Semarang 10K. Ia terdorong rasa penasaran karena rute lomba yang relatif datar. Antusiasme peserta yang cukup besar juga membuatnya tertarik untuk turut serta dalam gelaran itu.
”Jadi, pengin tahu euforianya sebagai peserta Semarang 10K. Tidak banyak elevasi, kan, itu yang pengin saya coba. Tertarik dan penasaran,” ujar Irma.
Penulis:
Nino Citra AnugrahantoEditor:
Haris Firdaus