Persembahan Lautaro Martinez untuk Interisti

Lautaro Martinez terus mendekati status legenda di Inter Milan, kali ini berkat ”brace” ke gawang Pisa yang membuat ”el capitano” melampaui rekor gol Sandro Mazzola.

01 Des 2025 18:58 WIB · Olahraga

AFP

Oleh Agung Setyahadi

PISA, MINGGU — Lautaro Martinez, yang akhir-akhir ini menjadi sorotan karena produktivitas golnya masih minim, menjawab dengan dua brace ke gawang Pisa dalam laga pekan ke-13 Serie A Italia. El Capitano skuad Nerazzurri itu pun semakin mendekati status pemain legendaris dengan 163 gol, unggul dua gol atas Sandro Mazzola, dan berada di posisi keempat pencetak gol terbanyak Inter. Bagi Martinez, kemenangan 2-0 atas Pisa ini merupakan buah dari kerja keras dan keringat seluruh tim untuk memberi kegembiraan pada interisti.

Laga di Arena Garibaldi ini bukan laga mudah bagi Inter, meskipun di atas kertas Martinez dan kawan-kawan unggul segalanya. Permainan Pisa yang rapat bertahan dan agresif dalam marking menutup ruang melepaskan umpan. Babak pertama yang berakhir tanpa gol menuntut Martinez dan kawan-kawan berjuang lebih keras serta melakukan sedikit perubahan permainan.

Gol baru tercipta pada menit ke-68 yang diawali dari umpan Piotr Zielinski ke Pio Esposito di kanan pertahanan Pisa yang langsung melepaskan umpan ke Martinez yang menusuk kotak penalti. Martinez menyambut dengan satu sentuhan kaki kiri untuk menggetarkan jaring gawang Pisa.

Gol kedua tercipta pada menit ke-83 yang kembali diawali oleh Zielinski yang lihai mengecoh pemain Pisa yang mengepungnya. Pemain tengah asal Polandia itu kemudian melepaskan umpan ke Andy Diouf yang langsung meneruskan kepada Nicolo Barella yang menusuk sisi kiri kotak penalti Pisa. Barella melepaskan umpan ke depan gawang yang disambut oleh Martinez dengan sliding, memantulkan bola dengan kaki kanannya masuk ke gawang Pisa.

Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez (tengah), berebut bola dengan gelandang Pisa, Michel Aebischer (kiri), saat pertandingan sepak bola Liga Italia antara Pisa dan Inter Milan di Arena Garibaldi, Pisa, Italia, Minggu (30/11/2025).

Kedua gol Martinez itu mengingatkan pada era striker-striker murni Serie A era 1990-an yang mampu mencetak gol dalam situasi dan posisi sulit. Brace ini sekaligus menegaskan bahwa Martinez tidak sepantasnya diragukan. Musim ini, dia memang baru mencetak enam gol dalam 13 laga Serie A dan empat gol di empat laga Liga Champions. Namun, dia menunjukkan peningkatan dalam pola baru permainan Inter di bawah pelatih Cristian Chivu.

Quote

Saya bekerja untuk tim, untuk Inter, untuk diri saya sendiri, dan untuk keluarga saya. Mari, kita biarkan mereka yang berada di luar berbicara.

Martinez memang perlu lebih produktif mencetak gol karena dalam sejumlah laga krusial Inter sering kesulitan mencetak gol. Oleh karena itu, peran Martinez ke depan diharapkan semakin besar bersama tandemnya Marcis Thuram, yang didukung oleh barisan lini tengah. Dua gol ke gawang Pisa ini menjadi awal solid bagi Martinez untuk kembali menjadi predator.

”Saya sangat gembira karena kami meraih tiga poin, ini sesuatu yang kami cari setelah dua kekalahan. Kami melakukan pekerjaan kami dan itu yang terpenting. Saya gembira karena di babak pertama sulit, mereka menekan kami dari samping, tetapi di babak kedua kami bermain lebih baik, penting untuk mendapatkan tiga poin ini,” ujar Martinez di laman Inter Milan, seusai laga, Minggu (30/11/2025) malam WIB.

”Saat jeda, kami berdiskusi untuk memperbaiki beberapa hal. Setelah gol itu, permainan berubah, sebelumnya, mereka menjaga setiap lintasan umpan,” lanjut Martinez.

Selebrasi penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez, setelah mencetak gol pertama saat pertandingan sepak bola Liga Italia antara Pisa dan Inter Milan di Arena Garibaldi, Pisa, Italia, Minggu (30/11/2025).

Terkait dengan kritik terhadap dirinya selama ini, karena minim mencetak gol, striker berusia 28 tahun itu menegaskan dirinya tidak memikirkan itu. Dia sudah terbiasa dengan kritik sejak 2015 membela Inter dan hanya fokus pada dirinya, bekerja keras selama latihan dan terus memperbaiki diri.

”Saya bekerja untuk tim, untuk Inter, untuk diri saya sendiri, dan untuk keluarga saya. Mari, kita biarkan mereka yang berada di luar berbicara. Tugas saya semata-mata untuk membawa kegembiraan bagi penggemar Inter,” tegas Martinez.

”Saya masih memiliki banyak tahun tersisa di kontrak saya, saya bahagia di sini, orang-orang mencintai saya. Tim selalu menjadi yang utama. Saya hanya berpikir untuk bekerja, hari demi hari. Terkadang semuanya berjalan baik, terkadang tidak, tetapi yang penting adalah membawa Inter semakin tinggi,” kata Martinez yang loyal pada Inter selama satu dekade ini.

Setelah kemenangan ini, Martinez dan kawan-kawan hanya bisa istirahat sejenak karena pada Rabu waktu Milan, atau Kamis (4/12/2025) dini hari WIB, Inter akan menjamu Venezia di babak 16 besar Coppa Italia.

”Sekarang kami perlu mengisi ulang baterai kami karena Rabu adalah Coppa Italia, itu membutuhkan banyak energi, tetapi kami pulih dengan baik dan sekarang kami memiliki beberapa hari. Inter harus mencapai final di setiap kompetisi, Rabu adalah pertandingan penting bagi kami di hadapan para penggemar kami,” pungkas el capitano.

Penyerang Inter Milan, Lautaro Martinez (kiri), dibayangi oleh gelandang Atletico Madrid, Conor Gallagher, pada pertandingan Liga Champions fase liga antara Atletico Madrid dan Inter Milan di Stadion Metropolitano, Madrid, Spnyol, Rabu (26/11/2025).

Pelukan Chivu

Laga kontra Pisa ini sangat penting bagi Inter untuk kembali ke jalur kemenangan setelah kalah dari AC Milan di Serie A dan Atletico Madrid di Liga Champions. Kemenangan menghadirkan kelegaan bagi Chivu meskipun dia tahu jalan masih panjang untuk membentuk pola permainan Inter yang konsisten di setiap laga.

”Pertandingan ini tidak mudah, kami menghadapi tim yang terorganisasi dan siap. Kami senang dengan fokus, kedewasaan, dan kesabaran yang mereka tunjukkan di lapangan hari ini. Anda selalu membutuhkan hasrat, bahkan pada hari Rabu: kami Inter dan kami memiliki kewajiban dan tugas untuk berjuang di semua kompetisi. Hari ini kami memiliki hasrat untuk bereaksi,” tegas Chivu.

”Pisa telah menjalani enam pertandingan tak terkalahkan, mereka belum kebobolan satu gol pun di kandang sejak September. Kami tahu risiko yang akan kami hadapi dan kami mendekati pertandingan dengan organisasi, kesabaran, dan kedewasaan. Tentu, kami terkadang bisa bermain lebih baik, tetapi kami akan menerima apa yang telah kami lakukan. Tim ini pantas mendapatkan ini karena mereka menunjukkan setiap hari hasrat mereka untuk terlibat dan menjalani musim yang kuat,” lanjut Chivu.

Mantan pemain bertahan Inter yang ikut meraih treble pada 2010 itu juga menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meragukan Martinez. Dia striker yang sangat berbahaya dan setiap kali tidak mencetak gol akan menjadi sasaran kritik. Namun, Martinez selalu bisa bangkit dan menunjukkan kelasnya. Chivu juga gembira dengan peran Zielinski dan Esposito yang semakin solid dan membuat permainan Inter hidup.

Ekspresi Pelatih Inter Milan Cristian Chivu saat pertandingan sepak bola Liga Italia antara Pisa dan Inter Milan di Arena Garibaldi, Pisa, Italia, Minggu (30/11/2025).

”Kualitas dan determinasi Lautaro di depan gawang sangat menentukan. Pergantian pemain juga mengubah permainan di babak kedua, Zielinski yang lebih berkualitas, Esposito yang lebih fisikal, dan hasrat yang lebih besar untuk meraih hasil,” ujar Chivu.

”Kami tahu pentingnya para pemain kami, terutama sang kapten. Ada rumor yang meragukan dia, tetapi kami tahu betapa pentingnya dia dan betapa kerasnya dia bekerja untuk tim ini,” tegas pelatih asal Romania itu.

Chivu kemudian mengelaborasi bagaimana dia setiap hari menunjukkan dukungan kepada Martinez di masa yang kurang baik ini.

”Saya memeluk dia setiap hari. Sayang sekali tidak ada kamera untuk merekam semua itu. Ini cara saya melakukan sesuatu, kami juga berbicara satu sama lain seperti ini. Ini baru, tetapi ini menunjukkan seberapa banyak kami berinteraksi setiap hari. Saya senang untuk dia, karena striker hidup untuk gol dan selalu ingin membantu tim. Dan, saya senang dengan reaksi seluruh grup hari ini,” ungkap Chivu.

Terkait dengan taktik dan strategi yang dia terapkan, terutama pergantian pemain yang terbukti manjur, Chivu menegaskan bahwa semua pemain Inter bisa diandalkan. Dia berusaha memaksimalkan potensi mereka di setiap laga dengan strategi yang sesuai dengan kemampuan setiap pemain.

Aksi suporter Inter Milan saat pertandingan sepak bola Liga Italia antara Pisa dan Inter Milan di Arena Garibaldi, Pisa, Italia, Minggu (30/11/2025).

”Pelatih melakukan pergantian pemain untuk membantu tim, untuk membawa energi baru. Keterampilan tidak hanya diukur dari pergantian pemain, tetapi oleh manajemen grup secara keseluruhan. Kami memiliki 22 pemain berkualitas dan kami dapat mengandalkan semua orang untuk membantu Inter tampil sebaik mungkin,” tegas Chivu.

”Saya tahu siapa saya dan saya tahu komitmen saya terhadap pekerjaan ini. Menjadi pelatih tim seperti Inter adalah suatu kehormatan besar. Saya menyadari tanggung jawab saya kepada klub, kepada para penggemar, dan kepada orang-orang hebat ini yang memberikan segalanya untuk menghormati warna ini,” pungkas Chivu.

Sesuai laga pekan ke-13 ini, Inter berada di posisi ketiga klasemen dengan 27 poin, hanya terpaut satu poin dari Napoli di posisi kedua, serta AC Milan yang bertengger di puncak klasemen. Adapun AS Roma berada di posisi keempat dengan 27 poin, setelah kalah 0-1 dari Napoli. Persaingan juara Serie A musim ini akan sangat ketat, dan scudetto akan ditentukan oleh konsistensi tim untuk tampil dalam performa terbaiknya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agung Setyahadi
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul