Mengintip Persenjataan Canggih China dalam Parade Militer

Persenjataan canggih terbaru dari drone udara, rudal, pesawat, senjata laser, drone dalam air, hingga kendaraan perang, semua hasil pengembangan militer China.

03 Sep 2025 17:45 WIB · Internasional

Oleh Iwan Setiyawan

Presiden China Xi Jinping mengatakan, umat manusia harus memilih antara perdamaian dan perang, serta dialog dan konfrontasi. Pernyataan itu diungkapkan dalam pidatonya pada Rabu (3/9/2025), sebelum parade militer besar yang menandai peringatan 80 tahun kemenangan atas Jepang serta berakhirnya Perang Dunia II.

Parade ini berlangsung di Lapangan Tiananmen dengan dihadiri sejumlah pemimpin negara sahabat. Di antara mereka adalah Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Presiden Iran Masoud Pezeshkian, dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Dari kawasan Asia Tenggara, selain Presiden Prabowo, juga hadir Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Raja Kamboja Norodom Sihamoni, Presiden Vietnam Luong Cuon, Presiden Laos Thongloun Sisoulith, dan Pemimpin Junta Militer Myanmar Min Aung Hlaing. Total ada 26 pemimpin negara sahabat yang hadir dalam parade tersebut.

China Parade
CHINA-DEFENCE-ANNIVERSARY-WWII-PARADE

Acara dimulai dengan defile pasukan yang berirama. Entakan sepatu bot mereka menggema di trotoar. Xi Jinping yang memimpin militer China sebagai Ketua Komisi Militer Pusat berkendara melewati seluruh formasi mereka di sepanjang Chang’an Avenue, pusat kota Beijing, dengan limusin hitam klasik. Ia berdiri di balik sunroof kendaraan dengan empat mikrofon berjajar di depannya dan menyapa para personel yang berpapasan dengannya sambil melihat deretan persenjataan serta kendaraan militer yang berjajar rapi.

Pamer senjata

Parade militer ini sekaligus digunakan China untuk memamerkan kekuatan militernya. Beragam persenjataan canggih terbaru dan kendaraan militer berat turut dalam barisan defile. Parade yang berlangsung sekitar 90 menit tersebut memamerkan rudal, jet tempur, dan perangkat keras militer lainnya, beberapa di antaranya dipamerkan di depan umum untuk pertama kali.

Sebelum Xi berpidato, upacara dimulai dengan tembakan artileri 80 meriam, diikuti lagu kebangsaan ”March of the Volunteers”, sebuah lagu yang digubah pada tahun 1935 selama tahun-tahun awal perlawanan terhadap invasi pasukan Jepang. ”Rakyat China adalah bangsa yang tidak takut akan kekerasan, mandiri, dan kuat,” ujar Xi.

Presiden China Xi Jinping memeriksa pasukan menjelang parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, China, Rabu (3/9/2025).
Personel militer berpartisipasi dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Kendaraan lapis baja ikut serta dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Rudal melintas selama parade militer untuk memperingati 80 tahun menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Peralatan militer melintas selama parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, Rabu (3/9/2025).
Personel militer berpartisipasi dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, Rabu (3/9/2025).
Polisi paramiliter berjaga menjelang parade militer China untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Petugas keamanan berjaga di Lapangan Tiananmen menjelang parade militer China, memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, Rabu (3/9/2025).
Orang-orang bernyanyi di belakang band militer sebelum parade militer China memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Warga berkumpul di jalan di luar area yang ditentukan selama parade militer China untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).

Di jajaran angkatan udaranya, China memamerkan sejumlah jet tempur dan pesawat pengebom canggih. Pesawat pengebom Xian H-6 menjadi salah satu pesawat yang turut tampil. Pesawat ini menjadi andalan Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) yang mampu beroperasi jarak jauh antarbenua. Pesawat ini dikembangkan dari bomber Tu-16 buatan Uni Soviet. Meskipun desainnya dianggap kuno, varian bomber ini sangat diperhitungkan karena kemampuannya membawa rudal balistik hipersonik dan pengisian bahan bakar di udara (air refueling), meningkatkan radius tempurnya untuk operasi serangan jauh.

China juga menampilkan drone tempur siluman baru GJ-11 yang bentuknya mengingatkan orang pada pesawat bomber B-2 Spirit milik Amerika Serikat. Drone tempur yang dijuluki ”Sharp Sword” ini dirancang oleh Shenyang Aircraft Design Institute dan proses manufaktur oleh Hongdu Aviation Industry Group (HAIG) bagian dari Aviation Industry Corporation of China (AVIC).

Sebuah pesawat pengebom China, Xian H-6, terbang dalam formasi selama parade militer, memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Pesawat-pesawat militer China terbang dalam formasi selama parade militer untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Sebuah pesawat tanker Xian Y-20 Kunpeng dan dua jet tempur terbang dalam formasi selama parade militer, memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Wahana udara nirawak terlihat dalam parade militer China untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Jet tempur Chengdu J-10 Vigorous Dragon melakukan penerbangan lintas udara dalam parade militer China untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Helikopter terbang dalam formasi selama parade militer China untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Formasi helikopter militer China terbang di atas Kuil Surga selama parade militer yang menandai peringatan 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Balon-balon dilepaskan di akhir parade militer China untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).

GJ-11 dirancang dengan tanda radar yang lebih rendah berkat bentuknya yang aerodinamis dengan model sayap terbang (flying wing) dan penggunaan material penyerap radar. Kemampuan siluman ini memungkinkannya menembus wilayah udara yang dijaga ketat tanpa terdeteksi oleh sistem radar musuh.

GJ-11 sanggup melakukan pengintaian, pengawasan, peperangan elektronik, dan misi serangan presisi. Dapat beroperasi secara otonom sendiri/berkelompok atau bekerja sama dengan jet tempur berawak seperti J-20. AVIC juga telah mengumumkan bahwa GJ-11 dilengkapi dengan kemampuan terbang otonom berdasarkan akal imitasi (AI), yang memungkinkannya terbang secara otonom atau mengikuti rencana yang telah diprogram sebelumnya.

Pesawat tempur tak berawak siluman GJ-11 ikut serta dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, Tiongkok, Rabu (3/9/2025).

Aneka jenis rudal

Selain pesawat dan drone, dalam parade kali ini militer China juga unjuk kekuatan jajaran rudal terbaru mereka. Rudal jelajah serang darat (LACM) CJ-20 menjadi salah satu yang ditampilkan. Rudal ini mempunyai kemampuan jelajah 1.500-2.000 kilometer. Meskipun belum diketahui pasti, rudal ini kemungkinan sudah bisa dipasang hulu ledak nuklir. CJ-20 dapat dipasangkan dalam sistem senjata pesawat bomber Xian H-6.

PLA juga memamerkan rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) generasi ketiga, JL-3. Rudal ini secara signifikan akan meningkatkan pencegahan nuklir berbasis laut di China. Kemampuan ini memungkinkan China untuk memproyeksikan kekuatan jauh melampaui pantainya sendiri.

CHINA-DEFENCE-ANNIVERSARY-WWII-PARADE

Sebagai SLBM berbahan bakar padat, JL-3 menawarkan kesiapan peluncuran yang cepat dan tingkat deteksi yang lebih rendah dibandingkan dengan alternatif berbahan bakar cair. Jangkauan operasionalnya melebihi 5.600 mil, dengan beberapa perkiraan mencapai lebih dari 6.200 mil. Hal ini memungkinkan serangan di daratan AS dari benteng pertahanan seperti Laut China Selatan, tanpa perlu menjelajah ke perairan Pasifik terbuka, di mana Angkatan Laut AS memiliki keunggulan lebih besar dibandingkan Angkatan Laut PLA.

Jajaran Angkatan Laut PLA juga menampilkan beberapa varian rudal jelajah antikapal seri YJ. Dimuat pada kendaraan peluncur beroda ban, kemunculan keempat rudal, YJ-15, YJ-17, YJ-19, dan YJ-20, menjadi rudal yang dirancang untuk menenggelamkan kapal perang lawan dalam pertempuran laut.

Rudal antikapal YJ-20 dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, China, Rabu (3/9/2025).
Rudal hipersonik antikapal YJ-17 melintas dalam parade militer China untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, Tiongkok, Rabu (3/9/2025).
Rudal jelajah supersonik antikapal YJ-15 terlihat dalam parade militer China untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Rudal jelajah CJ-20A yang diluncurkan dari udara terlihat dalam parade militer China untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Rudal melintas dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).

Kemampuan rudal-rudal ini bertujuan untuk mencegah atau membatasi musuh memasuki dan beroperasi di wilayah tertentu, semisal sebagai tindakan balasan terhadap kemungkinan intervensi AS dalam potensi konflik di Taiwan atau Laut China Selatan. YJ-15 bisa jadi merupakan rudal supersonik yang terbang lebih cepat dari kecepatan suara. Kemudian, YJ-17 dan YJ-19 kemungkinan merupakan rudal hipersonik yang mampu terbang lebih dari Mach 5 dan bermanuver di udara sehingga sulit dicegat. Adapun YJ-20 bisa jadi merupakan rudal aerobalistik yang sangat lincah.

Keseriusan PLA untuk menguasai teknologi militer matra laut ditunjukkan dengan tampilnya dua wahana bawah air nirawak, yaitu HSU100 dan AJX002. Dua wahana yang sekilas mirip torpedo berukuran besar ini menjadi persenjataan canggih terbaru andalan Angkatan Laut PLA.

Kendaraan bawah air nirawak AJX002 terlihat dalam parade militer yang memperingati 80 tahun kemenangan China atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Sebuah drone bawah air HSU100 melintas di parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, Tiongkok, Rabu (3/9/2025).

Salah satu senjata canggih terbaru yang tampil adalah LY-1. Senjata ini disebut sebagai ”sistem pertahanan udara laser terkuat di dunia”. LY-1 berupa alat besar berwarna putih dengan layar biru tua yang diangkut di atas kendaraan militer panjang.

Kebangkitan China

Di dalam negeri, peringatan ini merupakan cara untuk menunjukkan kemajuan yang telah dicapai PLA, yang merupakan garda terdepan dalam perang di mana jutaan orang tewas akibat invasi Jepang. Parade militer ini juga merupakan unjuk kekuatan untuk meningkatkan dukungan bagi Partai Komunis dan pemimpinnya, Xi Jinping, di dalam negeri dan cara untuk menampilkan negara itu sebagai alternatif global bagi era pascaperang yang didominasi AS.

Senjata laser terlihat dalam parade militer China untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Radar terlihat selama parade militer China yang memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Dalam foto yang dirilis oleh kantor berita Xinhua ini, Presiden China Xi Jinping (tengah) dan para pemimpin negara lainnya, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin (tengah, kiri) dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (tengah, kanan), berjalan menuju podium Tiananmen menjelang upacara memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, Rabu (3/9/2025).
Personel militer berpartisipasi dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen di Beijing, Rabu (3/9/2025).
Penonton dan militer berkumpul menjelang parade militer untuk memperingati 80 tahun menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Personel militer China berpartisipasi dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Penonton dan militer berkumpul menjelang parade militer untuk memperingati 80 tahun menyerahnya Jepang pada Perang Dunia II yang diadakan di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Kendaraan militer China terlihat dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Orang-orang berkumpul di jalan di luar area yang ditentukan selama parade militer untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) berbaris dalam parade militer China untuk memperingati 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).
Dalam foto yang didistribusikan oleh kantor berita negara Rusia, Sputnik, Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjalan bersama Presiden China Xi Jinping dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) sebelum parade militer.
Presiden China Xi Jinping memberikan sambutan pada resepsi di Balai Agung Rakyat, setelah parade militer yang menandai peringatan 80 tahun kemenangan atas Jepang dan berakhirnya Perang Dunia II, di Lapangan Tiananmen, Beijing, Rabu (3/9/2025).

”Kami akan berpegang teguh pada jalan pembangunan yang damai dan bekerja sama dengan rakyat dari semua negara untuk membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia,” ucap Xi.

Namun, meskipun menampilkan kekuatan militernya, China tidak berupaya untuk menebar ketakutan. ”Kebangkitan rakyat China tidak dapat dihalangi, dan tujuan mulia pembangunan peradaban manusia yang damai harus diutamakan,” ujar Xi di akhir pidatonya. (AP)








Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Setiyawan
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul