Timnas basket putri Indonesia kembali akan hadapi tim kelas dunia dan terbaik di Asia, China, di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Untuk itu, persiapan digencarkan.
19 Agt 2026 13:35 WIB · Olahraga
PERBASI
JAKARTA, KOMPAS — Timnas bola basket putri Indonesia melanjutkan program latihan dan uji coba di Korea Selatan. Program ini bagian dari persiapan menghadapi tim kuat di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sebanyak 15 pebasket putri Indonesia telah tiba di Korea Selatan pada Senin (17/8/2026). Mereka menjalani latihan dan uji coba hingga 23 Agustus mendatang.
Pada Selasa (18/8/2026), Agustina Gredita Retong dan kawan-kawan mengawali uji coba melawan Cheongju KB Stars Basketball. Setelah itu, mereka dinanti tiga laga uji coba lainnya.
Timnas basket putri kemudian akan menghadapi Incheon Shinhan Bank S-Birds Kamis (20/8/2026). Selanjutnya, mereka akan menjajal kekuatan Yongin Samsung Life Blueminx, Jumat (21/8/2026), dan Dankook University Basketball, Sabtu (22/8/2026).
”Tujuan try out tentu mempertajam strategi pelatih dan mempersolid tim menuju Asian Games 2026,” kata Manajer Timnas Basket Putri Handoyo.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/08/19/79bc3091a2c59eacdc2b49019509f516-WhatsApp_Image_2026_08_18_at_13.22.00_1_.jpeg)
Sebelum bertolak ke Korea Selatan, timnas basket putri telah berlatih di GOR CLS Kertajaya, Surabaya. Mereka memulai pemusatan latihan nasional sejak awal Mei 2026.
Skuad terdiri dari pemain-pemain senior yang berpengalaman memperkuat timnas, termasuk saat Asian Games Hangzhou 2022, seperti Agustin Gredita Retong, Kimberley Pierre-Louis, Priscilla Annabel Karen, dan Dewa Ayu Made Sriartha. Mereka juga bagian tim yang meraih medali emas di SEA Games Kamboja 2023.
Para pemain ini bersatu dengan para pemain muda yang beberapa kali pernah membela timnas. Mereka, antara lain, Angelique Aritonang dan Faizzatus Shoimah yang mengantarkan Indonesia promosi ke Divisi A dalam Piala Asia FIBA 2023.
Beberapa lainnya merupakan pemain muda yang disiapkan untuk bagian regenerasi. Mereka adalah Valencia Callistan, Kezia Setiawan, Erinindita Madafa, Kartika Hatta, dan Anggita Yuliani Putri.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/01/9838c3b1-7527-4e65-a8e7-30d4d68791bc_jpg.jpg)
Persiapan dilakukan hingga ke Korsel karena Indonesia akan menghadapi tim kelas dunia sekaligus terbaik di Asia, yakni China. Seperti di Asian Games Hangzhou 2022, Indonesia kembali tergabung dalam Pul A bersama China. Selain itu, ada pula sesama tim Asia Tenggara, yakni Thailand.
”Hasil undian Asian Games, menurut kami, menarik. Kami satu grup dengan tim kuat, China, dan negara tetangga, Thailand. Kami persiapkan semaksimal mungkin untuk bisa lolos dari grup,” kata Handoyo.
”Kekuatan China layak menjadi perhatian serius. Ini karena China salah satu tim terkuat di Asia dengan materi pemainnya,” tuturnya lagi.
Di Hangzhou 2022, Indonesia kalah dari China, 52-101. Walakin, dengan perbedaan kualitas yang disadari sejak awal dan ekspektasi yang ditaruh tidak terlalu tinggi, Indonesia justru mampu menampilkan permainan yang lepas, berani, dan percaya diri.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/09/29/7dab3919-98b9-4151-910f-696158d74ec0_jpg.jpg)
China memanfaatkan keunggulan tinggi badan untuk menyerang ataupun bertahan. Dengan tinggi tubuh dan lengan panjang, para pemain China bisa menutup arah pandang tembakan pemain Indonesia. Namun, Indonesia berani menusuk ke area berwarna, memanfaatkan ruang kosong, dan mencetak poin.
Hal positif lain, terutama pada paruh pertama, Indonesia bisa mengimbangi transisi cepat dari bertahan ke menyerang yang ditunjukkan China. Total hanya ada dua poin dari serangan balik atau fast break. Adapun secara keseluruhan, Indonesia menekan perolehan poin fast break China menjadi cuma 10 poin.
Pada edisi sebelumnya, Indonesia berhasil ke babak perempat final setelah menempati peringkat ketiga di Pul A. Indonesia bisa meraih satu kemenangan saat melawan Mongolia. China menyapu bersih seluruh laga penyisihan grup. Adapun India, yang berbekal dua kemenangan, menempati posisi dua teratas klasemen grup.
Indonesia kemudian bertemu Jepang pada babak perempat final. Langkah timnas basket putri pun terhenti setelah dikalahkan Jepang, 89-47.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/10/02/101155e9-01f0-40ac-8d1d-fe6aa9409737_jpg.jpg)
Forward timnas basket putri, Priscilla Annabel Karen, menyadari Indonesia akan bertemu tim kuat seperti China di level Asia. Kendati begitu, ia menegaskan timnya tidak gentar dan siap memberikan kejutan.
”Mungkin kami datang sebagai underdog. Namun, kami ingin membuktikan bahwa kami juga bisa bersaing dan menunjukkan kemampuan terbaik untuk Indonesia,” tutur pemain Surabaya Fever ini.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase