Timnas basket putri memanggil pemain-pemain muda untuk pemusatan latihan. Mereka akan bersaing untuk menembus skuad utama yang akan lakoni Piala Asia dan SEA Games.
13 Feb 2025 09:24 WIB · Olahraga
Dua agenda besar menanti timnas basket putri Indonesia pada 2025. Selain melakukan persiapan sedini mungkin, timnas putri pun mulai membuka kesempatan pada pemain muda unjuk gigi untuk meramaikan persaingan menembus skuad utama. Upaya ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi.
Setelah pada Oktober 2024 menggelar tes fisik untuk 20 pemain yang dipanggil pemusatan latihan, timnas basket putri melakukan pemanggilan kembali untuk 24 pemain empat bulan kemudian. Mereka mulai menjalani pemusatan latihan pada 10 Februari lalu di GOR Cahaya Lestari Surabaya, Surabaya, Jawa Timur.
Sebagiaan besar nama yang dipanggil merupakan wajah lama, sisanya merupakan pemain baru. Wajah-wajah lama, seperti Priscilla Annabel Karen, Agustin Gradita Retong, Clarita Antonio, Yuni Anggraeni, Henny Sutjiono, dan Adelaide Callista Wongsohardjo, adalah bagian dari skuad peraih medali emas di SEA Games Kamboja 2023.
Ada pula Faizzatus Shoimah, Jesslyn Angelique Aritonang, dan Lea Elvensia Wolobubo Kahol. Mereka berpengalaman memperkuat timnas saat tampil di Asian Games Hangzhou 2022.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/272d430afc2761d404c5d1555c3f1806-WhatsApp_Image_2025_02_11_at_08.02.15_1_.jpeg)
Di samping itu, ada pemain-pemain muda, seperti Nur Indah Qur’ani (YMS Bogor), Diva Intan Nurfadillah (GMC Cirebon), Erinindita Prias Madafa (Sahabat Semarang), Erlita Christiana (Surabaya Fever), dan Melisa Erika Saleh (CLS Surabaya). Ada juga Thasya Hery Saputera (Surabaya Fever), Ivana Ardelia (Jawa Timur), Natasya Amelia Putri (Surabaya Fever), dan Byrlia Sheron Tumanduk (Sulawesi Utara) yang masuk daftar.
Pemain langganan timnas dan pemain baru ini akan bersaing untuk memperebutkan posisi inti dalam skuad. Kehadiran wajah-wajah baru yang merupakan pemain muda juga diharapkan mengawali proses regenerasi di tubuh timnas basket putri.
”Kemenpora mengingatkan pentingnya segera meregenerasi tim untuk pembinaan yang berkesinambungan. Hal ini sejalan dengan rencana Dewan Pengurus Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) yang menyiapkan tim untuk jangka panjang sehingga kami tim pelatih memanggil beberapa nama baru,” kata pelatih timnas putri, Marlina Herawan.
Dalam proses latihan, daftar 24 nama tersebut akan mengalami penyusutan jumlah secara bertahap. Marlina menyebut, jumlah pemain akan berkurang menjadi 18 orang pada Maret mendatang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/53195d0113b71bbdc6bf99a399727476-WhatsApp_Image_2025_02_11_at_08.02.15_2_.jpeg)
”Nanti akan terus kami pantau perkembangan para pemain hingga mendekati waktunya Piala Asia FIBA Divisi A dan SEA Games 2025 sehingga nanti mendekati turnamen, kami mendapatkan komposisi 12 pemain yang akan membela Merah Putih di dua ajang tersebut,” ujarnya.
SEA Games Thailand 2025 direncanakan digelar pada 7 Desember-19 Desember 2025. Timnas basket akan datang ke ajang multicabang itu sebagai juara bertahan. Agustin Gradita Retong dan kawan-kawan mengukir sukses meraih meraih medali emas di SEA Games Kamboja 2023, prestasi perdana sejak partisipasi pertama mereka pada SEA Games Malaysia 1977.
Kesuksesan timnas basket putri tersebut diwarnai dengan sapu bersih enam kemenangan dalam enam laga. Tren tersebut berlanjut saat tampil di Piala Asia FIBA 2023 Divisi B. Mereka mengukir rekor lima kemenangan dari lima pertandingan untuk meneguhkan mereka sebagai juara.
Artinya, timnas basket putri total meraih 11 kemenangan dengan selang waktu tiga bulan. Permainan Indonesia juga terlihat masih konsisten kendati saat tampil dan menjuarai Piala Asia FIBA 2023 Divisi B tak diperkuat dua pemain andalan saat di SEA Games, guard Adelaide Callista Wongsohardjo dan forward naturalisasi Peyton Whitted.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/19/b9e8cb21-eeca-4a35-a5c3-9fb73921bbed_jpg.jpg)
Dengan menjuarai Piala Asia FIBA 2023 Divisi B, timnas putri kembali menciptakan sejarah karena berhak promosi untuk pertama kalinya ke Divisi A sejak format dua divisi diterapkan mulai 1994. Piala Asia Divisi A akan digelar pada Juli mendatang.
Di antara nama-nama yang dipanggil timnas, hanya ada satu pemain naturalisasi yang dipanggil, yakni Kimberley Pierre-Louis. Nama Peyton Whitted tidak ada dalam daftar karena sang pemain sedang memperkuat klubnya di Liga Bola Basket Belgia. Peyton juga masih terikat kontrak dengan klubnya di Belgia saat timnas putri bersaing di Piala Asia Divisi A.
Marlina menuturkan, Piala Asia Divisi A juga menerapkan aturan hanya boleh memakai satu pemain naturalisasi. ”Sehingga momentum ini juga menjadi ajang mematangkan persiapan pemain yang akan bertanding dengan satu pemain naturalisasi, yaitu Kimberley Pierre-Louis,” ucap Marlina.
Kimberley kerap menjadi pemain andalan timnas, termasuk saat tampil di Asian Games Hangzhou. Dia tampil konsisten selama total empat pertandingan di Asian Games. Pemain yang debut bersama timnas putri pada SEA Games Vietnam 2021 ini bahkan mencetak 44 poin dengan waktu bermain mencapai 38 menit 27 detik. Artinya, dia mencetak lebih dari separuh perolehan angka Indonesia (69 poin) dengan nyaris tanpa istirahat.
Selepas laga terakhir di Asian Games, Kimberley mengatakan, mewakili Indonesia merupakan hal yang sangat berarti untuknya. Mantan pemain klub Jerman, Rutronik Stars Keltern, ini pun sangat bangga dengan keputusannya beralih kewarganegaraan. Semua terasa mudah, kata Kimberley, karena rekan setim, pelatih, dan manajer menerimanya dengan sangat baik.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/08/20/7d810791-1370-473a-92c5-b039660d969e_jpg.jpg)
”Mereka mengizinkan saya untuk menjadi bagian dari proses mereka tumbuh dan menjalani beberapa pengalaman yang sangat menakjubkan. Saya selalu ingin bermain di panggung besar internasional dan mereka memberi saya kesempatan luar biasa itu,” tutur Kimberley.
Manajer sekaligus penanggung jawab timnas basket putri, Christopher Tanuwidjaja, sempat mengatakan, Kimberley merupakan sosok pekerja keras. Christopher, yang menemukan bakat Kimberley dan menawarkannya naturalisasi, berharap kerja keras yang ditunjukkan pemain itu dapat menjadi contoh pemain lain sehingga memacu prestasi timnas putri.
Berikut ini daftar pemain yang dipanggil pelatnas timnas basket putri:
1. Priscilla Annabel Karen (Surabaya Fever)
2. Agustin Gradita Retong (Surabaya Fever)
3. Jesslyn Angelique Aritonang (Surabaya Fever)
4. Nur Indah Qur’ani (YMS Bogor)
5. Diva Intan Nurfadillah (GMC Cirebon)
6. Clarita Antonio (Surabaya Fever)
7. Yuni Anggraeni (Sahabat Semarang)
8. Erinindita Prias Madafa (Sahabat Semarang)
9. Henny Sutjiono (Surabaya Fever)
10. Adelaide Calista Wongsohardjo (Bima Sakti Malang)
11. Erlita Christiana (Surabaya Fever)
12. Melisa Erika Saleh (CLS Surabaya)
13. Faizzatus Shoimah (GMC Cirebon)
14. Thasya Hery Saputera (Surabaya Fever)
15. Ivana Ardelia (Jawa Timur)
16. Natasya Amelia Putri (Surabaya Fever)
17. Aimee Tampu Francienne (Surabaya Fever)
18. Angelica Jennifer Candra (Spartan Yogya)
19. Nathania Claresta Orville (Surabaya Fever)
20. Dewa Ayu Made Sriartha (GMC Cirebon)
21. Kadek Pratita Citta Dewi (Surabaya Fever)
22. Byrlia Sheron Tumanduk (Sulawesi Utara)
23. Lea Elvensia Wolobubo Kahol (Surabaya Fever)
24. Kimberley Pierre-Louis
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .