Persib Bandung meraih bintang keempat dengan gaya ”corto muso”. Performa Tyronne Del Pino layak dinobatkan sebagai pemain terbaik Liga 1 musim ini.
06 Mei 2025 11:16 WIB · Olahraga
Dalam dua edisi BRI Liga 1 Indonesia terkini, Persib Bandung mengonfirmasi cetak biru tim-tim juara Indonesia. Demi mengangkat trofi juara pada laga pamungkas musim, sebuah tim tidak cukup menampilkan superioritas statistik. Kunci utama kampiun adalah konsistensi permainan yang terjaga.
Persib Bandung sudah memastikan gelar juara Liga 1 2024-2025 pada pekan ke-31. Koleksi 64 poin milik ”Pangeran Biru” sudah tidak bisa dikejar oleh Dewa United dan Persebaya Surabaya yang tertinggal 10 poin dengan tiga gim tersisa.
Sejak pekan ke-18, anak asuhan Bojan Hodak sudah tidak terusik di puncak klasemen. Mereka melepas predikat juara paruh musim kepada Persebaya, tetapi trofi kampiun sesungguhnya tetap berada di Kota Kembang, sebutan Bandung nan romantis.
Selain mengumpulkan poin terbanyak, Persib tidak menyajikan catatan statistik yang superior dibandingkan dengan 17 kontestan lain di kompetisi terbaik Indonesia. Persib tercatat sebagai tim dengan catatan kebobolan terendah dengan hanya kemasukan 28 gol.
Namun, mereka kalah kuantitas laga nirbobol dari Dewa yang ada di posisi kedua. Kiper-kiper Persib hanya mampu menjaga jaring gawang mereka dari getaran pemain lawan sebanyak 11 pertandingan. Adapun Dewa mengoleksi 13 pertandingan tak kemasukan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/26/3b42613ccb455b33fac2590bcaecad64-ciro_tyronne_klok_pss_sut_7b53b201d8.jpg)
Persib juga bukan tim dengan produktivitas gol terbaik. Kemampuan mereka 54 kali mengubah angka di papan skor masih lebih rendah dari 57 gol milik Dewa. Lagi-lagi, Dewa memiliki statistik lebih baik dari Pangeran Biru.
Dalam catatan penguasaan bola yang menjadi barometer mengukur perspektif permainan sebuah tim, Persib juga tidak menyajikan sepak bola menyerang. Mereka hanya mengoleksi rerata 48,9 persen penguasaan bola per gim. Catatan penguasaan bola itu hanya meningkat sedikit dibandingkan dengan musim lalu dengan 45,8 persen per pertandingan.
Penguasaan bola Persib amat jauh dari Borneo FC (58,5 persen), Dewa United (58,8 persen), dan Persik Kediri (56 persen). Bahkan, dua tim yang berkutat di papan bawah selama musim ini, yakni Persis Solo dan Madura United, bermain lebih menyerang daripada Persib. Hal itu ditegaskan melalui 52 persen dan 51,2 persen penguasaan bola per laga.
Meski begitu, Persib membuktikan mereka dalah tim yang paling efektif dalam menyerang. Tyronne Del Pino dan kawan-kawan hanya membutuhkan rerata enam tembakan untuk menghasilkan sebuah gol.
”Sepak bola yang terpenting adalah tembakan, kreasi peluang, dan gol,” ujar Hodak tentang gaya permainan Persib.
Pola pikir kemenangan lebih penting dibandingkan dengan segalanya telah dibuktikan Persib di musim ini. Delapan dari 18 kemenangan yang mereka hanya bermargin keunggulan satu gol dari lawan. Di Italia, gaya raihan hasil positif Persib itu disebut corto muso atau kemenangan tipis yang mengacu keunggulan hidung pada pacuan kuda.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/15/c6dbd098-f3fe-4a35-8af0-0cc6b60a6d93.jpg)
Selain itu, Hodak juga memanfaatkan dengan baik kelemahan pemain-pemain Indonesia yang kehabisan energi setelah bermain selama satu jam. Sebanyak 24 gol Pangeran Biru tercipta ketika durasi pertandingan setelah menit ke-60. Jumlah gol itu setara 44 persen dari total gol Persib hingga pekan ke-31.
Ketika mencetak gol dalam durasi waktu itu, Persib meraup 10 kemenangan. Satu gim lainnya berakhir kekalahan ketika mereka tumbang 1-4 dari Persebaya.
Ketika permainan kolektif tidak terlalu dominan, faktor Persib bisa meraih gelar juara Indonesia beruntun juga dipengaruhi kehadiran pemain-pemain pembeda. Pangeran Biru memang sudah kehilangan David Da Silva yang meraih trofi sepatu emas musim 2023-2024 dengan koleksi 30 gol, tetapi peran Da Silva, yang dibekap cedera kambuhan, digantikan oleh Tyronne Del Pino.
Setelah tersisih dari skuad musim lalu, pemain asal Spanyol itu menjelma menjadi pencetak gol terbanyak Pangeran Biru dengan torehan 16 gol.
Secara total, Tyronne berkontribusi bagi 21 gol Persib. Jumlah itu hanya kalah dari penyerang utama Dewa, Alex Martins, yang berperan dalam 26 gol timnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/15/246c1152-01a7-4f3c-9bc2-496265939b90.jpg)
Tanpa memandang statistiknya di musim ini, Tyronne memang pemain paling penting di Persib musim ini. Banyak posisi telah diembannya, seperti gelandang serang, gelandang tengah, penyerang sayap, hingga false nine. Penampilan di berbagai posisi itu dijalani Tyronne dengan sangat apik sehingga ia pantas meraih gelar Pemain Terbaik Liga 1 musim ini.
”Tidak penting bermain di posisi apa, terpenting bagi saya berkontribusi bagi tim dengan penampilan 100 persen. Saya selalu berusaha untuk membantu tim menang,” ucap Tyronne.
Di sisi lain, Ciro Alves juga menunjukkan peran barunya sebagai pelayan rekan setim. Penyerang yang dipastikan hengkang dari Persib pada akhir musim ini adalah pemimpin daftar asis di Liga 1 2024-2025. Ia menghasilkan 12 asis. Kuantitas asis itu adalah rekor tersendiri bagi Ciro dalam satu musim di Liga 1.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/06/09e1d618-0535-4780-afa2-3112f225e16a_jpg.jpg)
Da Silva juga masih memberikan kontribusi untuk sembilan gol Persib. Angka kontribusi serupa ditorehkan ”Pangeran Bandung” baru, yakni Beckham Putra. Pemain berusia 23 tahun itu membuktikan bisa mengemban peran utama di Persib berkat gol pentingnya ke gawang Persija Jakarta dan Bali United.
Jangan pula dilupakan peran bek tengah yang hadir di musim ini, Gustavo Franca. Ketika berduet dengan Nick Kuipers, Persib hanya kalah dua kali dari Persebaya dan Malut United. Franca juga mencetak lima gol dan menghasilkan dua asis. Tak ayal, ia layak disebut sebagai pembelian terbaik Persib di kompetisi 2024-2025, juga layak disebut pemain asing anyar terbaik Liga 1 musim ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/01/951bf953c2eff6b7791dce8ab9612d99-IMG_20250201_210523.jpg)
Sekali lagi, Persib dan Hodak membuktikan juara tidak ditentukan oleh keunggulan catatan statistik. Sang kampiun adalah tim yang mampu menemukan cara terbaik untuk menang.
Kini, Persib menyamakan prestasi Persipura Jayapura yang mengumpulkan empat bintang juara di era Liga Indonesia. Trofi juara akan diterima Persib seusai laga kandang pamungkas musim ini kontra Persis Solo, 25 Mei mendatang.
Wilujeng, Maung Bandung!
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .