Trump Hentikan Bantuan Militer, Pertahanan Udara Ukraina Rawan Bobol

Ukraina masih mampu bertahan meski terus terdesak. Akan tetapi, pertahanan udara dan kemampuan menyerang garis belakang Rusia akan melemah.

05 Mar 2025 13:24 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

Pembekuan bantuan senjata oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Ukraina, Selasa (4/3/2025), dapat berdampak serius pada sistem pertahanan udara Ukraina. Meski demikian, tidak berarti Ukraina akan mudah ditundukkan dan segera bertekuk lutut.

Sejauh ini AS sudah memberikan bantuan senilai 180 miliar dollar AS, termasuk di dalamnya bantuan militer senilai 66,5 miliar dollar AS. Pasokan senjata AS mencapai 20 persen dari seluruh persenjataan Ukraina, terutama rudal jarak jauh dari artileri pertahanan udara, yakni rudal Patriot yang dapat menembak jatuh rudal balistik Rusia.

Sejak perang melawan agresi Rusia tiga tahun lalu, Washington adalah pendukung utama Kyiv. Namun, sejak Trump kembali ke Gedung Putih dan berniat segera mengakhiri perang itu, semuanya perlahan berubah.

Quote

”Ketergantungan pada bantuan teknis AS lebih berdampak daripada penghentian pengiriman senjata,” kata wakil direktur jenderal lembaga kajian RUSI, Malcolm Chalmers.

Setelah menjalin kembali komunikasi dengan Moskwa, Trump mulai mengurangi ”dukungan” pada Kyiv. Sejauh ini, bantuan militer AS tidak hanya berupa persenjataan dan amunisi.

Pasukan Ukraina mengandalkan sistem komunikasi Starlink yang dipasok Elon Musk dan informasi intelijen AS untuk menjejak pergerakan pasukan Rusia dan memandu serangan Ukraina. Penghentian data satelit dan informasi AS akan menghambat kemampuan serang Ukraina. Sekutu Barat lainnya belum mampu memasok kebutuhan informasi tersebut.

”Ketergantungan pada bantuan teknis AS lebih berdampak daripada penghentian pengiriman senjata,” kata wakil direktur jenderal lembaga kajian RUSI, Malcolm Chalmers.

Mengapa Trump memutus bantuan? Gedung Putih mengatakan, mereka akan menghentikan sementara dan mengevaluasi bantuan bagi Ukraina. AS ingin memastikan bahwa kebijakan tersebut akan membantu penyelesaian konflik.

Perintah Trump itu diberlakukan hingga Ukraina menunjukkan komitmen untuk berunding dengan Rusia. Trump mengambil keputusan tersebut seusai bertengkar dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Gedung Putih, Jumat pekan lalu. Trump dan wakilnya, JD Vance, menuding Zelenskyy tidak tahu berterima kasih, posisinya terpojok, dan kekurangan personel untuk berperang.

US President Donald Trump and Ukraine's President Volodymyr Zelensky meet in the Oval Office of the White House in Washington, DC, February 28, 2025. Zelensky and Trump openly clashed in the White House on February 28 at a meeting where they were due to sign a deal on sharing Ukraine's mineral riches and discuss a peace deal with Russia. "You're not acting at all thankful. It's not a nice thing," Trump said. "It’s going to be very hard to do business like this," he added. (Photo by SAUL LOEB / AFP)

Trump ingin Zelenskyy lebih realistis pada situasi terkini. Lantas, kini apa saja bantuan yang ditangguhkan AS?

Trump memerintahkan penghentian bantuan asistensi militer dan senjata yang sudah disetujui serta yang sedang dalam pengiriman. Sumber anonim mengatakan, tidak dijelaskan senjata apa saja yang dihentikan pengirimannya dan berapa banyak jumlahnya.

Sejak awal konflik, AS memasok senjata dan bantuan teknis melalui skema PDA yang merupakan kewenangan Presiden dan tidak membutuhkan persetujuan Kongres AS.

Quote

PDA adalah skema pengadaan senjata secara cepat dengan perintah Presiden AS kepada suatu negara. Persenjataan senilai lebih dari 20 miliar dollar AS dikirim ke Ukraina dengan skema PDA.

Pada awal perang Rusia-Ukraina, AS telah menjanjikan dan mengeluarkan bantuan sebesar 65 miliar dollar AS melalui Otoritas Pendanaan Presiden (Presidential Drawdown Authority/PDA) dan Inisiatif Bantuan Keamanan Ukraina (Ukraine Security Assistance Initiative/USAI).

PDA adalah skema pengadaan senjata secara cepat berbasis perintah Presiden AS untuk suatu negara. Sejak awal perang, persenjataan senilai lebih dari 20 miliar dollar AS dikirim ke Ukraina dengan skema PDA.

Ukraina masih menunggu pasokan kendaraan lapis baja dalam jumlah besar melalui skema PDA yang dijadwalkan tiba pertengahan tahun 2025. Kendaraan lapis baja tersebut sedang menjalani perawatan di sejumlah depot militer NATO di Eropa.

Infografik - Sistem Pertahanan Rudal Patriot

Sementara skema USAI adalah pembelian senjata senilai 33,2 miliar dollar AS dari AS dan negara-negara sekutu. Dana USAI dialokasikan oleh Kongres AS sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang untuk mempersenjatai Ukraina.

Diperlukan waktu bertahun-tahun untuk memproduksi senjata dan mengirimkannya ke Ukraina dalam skema USAI. Melalui skema itu, Ukraina mendapat pasokan senjata terbaru sekaligus menghasilkan keuntungan bagi pabrikan senjata. Masih tersisa 15 persen senjata pesanan yang belum terkirim dari skema ini. Sebagian pesanan yang tersisa adalah peluncur roket dan peluru kendali.

Quote

Penghentian bantuan militer AS tidak berdampak langsung bagi jalannya pertempuran, terutama di front timur, Pasukan Ukraina masih bertahan walau terus terdesak oleh serangan Rusia di garis depan sepanjang 1.000 kilometer.

Dampak dari kebijakan Trump terhadap pabrik-pabrik senjata AS adalah penghentian pesanan yang sedang berjalan, rencana produksi, dan investasi pabrikan senjata, seperti L3Harris Technologies, Lockheed Martin Corp, RTX Corp, dan General Dynamics.

Beberapa jenis senjata yang disetujui pada masa pemerintahan Biden terkena dampak kebijakan Trump. Namun, tidak dijelaskan rincian lebih lanjut.

Sebagai contoh, bantuan 500 juta dollar AS yang disetujui pada Januari 2025 sebelum Presiden Joe Biden mengakhiri jabatan, di antaranya, adalah rudal pertahanan udara, sistem pendukung amunisi, dan perlengkapan lain. Semua bantuan itu terkena larangan Trump. Para pejabat terkait tidak tahu berapa banyak dari bantuan tersebut yang sudah sampai di Ukraina dan berapa yang terdampak larangan Trump.

Di sisi lain, penghentian bantuan militer AS belum berdampak signifikan pada jalannya pertempuran. Di garis depan front timur, sepanjang 1.000 kilometer, pasukan Ukraina masih bertahan walau terus terdesak oleh serangan Rusia. Pasukan Rusia terus maju meski menderita kerugian material dan manusia dalam jumlah besar.

Celah pertahanan udara

Meskipun saat ini kebijakan AS itu belum berdampak signifikan, penghentian bantuan dikhawatirkan akan melemahkan pertahanan udara Ukraina dan kemampuan menghantam sasaran Rusia di garis belakang.

Seorang bloger militer Rusia, Alexander Kots, mengatakan, penghentian bantuan AS sangat tidak menyenangkan dan bisa menimbulkan dampak mematikan dalam pertempuran.

Sekutu Barat bisa saja ganti memasok kebutuhan artileri Ukraina. Akan tetapi, mereka tidak memiliki senjata pengganti untuk sistem pertahanan udara dan rudal jarak jauh HIMARS yang bisa menjangkau sasaran dalam jarak 300 kilometer.

Quote

Shmygal mengatakan, bantuan militer AS berupa artileri pertahanan udara dan intelijen berhasil menyelamatkan puluhan ribu nyawa warga Ukraina.

Pakar perang di Universitas Bath, Inggris, Patrick Bury, mengatakan, saat ini Ukraina sudah kekurangan rudal dan sistem pertahanan udara Patriot yang sangat dibutuhkan untuk melindungi kota-kota Ukraina. ”Pasokan senjata dengan teknologi tinggi dari AS itu tidak bisa digantikan oleh Eropa Barat,” ujar Bury.

Ukraina sudah menimbun munisi dan perlengkapan artileri serta menambah kapasitas produksi drone dalam negeri yang menjadi andalan dalam perang Rusia-Ukraina. Diperkirakan separuh dari alutsista yang digunakan Ukraina dibuat di dalam negeri.

A Ukrainian soldier launches FlyEye WB Electronics SA, a Polish reconnaissance drone, which is in service with the Ukrainian army, in Kyiv region, Ukraine, Tuesday, Aug. 2, 2022. (AP Photo/Efrem Lukatsky)

Chalmers, ahli di lembaga RUSI, mengatakan, Ukraina telah meningkatkan industri persenjataan dan strategis. ”Tekanan keadaan membuat mereka bekerja keras meningkatkan produksi. Mereka bisa bertahan untuk sementara waktu,” kata Chalmers.

Dalam pertemuan di London, Inggris, Minggu (2/3/2025), disepakati bantuan Inggris sebesar 2 miliar dollar AS untuk membiayai pengadaan 5.000 rudal pertahanan udara. Sementara Uni Eropa membahas usulan bantuan sebesar 841 juta dollar AS untuk pertahanan udara Ukraina. Samir Puri, Direktur Pusat Tata Kelola dan Keamaman Chatham House, Inggris, mengatakan, bantuan AS dan Eropa sejatinya saling melengkapi.

”Tanpa bantuan Amerika Serikat, ada sesuatu yang hilang dalam struktur bantuan bagi Ukraina,” ujar Puri.

Ukraina bersumpah akan terus berperang meski Presiden AS Donald Trump menghentikan bantuan militer. ”Kami akan akan berjuang untuk dapat bertahan,” kata PM Ukraina Denys Shmygal dalam jumpa pers di Kyiv, Selasa (4/3/2025).

AS adalah pendukung utama Ukraina sejak awal serangan Rusia, Februari 2022. Shmygal mengatakan, bantuan militer AS berupa artileri pertahanan udara dan intelijen berhasil menyelamatkan puluhan ribu nyawa warga Ukraina.

Ukraina mengatakan sedang berunding dengan Eropa untuk mengisi kekurangan pasokan senjata.

”Kami berunding dengan mitra Eropa dan tentu saja untuk berunding ulang dengan Amerika Serikat,” kata penasihat Presiden Ukraina, Mykhailo Polodyak, dalam akun X.

Shmygal mengatakan, Ukraina sangat ingin melanjutkan kerja sama dengan AS. Kerja sama itu juga mencakup hak bagi AS untuk menambang mineral tanah jarang di Ukraina yang gagal disepakati dalam pertemuan Trump-Zelensky, Jumat lalu, di Gedung Putih yang berakhir ricuh.

Quote

Presiden Trump menegaskan, kehadiran bisnis-bisnis pertambangan besar AS di Ukraina sudah menjadi ”payung” keamanan bagi Ukraina kelak.

Sejauh ini Zelenskyy belum mengomentari penghentian bantuan militer AS.

Adapun Shmygal menggarisbawahi pentingnya jaminan militer AS untuk Ukraina dan Eropa. ”Kami butuh jaminan keamanan nyata dari AS dan Eropa serta negara G7. Ini sangat penting bagi Ukraina dan Uni Eropa serta Benua Eropa,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Trump menegaskan, kehadiran bisnis-bisnis pertambangan besar AS di Ukraina sudah menjadi ”payung” keamanan bagi Ukraina kelak.

Trump tampaknya ingin para pihak lebih aktif dan Washington lebih fokus pada misi nasional. Bahkan, di Gedung Putih, dalam jumpa pers, ketika ditanya wartawan soal pemilu Jerman pekan ini, Trump menjawab itu urusan Jerman. ”Kami banyak urusan sendiri di dalam negeri,” ucap Trump, diikuti tawa lepas hadirin. (AP/REUTERS/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti