Laga ”big match” penyisihan grup Piala Dunia 2026 tersaji saat Meksiko berhadapan dengan Korsel pada Jumat (19/6/2026) pukul 08.00 WIB. Mengapa Meksiko wajib menang?
18 Jun 2026 12:42 WIB · Olahraga
AP Photo/Ricardo Mazalan
Tuan rumah Meksiko mengusung misi wajib menang saat bertemu Korea Selatan pada lanjutan penyisihan Grup A Piala Dunia 2026, Jumat (19/6/2026) pukul 08.00 WIB. Hal ini demi mengamankan tiket sebagai juara grup, target yang akan membawa sejumlah keuntungan bagi skuad ”El Tricolor”.
Kedua tim itu akan bertanding di Stadion Guadalajara, Meksiko, yang berkapasitas 45.600 penonton. Partai ini bertajuk big match Grup A setelah kedua tim itu sama-sama memetik kemenangan pada laga awal. Meksiko memukul Afrika Selatan 2-0, sedangkan Korsel mengandaskan Ceko 2-1.
Namun, Meksiko memiliki motivasi lebih besar untuk meraup tiga poin dalam laga ini demi mengamankan kursi sebagai juara grup. Setidaknya ada dua keuntungan besar yang bakal diperoleh Meksiko dengan status juara Grup A.
Pertama, mereka bisa tampil di ”kuil” paling keramat mereka, Stadion Azteca, pada babak 32 besar. Dukungan penuh suporter tentu diperlukan sebagai bahan bakar semangat skuad El Tricolor untuk bertarung mati-matian di lapangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/11/da8c064fbc76d0dc8094b874d64b5532-000_B6F93G7.jpg)
Hal ini seperti yang ditunjukkan saat laga pembuka melawan Afsel pada 12 Juni lalu. Suporter tuan rumah memenuhi stadion berkapasitas 80.824 kursi tersebut dan tak henti-henti bergemuruh sepanjang laga.
Jalur juara Grup A juga akan memastikan jika Meksiko bisa melangkah ke perdelapan final, mereka akan kembali bertanding di Azteca. Hal itu bisa menjadi keuntungan besar bagi tim asuhan Javier Aguirre tersebut untuk mewujudkan mimpi melangkah ke perempat final, jenjang yang terakhir mereka tembus saat menjadi tuan rumah pada 1986.
Laga perdelapan final di Azteca nanti juga sekaligus menjadi partai penutup Piala Dunia 2026 di Meksiko. Setelah itu, semua laga perempat final hingga final akan digelar di stadion-stadion di AS.
Namun, jika menjadi runner-up grup, Meksiko harus bermain di Los Angeles, Amerika Serikat, pada babak 32 besar. Meskipun banyak warga keturunan Meksiko yang berdomisili di kota itu, atmosfer stadion dan militansi suporternya jelas tak bisa dibandingkan dengan Azteca.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/90f343ecc2564e2cfe59df24f5f1db6e-wires_photo_8_.jpg)
Lebih buruk lagi, kalau hanya lolos sebagai peringkat ketiga terbaik, Meksiko akan bermain di Boston atau Seattle, makin jauh dari rumah. Kedua kota itu juga tak memiliki populasi diaspora Meksiko yang besar seperti kota-kota di wilayah selatan AS.
Satu-satunya hal yang kami pikirkan sekarang adalah laga dengan Korsel.
Adapun keuntungan kedua yang akan diperoleh Meksiko jika menjadi juara Grup A adalah kualitas calon lawan yang dihadapi. Juara Grup A dipastikan bertemu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup C, E, F, H, atau I.
Hal itu berpotensi lebih memudahkan ketimbang status runner-up Grup A yang harus menghadapi runner-up Grup B. Apalagi, kalau hanya keluar sebagai peringkat ketiga terbaik, Meksiko mesti melawan juara Grup E atau juara Grup G.
Karena itulah, menang atas Korsel menjadi pilihan paling aman bagi Meksiko untuk memuluskan skenario ideal tadi. Hasil imbang, apalagi kalah, berisiko merusak skenario tersebut.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/17/6f4f3e64c1d7ed0acd92ce8a2b6e9d02-AP26162748981141.jpg)
Hasil imbang akan membuat tiket juara grup Meksiko bergantung pada laga terakhir melawan tim kuat Ceko yang motivasinya juga sedang tinggi untuk meraih jatah lolos grup. Seandainya menang atas Ceko pun, Meksiko mesti menunggu hasil laga Korsel vs Afsel.
Andaikan nantinya poin akhir Meksiko dan Korsel sama, status juara grup akan ditentukan lewat selisih gol, kemudian jumlah gol memasukkan. Meksiko kini hanya unggul 1 selisih gol dibandingkan Korsel.
Javier Aguirre pun sepenuhnya menyadari pentingnya menjuarai grup ini sejak awal. Namun, pelatih Meksiko itu mengaku hanya berfokus pada setiap pertandingan yang akan dijalani.
”Satu-satunya hal yang kami pikirkan sekarang adalah laga dengan Korsel. Bagaimana kami menjadi lebih baik daripada mereka dan mencoba menang,” kata Aguirre seusai partai melawan Afsel.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/10/6230953bf4c3ad3403978d1c305c14e5-20260610_H01_ADI_Piala_Dunia_mumed.png)
Selain bermain di hadapan publik sendiri, di atas kertas, modal Meksiko untuk menang pun cukup besar. Jika menilik ranking FIFA per 11 Juni 2026, Meksiko berada di peringkat ke-14, unggul jauh dari Korsel di posisi ke-25.
Riwayat head-to-head kedua tim itu di Piala Dunia juga berpihak kepada Meksiko. Menurut catatan TNT Sports, dari total 14 kali pertemuan dengan Korsel di semua ajang, skuad El Tricolor menang 8 kali, seri 2 kali, dan kalah 4 kali.
Di panggung Piala Dunia, dalam dua kali pertemuan, Meksiko juga selalu menang, yakni 3-1 pada edisi 1998 dan 2-1 pada edisi 2018. Berdasarkan data Opta, Meksiko pun menyapu bersih tiga poin dari total lima pertemuan dengan tim-tim Asia di ajang Piala Dunia.
Namun, jelang laga, Aguirre menggarisbawahi transisi cepat Korsel menjadi ancaman terbesar. Hal itu membuat Meksiko kewalahan saat laga persahabatan terakhir kedua tim pada September 2025 yang berakhir imbang 2-2.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/93fb91afd097310dd371258ab869e170-wires_photo_11.jpg)
”Kami sudah berlatih untuk meredam kecepatan pemain Korsel saat menyerang. Kami juga harus berhati-hati saat menyerang. Kalau ada dua pemain Korsel, harus ada paling tidak tiga pemain Meksiko,” ujar Aguirre.
Meksiko diperkirakan masih akan tampil dengan susunan pemain yang tak beda jauh seperti pada laga pembuka. Satu pengecualian adalah absennya bek tengah sekaligus kapten tim, Cesar Montes, karena hukuman kartu merah saat menghadapi Afsel.
Kami perlu mengendalikan ritme dan alur pertandingan.
Aguirre pun diperkirakan akan memasukkan Edson Alvarez untuk mengisi posisi Montes atau menggeser Israel Reyes dari bek kanan ke tengah. Aguirre juga berpotensi memainkan Gilberto Mora sejak awal setelah penampilan impresifnya sebagai pengganti pada laga pembuka.
Sementara Korsel menyadari dukungan penuh suporter akan menguntungkan Meksiko. Namun, Pelatih Hong Myung-bo menyebut, para pemainnya sudah berpengalaman menghadapi pertandingan seperti itu.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/12/89b3bb3dd4c0340bf4aacf5455c9d7c8-Czechia_South_Korea_WCup_Soccer_2.jpg)
Di tengah persiapan jelang laga itu, Korsel menghadapi gangguan berupa keberadaan drone yang diduga memata-matai sesi latihan tertutup mereka. Meskipun akhirnya bisa dihalau, Hong menyebut, insiden itu sangat disayangkan.
Namun, dia mengatakan, peristiwa tersebut tak sampai berdampak signifikan terhadap perencanaan taktik dan strategi skuad ”Pejuang Taeguk”. ”Kami perlu mengendalikan ritme dan alur pertandingan. Menunggu momentum yang tepat juga akan penting untuk dipertimbangkan,” ujarnya.
Korsel memiliki opsi pemain yang lebih luas ketimbang saat laga awal menyusul hampir pulihnya gelandang Bae Jun-ho dan Kim Tae-hyeon. Namun, Hong memiliki PR untuk mengoptimalkan peran sang kapten tim, Son Heung-min, yang menurun sejak bergabung dengan klub MLS, Los Angeles FC, tahun lalu.
Salah satu opsinya, Son bisa digeser ke posisi yang lebih dalam sebagai pendukung barisan serang. Opsi itu visa terjadi jika Hong memutuskan memainkan Oh Hyeon-gyu, sang pencetak gol kemenangan saat melawan Ceko, sebagai pemain mula. (AP/AFP/REUTERS)
Penulis:
Mohamad Final DaengEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan