Pertempuran Kursk Makin Sengit, Putin Hapus Utang Prajurit Rusia

Untuk menambah prajurit baru dalam perang Ukraina, Putin membuat kebijakan penghapusan utang hingga Rp 1,5 miliar bagi warganya yang mau jadi prajurit Rusia.

24 Nov 2024 18:43 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

KYIV, MINGGU — Ukraina sudah kehilangan 40 persen wilayah Rusia di Kursk yang sempat mereka kuasai dalam serbuan kilat dan mengejutkan pada awal Agustus 2024. Seorang sumber pejabat senior di Staf Umum Militer Ukraina, seperti dilansir kantor berita Reuters, Minggu (24/11/2024), mengungkapkan, dari 1.376 kilometer persegi wilayah Kursk yang sempat dikuasai militer Ukraina kini tersisa 800 kilometer persegi akibat serangan balasan pihak Rusia.

Kyiv memperkirakan, Rusia menempatkan 59.000 prajurit di front Kursk. Guna merebut kembali wilayah Kursk, Rusia berusaha menambah jumlah prajurit mereka dan membuat berbagai kebijakan untuk memikat warganya menjadi serdadu.

Presiden Rusia Vladimir Putin, Sabtu (23/11/2024), mengumumkan pengampunan utang hingga 10 juta rubel (sekitar Rp 1,5 miliar) bagi debitor yang mau bergabung militer Rusia untuk bertempur di Ukraina.

Aturan itu diberlakukan bagi prajurit baru yang akan bertempur di Ukraina dengan kontrak setahun mulai 1 Desember 2024. Aturan baru ini berlaku bagi siapa pun yang telah memiliki tagihan utang sebelum 1 Desember 2024.

Data Bank Sentral Rusia menunjukkan adanya lonjakan utang konsumsi sejak Kremlin memerintahkan puluhan ribu prajurit mereka menyerang Ukraina sejak Februari 2022. Angka besaran utang terus naik walau Bank Sentral Rusia meningkatkan suku bunga utang hingga 21 persen pada Oktober 2024.

Russia Ukraine

Pada Oktober 2024, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte mengatakan, lebih dari 600.000 prajurit Rusia gugur atau terluka berat dalam perang di Ukraina sejak Februari 2022. ”Kerugian Rusia dalam pertempuran membuat Vladimir Putin putus asa,” kata Rutte mengomentari kehadiran lebih dari 10.000 prajurit Korea Utara di Kursk, Rusia.

Itu sebabnya, Pemerintah Rusia berusaha mati-matian menambah kekuatan personel militer mereka dengan iming-iming gaji berkali lipat dari upah resmi pegawai sipil di Rusia bagi yang mau menjadi serdadu untuk ditempatkan di front Ukraina. Langkah ini membuat angkatan bersenjata Rusia mampu menambah personel baru untuk ditempatkan di zona konflik.

Angkatan Bersenjata Rusia pun tidak perlu melakukan mobilisasi umum (wajib militer) yang sempat memicu kaum pria eksodus dari Rusia pada September 2022.

Wilayah Kursk dalam beberapa bulan terakhir menjadi salah front pertempuran sengit antara pasukan Ukraina dan Rusia. Dengan menyerang dan menguasai Kursk, Ukraina berharap memiliki daya tawar jika suatu saat berunding dengan Rusia terkait dengan wilayah Luhansk dan Donetsk di Ukraina timur yang sebagian besar sudah dikuasai Rusia.

Mayoritas penduduk di Ukraina timur adalah warga etnis Rusia yang mengalami persekusi pemerintahan pro-Barat sejak Revolusi Maidan tahun 2014.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy meyakini, target Putin adalah menguasai wilayah Donbas yang mencakup Donetsk dan Luhansk serta mengusir militer Ukraina dari wilayah Rusia di Kursk.

”Bagi Putin ini penting untuk dicapai hingga 20 Januari 2025 saat dia berkomunikasi dengan presiden baru AS, Donald Trump. Dia ingin menunjukkan kepada Trump bahwa dia memegang kendali atas situasi,” kata Zelenskyy.

President Volodymyr Zelenskyy berswafoto dengan tentara Ukraina yang terluka dalam kunjungan ke rumah sakit militer di Kyiv, Ukraina, Selasa (19/11/2024).

Rusia kini menduduki 20 persen wilayah Ukraina di bagian timur negara itu. Sumber pejabat di Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina mengatakan, wilayah Kurakhoye sekarang terancam dikuasai Rusia. Militer Rusia bergerak sejauh 200-300 meter tiap hari dan mampu menembus pertahanan Ukraina di berbagai sektor.

Disebutkan pula, Rusia mengerahkan 575.000 prajurit untuk bertempur di front Ukraina. Diperkirakan Rusia akan menambah kekuatan hingga 690.000 prajurit.

Pihak Rusia tidak menjawab permintaan konfirmasi oleh Reuters soal besaran jumlah prajurit yang mereka kerahkan di front Ukraina. Reuters mengatakan kesulitan untuk memverifikasi data angka yang disebutkan.

Narapidana jadi serdadu

Sebagai bagian dari upaya menambah pasukan, seperti dilaporkan PBS News, 3 Maret 2023, Rusia juga telah mengirimkan puluhan ribu narapidana untuk menjadi serdadu di garis depan perang Ukraina.

Wartawan PBS, Simon Ostrovsky, mewawancara Artyom (nama samaran), mantan narapidana dalam kasus pembunuhan—ia dipidana sembilan tahun—yang dijadikan prajurit Rusia, lalu ditawan pihak Ukraina. Artyom mengaku ada ribuan mantan napi seperti dirinya turut berperang di garis depan perang Ukraina.

”Saya ditawari menjadi serdadu bertugas enam bulan di front Ukraina, lalu dibebaskan dari penjara. Sebagai prajurit, saya digaji 100.000 rubel (setara Rp 15,25 juta) sebulan,” tutur Artyom.

Artyom diterbangkan ke wilayah Ukraina yang dikuasai Rusia. Dia mendapat latihan dasar militer selama sebulan, lalu diberangkatkan ke front pertempuran. Di sana dia bersama unitnya—sebagian adalah mantan napi—diminta menyerbu posisi militer Ukraina.

”Perang yang saya alami sangat brutal. Setelah berhasil menguasai kedudukan musuh, kami digantikan oleh prajurit reguler Rusia. Saya terus bertempur hingga suatu saat tertangkap pihak Ukraina dan menjadi tawanan perang,” kata Artyom.

(FILES) This file video grab taken from a shooting by AFPTV shows an aerial view of destructions during fightings in the city of Bakhmut on February 27, 2023. - The chief of the Russian paramilitary group Wagner said on March 3, 2023 his fighters had "practically encircled" Bakhmut, an eastern Ukrainian city that Russia has been trying to seize for months. (Photo by AFPTV / AFP)

Menurut cerita dari prajurit Rusia lain yang juga mantan napi, mereka direkrut oleh pimpinan kontraktor militer Yevgeny Prigozhin dari Grup Wagner. Ditanya soal kebenaran kabar tersebut, Prigozhin kepada Ostrovsky mengatakan, pihaknya hanya membutuhkan para prajurit penyerbu untuk langsung berhadapan dengan pihak Ukraina.

Ostrovsky menambahkan, sejak musim panas 2022, Prigozhin sudah mengunjungi berbagai penjara dan menawarkan kebebasan bagi para narapidana jika bergabung dengan Wagner dan siap berperang.

Di suatu penjara, Progizhin berbicara kepada 560 narapidana, sesudahnya 220 orang bergabung dengan Wagner dan siap terlibat operasi militer khusus (sebutan Rusia untuk Perang Ukraina).

Prigozhin sendiri telah terkonfirmasi tewas dalam kecelakaan pesawat jet pribadi Embraer di Tver, utara Moskwa, Rusia, 23 Agustus 2023. Kantor berita Rusia, TASS, menyebutkan, pesawat itu jatuh saat dalam perjalanan dari Moskwa ke St Petersburg, kampung halaman Prigozhin dan Putin, serta tempat markas pusat Wagner berada.

Pengampunan penuh

Olga Romanova, Direktur LSM Rusia di Balik Jeruji yang mendampingi para narapidana di Rusia. mengatakan, Grup Wagner saja hingga awal Maret 2023 sudah merekrut 50.000 narapidana untuk bertempur di Ukraina.

Sementara sejak 1 Februari 2023, Kementerian Pertahanan Rusia juga merekrut para narapidana. Kemhan Rusia menawarkan pengampunan penuh dari pidana setelah berdinas militer setengah tahun sama seperti yang dijanjikan Grup Wagner.

Para narapidana juga mendapat tunjangan harian 140 dollar AS (Rp 2,4 juta), ganti rugi bagi prajurit yang cacat 50.000 dollar AS (Rp 800 juta), dan uang duka 80.000 dollar AS (Rp 1,28 miliar) jika gugur dalam pertempuran.

Russia Ukraine War 1000 Days Day In The Life

Menurut Olga Romanova, masih ada 150.000-200.000 narapidana yang bisa direkrut segera untuk menjadi prajurit dan berperang di Ukraina. Sikap masyarakat Rusia tidak keberatan jika para narapidana dikirim berperang.

”Daripada suami atau anak-anak mereka dikirim berperang, lebih bagi narapidana ditugaskan bertempur. Jadi, kebijakan ini menjadi populer di Rusia,” kata Romanova.

Putin pada 29 September 2023 mengatakan, narapidana Rusia yang gugur dalam pertempuran di Ukraina telah menebus dosa mereka di masyarakat.

”Siapa pun bisa melakukan kesalahan dalam hidup di masyarakat. Namun, jika mereka memberikan nyawanya kepada Ibu Pertiwi Rusia, mereka sudah menebus kesalahan mereka,” kata Putin yang menemui para prajurit di front pertempuran Urozhaine di Ukraina selatan.

(AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi