”Pertempuran” yang Masih Berlanjut di Vietnam

Perang Vietnam memang telah berakhir, tetapi derita korban penggunaan senjata Agen Oranye saat perang masih dirasakan hingga saat ini.

02 Mei 2025 06:29 WIB · Foto

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Kekalahan Perancis di Vietnam tahun 1954, membuat perang baru di Vietnam. Perang  saudara antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan yang terpecah karena perbedaan ideologi. Vietnam Utara yang dikuasai Ho Chi Minh menjadikan Hanoi sebagai ibu kota, sedangkan Vietnam Selatan yang dikuasai Ngo Dinh Diem dengan ibu kota di Saigon.

Ho Chi Minh ingin menjadikan Vietnam negara komunis, sedangkan Ngo Dinh Diem ingin membangun negara ala Barat. Amerika Serikat segera mengirimkan bantuan untuk membantu Vietnam Selatan. 

Belajar dari kekalahan Perancis, yang gagal mengatasi perang gerilya di hutan-hutan yang lebat, AS menyiapkan senjata baru. Vietkong yang terkenal lincah dan menguasai hutan belantara sebagai basis perjuangan serta tempat paling aman untuk bersembunyi menjadi momok bagi pasukan AS dan tentara Vietnam Selatan yang didukungnya. 

Terbang sejauh 100 kaki di atas bukit hutan di sebelah barat Hue, 5 pesawat menyemprotkan 'C-123' untuk penghilang dedaunan, 14 Agustus 1968. Bahan kimia yang digunakan membakar dedaunan tebal yang menyembunyikan rute infiltrasi musuh dan kamp pangkalan. Pesawat itu secara khusus dilengkapi dengan tangki besar 1.000 galon yang menampung 11.000 pon herbisida. Untuk mencapai area target mereka, mereka terbang hampir di atas puncak pohon dan dalam formasi yang ketat. Di daerah yang sangat berbahaya mereka disediakan dengan pengawalan pesawat tempur-pembom.

Agen Oranye menjadi senjata militer lantas digunakan militer AS dalam Perang Vietnam (1961-1971). Cairan ini sebenarnya adalah herbisida, yaitu senyawa atau material yang disebarkan pada lahan pertanian untuk menekan atau memberantas gulma pengganggu tanaman utama. Namun Agen Oranye yang digunakan AS mengandung picloram dan asam cacodylic, sejenis senyawa yang menimbulkan efek kekeringan cepat pada dedaunan. 

Pesawat-pesawat AS yang telah dimodifikasi agar bisa mengangkut ribuan liter Agen Oranye, hilir mudik menyemprotkan cairan ini di hutan-hutan lebat yang diduga menjadi tempat persembunyian tentara Vietnam Utara yang dibantu Vietkong. 

Efek pertama cairan ini adalah merontokkan dedaunan hutan di Vietnam sehingga dapat mengetahui tempat persembunyian tentara Vietnam. Cairan ini juga disemprotkan di lahan pertanian di daerah yang dikuasai Vietnam Utara untuk menghancurkan persediaan logistik.

Seorang siswa mewarnai gambar di sebuah sekolah untuk korban Agen Oranye di Da Nang, Vietnam, Jumat (7/3/2025).
Petugas duduk di sebelah lapangan yang terkontaminasi dioksin sebelum upacara yang menandai dimulainya proyek untuk membersihkan dioksin yang tersisa dari Perang Vietnam, di bekas pangkalan militer Amerika Serikat di Da Nang, Vietnam, 9 Agustus 2012.
Nguyen Thanh Hai (34, tengah), mengangkat tangannya untuk menjawab pertanyaan kelas di sekolah untuk korban Agen Oranye di Da Nang, Vietnam, Jumat (7/3/2025).
Nguyen Ba Quy Phuoc (14) menghadiri kelas fisioterapi di sebuah sekolah untuk korban Agen Oranye di Da Nang, Vietnam, Jumat (7/3/2025).
Siswa menghadiri kelas fisioterapi di sebuah sekolah untuk korban Agen Oranye di Da Nang, Vietnam, Jumat (7/3/2025).
Siswa mengenakan seragam di sekolah untuk korban Agen Oranye di Da Nang, Vietnam, Jumat (7/3/2025).

Saat perang, di seluruh Vietnam, pasukan AS menyemprotkan 72 juta liter bahan kimia penggugur daun selama perang untuk memerangi musuh. Lebih dari setengahnya adalah Agen Oranye, campuran herbisida. Vietnam telah menghabiskan waktu puluhan tahun untuk membersihkan warisan perang yang beracun, tetapi pekerjaan itu masih jauh dari selesai. 

Vietnam mengidentifikasi korban Agen Oranye dengan memeriksa riwayat keluarga, tempat tinggal mereka, dan daftar masalah kesehatan yang terkait dengan racun tersebut.

Kontaminasi itu juga merusak pertahanan alami Vietnam. Hampir setengah dari pohon bakau, yang melindungi pantai dari badai yang kuat, hancur. Sebagian besar hutan tropisnya rusak parah, sementara herbisida juga melarutkan nutrisi tanah di beberapa daerah Vietnam yang paling rentan terhadap iklim.

Peta area yang terkontaminasi dioksin di sekitar bandara Danang ditampilkan saat upacara yang menandai dimulainya proyek untuk membersihkan dioksin yang tersisa dari Perang Vietnam, di bekas pangkalan militer AS di Danang, Vietnam Kamis 9 Agustus 2012.

Pembersihan besar-besaran dimulai

Dalam beberapa dekade setelah perang berakhir, negara yang sedang dalam pemulihan itu memagari lokasi-lokasi yang sangat terkontaminasi seperti bandara Da Nang dan mulai memberikan dukungan kepada keluarga-keluarga yang terdampak.

Membersihkan Agen Oranye membutuhkan biaya mahal dan menjadi pekerjaan yang berbahaya. Tanah yang sangat tercemar perlu digali dan dipanaskan dalam oven besar hingga suhu yang sangat tinggi, sementara tanah yang kurang terkontaminasi dapat dikubur di tempat pembuangan sampah yang aman.

Meskipun telah bekerja selama bertahun-tahun, masih sangat luas lokasi yang masih perlu dibersihkan, terutama di Da Nang, pangkalan udara tempat penyimpanan dan pengangkutan Agen Oranye.

Tentara menunjukkan bayangan yang mencurigakan di pohon kepada pemegang senapan mesin saat mereka berpatroli di dekat Perbatasan Kamboja sebelah barat Pleiku di Vietnam pada 26 November 1966.
Bendera kuning menandai ladang yang terkontaminasi dioksin di dekat bandara Da Nang, Vietnam, saat upacara yang menandai dimulainya proyek untuk membersihkan dioksin yang tersisa dari Perang Vietnam, di bekas pangkalan militer Amerika Serikat itu, Kamis 9 Agustus 2012.
Seorang wanita berjalan di samping kolam yang sangat terkontaminasi di sekitar tanah pangkalan udara Da Nang di Danang, Vietnam, 21 Mei 2007.
Siswa berolahraga dan bermain dengan balok kayu di kelas fisioterapi di sebuah sekolah untuk korban Agen Oranye di Da Nang, Vietnam, Jumat (7/3/2025).
Nguyen Van Quoc Hung (13) bermain dengan balok kayu di sekolah untuk korban Agen Oranye di Da Nang, Vietnam, Jumat (7/3/2025).
Seorang siswa menyapu area di depan sekolah untuk korban Agen Oranye di Da Nang, Vietnam, Jumat (7/3/2025).

Perang Vietnam berakhir dengan kekalahan Vietnam Selatan yang didukung AS pada tanggal 30 April 1975. Namun dampak panjang dari Agen Oranye ini adalah kerusakan lingkungan hutan di Vietnam yang menjadi kerusakan permanen. Selain kerusakan lingkungan yang sangat besar, Vietnam juga melaporkan bahwa sekitar 400.000 orang terbunuh atau cacat akibat paparan Agent Orange. Ribuan anak dilahirkan dengan kecacatan yang cukup serius.

Nguyen Thanh Hai, 34 tahun, adalah satu dari jutaan penyandang disabilitas yang terkait dengan Agen Oranye. Terlahir dengan tantangan perkembangan yang parah, ia berjuang keras untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dianggap remeh oleh orang lain, seperti mengancingkan kemeja biru yang dikenakannya saat pergi ke sekolah khusus di Da Nang, berlatih alfabet, menggambar bentuk, atau menyusun kalimat-kalimat sederhana.

Seorang pekerja Vietnam menyemprotkan air ke atas batu untuk digunakan dalam pembangunan tempat untuk menyimpan tanah yang terkontaminasi dengan Agen Orange dioksida di lokasi bekas pangkalan udara Amerika di Danang, Vietnam pada hari Rabu, 24 April 2013.
Seorang tentara Vietnam berjaga di depan pesawat militer Amerika Serikat di dekat area yang terkontaminasi Agen Oranye. Menteri Pertahanan Jim Mattis mengunjungi pangkalan udara Bien Hoa di Bien Hoa, di luar Kota Ho Chi Minh, Vietnam, Oktober. 17, 2018.

Hai tumbuh besar di Da Nang, lokasi pangkalan udara AS. Ini menjadi salah satu lokasi yang paling besar dan luas mendapat dampak dari Agent Orange yang ditinggalkan selama beberapa dekade. Zat kimia ini meresap ke dalam makanan dan air di daerah-daerah hunian warga, salah satunya di desa tempat Hai tinggal. Zat ini berdampak pada penduduk dari generasi ke generasi. 

“Mereka telah menjadi korban dua kali, pertama oleh perang dan konsekuensi yang mereka derita. Dan sekarang karena mereka tidak berdaya,” kata Chuck Searcy, seorang veteran Perang Vietnam AS yang telah bekerja pada program-program kemanusiaan sejak 1995, seperti dikutip Associated Press.

Nguyen Thanh Hai, 34 tahun, bereaksi setelah mendapat pujian atas pekerjaannya selama kelas di sekolah untuk korban Agen Oranye di Da Nang, Vietnam, 7 Maret 2025.

Perang vietnam memang telah berakhir 50 tahun lalu, namun bagi korban yang harus menanggung efek Agen Oranye, sejatinya perang itu masih berlangsung hingga hari ini. 


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Heru Sri Kumoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari