RI-Korsel Bertemu, Kelanjutan Proyek Pesawat Tempur KF-21 Menguat

Pertemuan Prabowo-Lee menegaskan komitmen RI-Korsel melanjutkan proyek strategis KF-21. Lee juga menyinggung nilai-nilai historis Konferensi Asia Afrika.

01 Nov 2025 16:47 WIB · Politik & Hukum

BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis Jr

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS – Pemerintah RI dan Korea Selatan berharap terus memperkuat kerja sama kedua negara. Kerja sama pengembangan proyek pesawat tempur bersama KF-21 Boramae pun akan berlanjut.

Penguatan kerja sama RI-Korea Selatan menjadi fokus dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korsel Lee Jae Myung di sela-sela KTT APEC di Hwabaek International Convention Center (HICO), kota Gyeongju, Korsel, Sabtu (1/11/2025).

Dalam pertemuan itu Presiden Prabowo turut didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan P Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Salah satu kerja sama yang dibahas adalah di sektor pertahanan. Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama yang telah berlangsung akan terus diperkuat, termasuk dalam pembahasan kelanjutan proyek pesawat tempur bersama KF-21. Presiden menjelaskan, proses negosiasi proyek tersebut tengah berjalan dan melibatkan pembahasan teknis di antara kedua pihak.

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di sela KTT APEC di Kota Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025).

”Negosiasi masih berlanjut, dan tentu saja negosiasi selalu bergantung pada faktor ekonomi, harga, dan skema pembiayaan. Jadi, saya rasa para menteri kami akan terus berdiskusi dengan tim Anda, dan tim teknis kami juga akan melanjutkan hal ini,” tutur Presiden.

Kerja sama pengembangan KF-21, dulu bernama KF-X/IF-X, diawali dengan penandatanganan letter of intent pada 2009. Setahun berikutnya, nota kesepahaman disepakati dan Indonesia bersedia menanggung 20 persen dari total proyek senilai kurang lebih 8,8 triliun won atau setara Rp 100 triliun. Total pembiayaan proyek ini sampai 2026.

Quote

Kerja sama pengembangan KF-21, dulu bernama KF-X/IF-X, diawali dengan penandatanganan ’letter of intent’ pada 2009.

Namun, kerja sama ini sempat tersendat pada 2018 karena masalah pembiayaan dan belum adanya lisensi teknologi dari Amerika Serikat. Teknologi AS yang belum memperoleh lisensi itu antara lain active electronically scanned array (AESA) radar, infrared search and track (IRST), electronic optics targeting pod (EOTGP), dan radio frequency jammer.

Pemerintah RI kemudian melakukan renegosiasi. Sejak 2021, Indonesia kembali meneruskan terlibat dalam pengembangan KF-21. Selain dibebaskan dari pembayaran pajak pertambahan nilai atas KF-21 Boramae yang bakal menjadi bagian dari Indonesia, pembayaran oleh Pemerintah RI untuk proyek ini direvisi menjadi 1,35 miliar dollar AS.

Selain itu, Korea juga mengembangkan sistem radar AESA melalui pabrikan lokal, Hanwha Systems. KF-21 pun terbang perdana tahun 2022.

Model jet tempur multiperan KF-21 Boramae buatan Korea Selatan turut dipamerkan dalam Indo Defence Expo and Forum 2024. di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (12/6/2025). Indo Defence 2024 Expo and Forum yang ke-10 ini diikuti 1.180 perusahaan dari 55 negara. Selain itu, terdapat pula 32 paviliun negara. Pameran akan berlangsung hingga 14 Juni 2025. Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Semangat Bandung

Dalam pidato pengantarnya, Presiden Lee mengatakan hubungan kedua negara telah berkembang pesat dan mencakup berbagai sektor strategis. Kerja sama kedua negara bahkan telah mencapai tingkat kemitraan yang sangat tinggi.

”Republik Korea dan Indonesia telah membangun kerja sama di berbagai bidang dalam jangka waktu yang panjang. Kita telah membangun kerja sama di berbagai bidang, misalnya di bidang ekonomi, perdagangan dan investasi, serta di bidang pertahanan dan keamanan, dan kami telah membangun tingkat kerja sama ini ke tingkat yang sangat tinggi, saya harap kita bisa melanjutkan ini,” tutur Presiden Lee.

Adapun kesepakatan kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Korea (IK-CEPA) ditandatangani pada 18 Desember 2020. Perjanjian ini resmi diimplementasikan mulai 1 Januari 2023.

Presiden Lee pun mengapresiasi kemajuan kolaborasi kedua negara di berbagai bidang, termasuk bidang pertahanan, khususnya dalam proyek pengembangan bersama pesawat tempur generasi baru KF-21. Dia berharap kerja sama ini membawa hasil besar bagi kedua negara dan bisa berlanjut serta menjadi contoh baik.

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di sela KTT APEC di Kota Gyeongju, Korea Selatan, Sabtu (1/11/2025).

Presiden Lee juga menyinggung nilai-nilai historis yang lahir dari Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955. Dia menyebutkan, nilai-nilai itu menjadi pilar penting dalam kebijakan luar negeri Korea Selatan.

”Kita semua telah belajar dari sejarah bahwa Indonesia telah memimpin pembentukan Semangat Bandung. Dan, jika kita melihat elemen-elemen kunci dari Semangat Bandung, itu adalah keseimbangan, otonomi strategis, kerja sama, dan pragmatisme. Dan, nilai-nilai ini merupakan pilar yang sangat kuat bagi kebijakan luar negeri Korea,” tutur Presiden Lee.

Quote

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kemitraan erat yang telah terjalin di antara kedua negara, baik di sektor ekonomi maupun pertahanan.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kemitraan erat yang telah terjalin di antara kedua negara, baik di sektor ekonomi maupun pertahanan. Kepala Negara mengatakan, selama satu tahun terakhir, komunikasi antara Pemerintah Indonesia dan pelaku industri Republik Korea berjalan intensif.

”Saya bertemu—mungkin sekitar 20 atau 25 pemimpin industri dan bisnis Korea ketika mereka berkunjung ke Indonesia. Kami berdiskusi panjang lebar, dan kami sangat terbuka untuk partisipasi Korea yang berkelanjutan dalam perekonomian kami. Kami berharap dapat melanjutkan kerja sama ini,” ujar Presiden Prabowo.

Warga melintasi pabrik manufaktur Hyundai di kawasan industri GICC di Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (7/3/2024). Hyundai telah menanamkan investasi total senilai 3 miliar dollar AS di Indonesia dalam pembangunan ekosistem mobil listrik. KOMPAS/AGUS SUSANTO (AGS) 7-3-2024

Pada pertemuan itu, Presiden Prabowo juga menyampaikan pentingnya penguatan kerja sama kebudayaan dengan Korea Selatan. Kolaborasi yang erat di bidang budaya dapat memicu pertumbuhan industri kreatif lokal, mendorong daya saing budaya Indonesia, serta mendongkrak sektor-sektor ekonomi strategis lainnya seperti pariwisata.

Segera kunjungan kenegaraan

Dalam pertemuan bilateral ini, Presiden Lee juga menyampaikan selamat kepada Presiden Prabowo yang mendapatkan lebih 80 persen kepuasan publik setelah satu tahun menjabat. ”Anda melakukan kerja yang hebat sampai kepuasan publik lebih dari 80 persen. Ini angka yang luar biasa, selamat,” ucapnya dalam bahasa Korea yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Inggris.

Selain itu, Presiden Lee mengatakan sudah bersiap-siap menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo, September lalu. Namun, sayangnya, kunjungan itu ditunda.

Presiden Lee berharap jadwal berikut bisa segera ditentukan. ”Saya yakinkan Anda, masyarakat Korea akan menyambut Anda dengan sepenuh hati,” ujarnya.

Presiden Prabowo pun menyampaikan permintaan maaf karena belum bisa memenuhi kunjungan kenegaraan itu. ”Tapi, saya harap kami bisa melakukannya sesegera mungkin. Pak Menteri Luar Negeri, tolong segera dijadwalkan secepatnya (kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan,” lanjutnya.

Presiden Prabowo tak lupa memberi selamat dan apresiasi atas kepemimpinan Korea Selatan dan penyelenggaraan KTT APEC 2025. ”Ini event yang diorganisasi dengan sangat sempurna, sangat efisien, dan selalu tepat waktu bahkan sampai ke menit-menitnya,” ucap Prabowo dalam bahasa Inggris.

Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan makan malam (gala dinner) yang diselenggarakan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung untuk semua pemimpin negara peserta KTT APEC 2025 di Gyeongju, Korea Selatan, Jumat (31/10/2025). Ibu negara Korsel Kim Hea Kyung turut menyambut.

Presiden Prabowo juga berterima kasih atas jamuan makan malam (gala dinner) yang diselenggarakan Presiden Lee untuk semua pemimpin negara yang hadir di KTT ASEAN. ”Sangat menarik. Saya rasa Korea akan menaklukkan dunia dengan musik dan tariannya. Semua orang muda Indonesia tergila-gila dengan K-pop,” seloroh Prabowo.

Presiden Prabowo hadir dalam acara jamuan makan malam yang dipandu aktor Cha Eun Woo. Acara juga dimeriahkan ikon K-pop G-Dragon yang membawakan lagu-lagu hitnya secara medley, seperti ”Power”, ”Home Sweet Home”, dan ”Drama”.

Sementara itu, Presiden Lee menyampaikan rasa terima kasih dan kehormatan atas kehadiran Presiden Prabowo di Korea. Ia menekankan pentingnya dialog dan kerja sama di tengah situasi keamanan global yang tidak menentu.

”Saat ini kita hidup dalam lingkungan keamanan yang tidak stabil. Oleh karena itu, saya ingin meminta Anda, Bapak Presiden, untuk menyampaikan sebagian kebijaksanaan Anda kepada saya dan Republik Korea,” ujar Presiden Lee.



Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

Madina Nusrat
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul