Pertunjukan Purwarupa Real Madrid Versi Alonso

Laga kontra Pachuca sedikit membuka tirai transformasi Real Madrid bersama Xabi Alonso. Versi awal, Real ini bisa lebih kuat dengan beberapa perbaikan dasar.

23 Jun 2025 09:43 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

CHARLOTTE, SENIN — Real Madrid akhirnya meraih poin penuh pertama di Piala Dunia Antarklub seusai membekap Pachuca, 3-1, di Stadion Bank America, Charlotte, Amerika Serikat, Senin (23/6/2025) dini hari WIB. Selain kemenangan, para fans juga menyaksikan purwarupa gaya bermain Real di bawah arahan pelatih baru, Xabi Alonso.

Pada laga pertama menghadapi Al Hilal, para pemain Real bermain agak canggung lantaran mendapat tambahan pemain baru, Trent Alexander-Arnold dan Dean Huijsen, di lini belakang.

Selain mendapat tambahan pemain baru yang membutuhkan adaptasi, para pemain Real juga masih menyesuaikan diri dengan karakter permainan yang dibawa Alonso. Masa persiapan dengan tiga kali menggelar latihan belum cukup untuk memadukan para pemain di bawah arahan nakhoda baru. Maka dari itu, permainan Real agak kacau sehingga harus puas bermain imbang dengan Al Hilal.

Di laga kedua penyisihan grup menghadapi Pachuca, gaya permainan Alonso mulai sedikit tersibak. Ia sedikit memodifikasi susunan pemain dan formasi dibandingkan dengan laga pertama.

Jika pada laga pertama Alonso menggunakan formasi 4-3-3, kali ini ia mengubahnya menjadi 4-1-2-3. Perubahan paling signifikan terjadi pada Aurelian Tchouameni yang ditarik lebih dalam menjadi gelandang bertahan.

Pelatih Real Madrid Xabi Alonso memberikan instruksi kepada pemainnya saat laga melawan Pachuca pada laga penyisihan grup Piala Dunia Antraklub di Charlotte, Senin (23/6/2025) dini hari WIB. Madrid menang 3-0.

Sementara untuk susunan pemain mula, Alonso memberikan kepercayaan kepada Arda Guler di pos penyerang sayap kanan untuk menggantikan Rodrygo. Guler kerap bertukar posisi dengan Federico Valverde yang beroperasi sebagai gelandang sayap kanan.

Belum sempat memperlihatkan formula barunya, Real sudah dikejutkan dengan kartu merah Raul Asencio saat laga baru berjalan tujuh menit. Bek tengah jebolan akademi Real itu dihukum seusai menjatuhkan Salomon Rondon di dekat area kotak penalti.

Bermain dengan 10 orang, keseimbangan Real agak terganggu. Tchouameni terpaksa mengisi pos yang ditinggalkan Asencio. Para pemain Pachuca mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan meningkatkan intensitas serangan. Situasi itu mendorong Valverde bermain agak dalam sehingga fokusnya lebih pada membantu pertahanan.

”Secara serangan, hari ini kami harus bergantung pada satu pemain karena kami kehilangan satu pemain. Pertandingan menjadi sangat menegangkan bagi kami. Namun, kami bertahan dengan baik dan saya senang dengan penampilan kami dengan satu pemain yang berkurang,” kata Alonso dikutip dari DAZN.

Dalam situasi kesulitan menembus pertahanan Pachuca, Real beruntung memiliki pemain sekelas Jude Bellingham yang mencetak gol pemecah kebuntuan pada menit ke-35.

Gelandang Real Madrid, Jude Bellingham, melakukan tendangan untuk membobol gawang Pachuca pada laga penyisihan grup Piala Dunia Antraklub di Charlotte, Senin (23/6/2025) dini hari WIB.

Gol Bellingham sekaligus memperlihatkan purwarupa gaya bermain yang ingin diterapkan Alonso. Gol tersebut bermula dari upaya membangun serangan dari kiper. Pada proses terjadinya gol, semua pemain Real berlari membuka ruang serta memainkan bola-bola pendek.

Bellingham turut membantu upaya membangun serangan dari lini pertahanan. Ia terus berlari hingga memasuki area sepertiga akhir lawan dan melepaskan tembakan keras mendatar yang gagal dibendung kiper Pachuca, Carlos Moreno.

”Bola melebar dan kami mengolahnya dengan sangat baik. Fran (Garcia) melebar saat membawa bola, memberi saya umpan dengan sangat baik dan semuanya terjadi begitu cepat sehingga terkadang sulit untuk menjelaskannya,” kata Bellingham.

Gaya permainan dengan memanfaatkan umpan pendek nan cepat sebagaimana diinginkan Alonso juga tampak dari proses gol kedua Real yang dicetak Guler pada menit ke-43. Taktik overload pemain di sisi kiri lalu mengubah arah serangan (switch play) ke kanan berjalan mulus. Kombinasi umpan pendek antara Trent, Gonzalo Garcia, dan Guler membingungkan pemain bertahan Pachuca.

Valverde menutup keunggulan Real lewat golnya pada menit ke-70. Sebagaimana gol pertama dan kedua, kali ini mobilitas Valverde memudahkannya mengurai pertahanan Pachuca.

Gelandang Real Madrid, Federico Valverde, mencetak gol ke gawang Pachuca pada laga penyisihan grup Piala Dunia Antraklub di Charlotte, Senin (23/6/2025) dini hari WIB.

Untuk melepaskan diri dari kawalan, Valverde memberikan bola kepada Brahim Diaz di sisi kanan. Valverde terus berlari untuk mencari ruang hingga lolos dari jebakan offside dan mencetak gol setelah menerima umpang matang dari Diaz.

Perlu perbaikan

Meski sudah mulai padu dalam menerapkan strategi Alonso, masih banyak aspek yang mendesak diperbaiki dari Real. Hal yang paling krusial adalah keharusan para penyerang dan gelandang dalam menekan lawan sejak awal agar bek tidak terekspos.

Pada awal laga, para pemain depan Real tidak menerjemahkan instruksi itu dengan baik. Taktik menekan Alonso diiringi dengan garis pertahanan tinggi dari para bek. Oleh sebab itulah, saat penyerang dan gelandang tidak menekan sejak awal, garis pertahanan tinggi Real mudah dieksploitasi para pemain Pachuca.

Untuk itulah sejak pertama kali tiba di Real, Alonso sudah mengultimatum para pemainnya agar lebih giat berlari. Tuntutan itu untuk mendukung gaya bermainnya yang mengandalkan intensitas tinggi serta menekan sepanjang waktu.

Gelandang Real Madrid, Aurelien Tchouameni, berebut bola dengan pemain Pachuca John Kennedy pada laga penyisihan grup Piala Dunia Antraklub di Charlotte, Senin (23/6/2025) dini hari WIB.

Upaya menekan juga belum tampak saat Pachuca mencetak gol hiburan pada sepuluh menit jelang waktu normal usai. Gelandang Pachuca, Elias Montiel, bisa begitu leluasa menemukan ruang tembak tanpa adanya gangguan dari para pemain Real. Bola tembakan Montiel mengenai Tchouameni sehingga berbelok dan gagal diantisipasi Thibaut Courtois.

”Pekerjaan dan evolusi yang kami lakukan akan membuahkan hasil, tetapi itu bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam. Namun, kami semua bekerja sama, berkomitmen sebagai sebuah tim, seperti yang Anda lihat hari ini. Kami harus terus bekerja keras menjelang pertandingan mendatang,” kata bek kiri Real, Fran Garcia.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .