Keengganan Israel menarik pasukan dari Koridor Philadelphia kembali menjadi ganjalan.
28 Feb 2025 09:01 WIB · Internasional
KAIRO, JUMAT - Perundingan gencatan senjata Hamas-Israel tahap dua di Gaza mulai bergulir di Kairo, Mesir, Kamis (27/2/2025) waktu setempat atau Jumat waktu Indonesia.
Gencatan senjata tahap dua dimaksudkan sebagai kelanjutan dari tahap satu yang berakhir pada Sabtu (1/3/2025). Keengganan Israel menarik pasukan dari Koridor Philadelphia kembali menjadi ganjalan.
Pembicaraan itu sempat tertunda sekitar dua pekan. Selain saling tuduh bahwa pihak lawan melakukan pelanggaran gencatan senjata, pembicaraan juga tertunda ksrena jenazah sandera Israel yang dikembalikan Hamas tak sesuai identitasnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/28/13e42fd4616a4acc7fa470062686db1b-AFP_36YT2LE.jpg)
Layanan Informasi Negara Mesir mengatakan, pejabat dari Israel, Qatar, dan Amerika Serikat (AS) memulai diskusi intensif mengenai fase kedua perjanjian gencatan senjata tersebut.
"Para mediator juga membahas cara untuk meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza sebagai bagian dari upaya untuk meringankan penderitaan penduduk dan mendukung stabilitas di kawasan tersebut," kata pernyataan itu.
Perundingan untuk tahap dua dimaksudkan untuk menegosiasikan akhir perang dan pengembalian semua sandera Israel yang tersisa di Gaza. Perundingan juga membahas penarikan semua pasukan Israel dari wilayah Gaza. Adapun pengembalian jenazah warga Israel yang disandera akan dilakukan pada tahap tiga.
Kami memperbarui komitmen penuh kami terhadap perjanjian gencatan senjata, dan menegaskan kesiapan kami untuk memasuki negosiasi untuk tahap kedua perjanjian tersebut.
Hamas mengatakan bahwa pihaknya siap untuk memulai perundingan tahap kedua gencatan senjata di Gaza. Pernyataan ini dikeluarkan setelah ratusan warga Palestina dibebaskan dari penjara Israel sebagai imbalan atas pengembalian jasad empat warga Israel yang disandera Hamas.
Pertukaran itu merupakan pertukaran terakhir pada tahap pertama gencatan senjata. Tahap pertama gencatan senjata berlangsung selama enam pekan (42 hari) di Gaza. Tahap pertama itu dimulai pada 19 Januari 2025. Menurut Israel, saat ini masih ada 59 warganya yang disandera di Gaza. Sebanyak 24 di antaranya diyakini masih hidup.
Hamas mengatakan, satu-satunya cara untuk membebaskan sandera yang tersisa di Gaza adalah melalui komitmen terhadap gencatan senjata. "Kami memperbarui komitmen penuh kami terhadap perjanjian gencatan senjata, dan menegaskan kesiapan kami untuk memasuki negosiasi tahap kedua perjanjian tersebut," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengirim negosiator ke Kairo pada Kamis setelah pertukaran usai. Steve Witkoff, Utusan Presiden AS Donald Trump untuk Timur Tengah, dijadwalkan akan tiba di Kairo pada beberapa hari mendatang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/28/e21f1611117922d765fc48faa3456e10-AFP_36YR26R.jpg)
Dibebaskan
Ratusan tahanan Palestina dibebaskan dari penjara Israel pada Kamis dini hari di Gaza dan Tepi Barat yang diduduki Israel.
Media Al-Qahera News yang berafiliasi dengan pemerintah Mesir mengatakan, sebanyak 97 orang, yang dideportasi Israel tiba di persimpangan Rafah di Gaza. Di sisi lain, Hamas membebaskan jenazah empat warga Israel yang disandera, kompensasinya lebih dari 600 warga Palestina yang ditahan Israel dibebaskan.
Setelah pertukaran tersebut, Hamas meminta Israel untuk kembali ke perundingan tahap kedua yang sempat tertunda. Upaya tersebut menjadi bagian dari upaya untuk mengakhiri perang secara permanen.
"Kami telah memotong jalan sebelum musuh memberikan pembenaran palsu, dan mereka tidak punya pilihan selain memulai perundingan untuk tahap kedua," kata Hamas mengacu pada Israel.
Ganjalan untuk perundingan tahap dua mulai muncul setelah Israel menyuarakan keengganan menarik pasukan dari seluruh wilayah Gaza seperti tuntutan Hamas. Beberapa jam sebelum pembicaraan dimulai, seorang pejabat Israel mengatakan negara itu tidak akan menarik diri dari koridor strategis di Jalur Gaza.
Seorang pejabat Israel, yang berbicara dengan syarat tak dikutip identitasnya mengatakan, tentara Israel harus tetap berada di wilayah yang disebut koridor Philadelphia. Koridor itu berada tepat di sisi Gaza yang berbatasan dengan Mesir. Israel beralasan hal itu untuk mencegah penyelundupan senjata.
Secara terpisah, dalam pertemuan dengan para pemimpin setempat, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz mengklaim, ia telah melihat terowongan menembus perbatasan pada kunjungan terakhirnya ke koridor tersebut. Namun, ia tak memberi bukti atas klaim itu. Katz juga tak menjelaskan lebih lanjut tentang rencana Israel terhadap koridor tersebut.
Sementara itu, Kairo mengatakan telah menghancurkan terowongan penyelundupan yang ada di sisi Mesir bertahun-tahun yang lalu. Kairo juga mengatakan telah mendirikan zona penyangga militer untuk menghentikan penyelundupan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/24/521c3be6-06e0-410b-85c8-bebca1b22f4a_jpg.jpg)
Hamas mengatakan, setiap upaya Israel untuk mempertahankan zona penyangga di koridor tersebut akan menjadi pelanggaran terang-terangan terhadap perjanjian gencatan senjata. Padahal, kata Hamas, pihaknya sudah mematuhi perjanjian gencatan tersebut.
Mereka menegaskan, penarikan pasukan dari seluruh wilayah Gaza termasuk Koridor Philadelphia adalah satu-satunya cara bagi Israel untuk mengamankan pembebasan puluhan sandera yang masih ditahan di Gaza.
Israel seharusnya mulai menarik diri dari koridor Philadelphia pada hari terakhir gencatan senjata tahap satu, yaitu pada Sabtu. Israel punya waktu delapan hari setelahnya untuk menyelesaikan proses penarikan.
Tidak ada komentar langsung tentang koridor tersebut dari Mesir, yang menentang kehadiran Israel di Gaza.
Meski telah melewati gencatan senjata tahap satu, Netanyahu masih kukuh dengan pernyataan akan berperang sampai Hamas tak lagi menjadi ancaman bagi Israel.
Netanyahu berulangkali menyatakan akan memulangkan semua sandera dan menghancurkan kemampuan militer dan pemerintahan Hamas yang masih menguasai Gaza. Pemerintahan Trump mendukungnya. Sikap Netanyahu yang didukung Trump itu bisa menjadi ganjalan besar untuk mencapai gencatan senjata yang langgeng.
Sebaliknya, setelah 15 bulan diserang tanpa henti, Hamas masih tetap kuat kendati sudah kehilangan sejumlah pucuk pimpinan dan ribuan anggota.
Sejauh ini tak jelas bagaimana Israel akan menghancurkan Hamas tanpa memulai perang lagi. Sementara Hamas juga tak akan mengembalikan tawanan yang tersisa tanpa komitmen gencatan senjata permanen.
Sementara di dalam negeri, publik Israel terus menekan Netanyahu untuk melanjutkan gencatan senjata demi pengembalian tawanan dari Gaza. Sebagian lainnya menekan untuk melanjutkan perang.
Pada Kamis, Hamas mengonfirmasi lebih dari 600 warga Palestina yang ditahan Israel telah dibebaskan dalam semalam. Sebagian besar adalah warga Palestina yang dikembalikan ke Gaza, tempat mereka ditangkap setelah serangan 7 Oktober 2023. Mereka ditahan tanpa proses pengadilan.
Klub tahanan Palestina, sebuah kelompok yang mewakili tahanan dan mantan tahanan asal Palestina mengatakan, di antara mereka ada 44 remaja laki-laki berusia 15-19 tahun dan dua wanita.
Banyak remaja itu tampak kurus kering saat turun dari bus Palang Merah di Khan Younis. Warga Palestina yang dibebaskan itu sebelumnya sempat mengisahkan buruknya perlakuan yang mereka alami di penjara Israel.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/28/7978b5bb1b32edf2e10f895ac8d058b9-AFP_36YT9XD.jpg)
Para tahanan yang dibebaskan disambut dengan pelukan dan air mata dari keluarga. Di kota Beitunia, Tepi Barat, puluhan tahanan disambut oleh kerumunan kerabat dan simpatisan. Keluarga dan kerabat tahanan itu telah menanti berhari-hari karena Israel sempat menunda pembebasan pada akhir pekan lalu.
Penundaan pembebasan itu dipicu protes Israel atas arak-arakan Hamas saat mengembalikan sandera dan jenazah warga Israel beberapa waktu lalu. Israel, Palang Merah dan pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut arak-arakan tersebut memalukan bagi para sandera.
Menanggapi protes itu, Hamas menyerahkan keempat jenazah kepada Palang Merah di Gaza tanpa arak-arakan di pertukaran terakhir.
Secara total, Hamas telah mengembalikan 33 warga Israel yang disandera pada gencatan senkata tahap satu, termasuk delapan jenazah. Sebagai gantinya, Israel membebaskan hampir 2.000 warga Palestina yang mereka tahan.
Presiden Perancis Emmanuel Macron mengatakan ia turut merasakan rasa sakit yang amat dalam yang dialami keluarga Ohad Yahalomi, salah satu jenazah yang dikembalikan Hamas yang juga memiliki kewarganegaraan Perancis.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/28/5e147bffef15ba8e0235f961b4164262-dd5be55167b34f3bbdfbc1859181777d_1_866c22b8fe7445eba4d5d78b1c55c32c.jpg)
Perang Hamas-Israel di Gaza dimulai setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023. Sekitar 1.200 orang tewas dalam serangan itu, dan sekitar 250 lainnya disandera di Gaza.
Selama 15 bulan perang, hampir 150 orang telah dibebaskan dalam perjanjian gencatan senjata atau kesepakatan lainnya. Sementara puluhan jenazah telah ditemukan oleh pasukan Israel dan delapan sandera telah diselamatkan hidup-hidup.
Adapun serangan Israel selama 15 bulan itu menewaskan lebih dari 48.000 warga Palestina. Otoritas Kesehatan di Gaza mengatakan, lebih dari separuh korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.
Pertempuran itu telah menyebabkan sekitar 90 pereen penduduk Gaza mengungsi dan menghancurkan infrastruktur dan sistem kesehatan wilayah tersebut. (AP/AFP/Reuters)
Penulis:
Irene SarwindaningrumEditor:
Bonifasius Josie Susilo HPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .