Thomas Tuchel mengirimkan pesan lewat dua debutan yang berjarak usia 14 tahun, Burn dan Lewis-Skelly. Era baru timnas Inggris dimulai dengan sempurna.
22 Mar 2025 07:18 WIB · Olahraga
LONDON, SABTU — Tim nasional Inggris mengawali era kepemimpinan pelatih Thomas Tuchel dengan kemenangan. Tuchel turut memberikan kesempatan debut untuk dua pemain bertahan, Dan Burn dan Myles Lewis-Skelly, yang tampil memukau. Dari debut itu, tersirat pesan dari Tuchel untuk semua pemain berkebangsaan Inggris.
Inggris tanpa kesulitan menaklukkan tim tamu Albania 2-0 di Stadion Wembley, London, dalam laga kualifikasi babak grup Piala Dunia 2026, Sabtu (22/3/2025) dini hari WIB. Inggris mendapatkan banyak peluang emas, tetapi hanya bisa menghasilkan gol dari sumbangan Lewis-Skelly dan kapten tim Harry Kane.
Bagi Lewis-Skelly, malam terasa begitu sempurna. Setelah merasakan debut dengan tampil sejak awal laga bersama Inggris di kota kelahirannya, London, dia juga mencetak gol pembuka tuan rumah pada menit ke-20. Bek sayap Arsenal itu ”mengolongi” kiper setelah menerima umpan terobosan Jude Bellingham.
Menurut Opta, Lewis-Skelly menciptakan sejarah baru sebagai pemain Inggris termuda yang mencetak gol dalam laga debut (18 tahun dan 176 hari). Dia melampaui rekor milik Marcus Rashford (18 tahun dan 209 hari). ”Saya kehabisan kata-kata. Saya sangat berterima kasih kepada pelatih yang memberikan kepercayaan ini,” ujarnya.
Lewis-Skelly baru saja menjalani debut di tim senior Arsenal sekitar enam bulan lalu. Walaupun masih terbilang baru, Tuchel mengagumi kualitas permainan dan mentalitas sang remaja. Kebetulan Inggris memang sedang kekurangan bek sayap di sisi kiri. Lewis-Skelly pun melompati jenjang U-21 untuk langsung masuk ke tim senior.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/22/e8f5f0b74097fafcadfab9b30e473d43-England_Albania_WCup_Soccer.jpg)
Tuchel sempat kebingungan saat menentukan pemanggilan Lewis-Skelly. Dia khawatir pemanggilan itu terlalu cepat. Kekhawatiran tersebut ternyata tidak terbukti. ”Pemain luar biasa dengan sikap yang luar biasa. Dia datang ke kamp dan menunjukkan langsung bahwa normal untuk menyukainya,” kata Tuchel.
Burn juga menjalani debut di Wembley. Menariknya, bek Newcastle United itu baru tampil pertama kali untuk Inggris pada usia 32 tahun. Usianya hampir dua kali lipat dibanding Lewis-Skelly. Namun, pencetak gol ke gawang Liverpool di final Piala Liga Inggris itu masih dipercaya berkat penampilan konsisten pada musim ini.
Sang veteran langsung ditampilkan sebagai starter, berduet dengan Ezri Konsa. Burn lebih dipilih ketimbang bek lain yang sudah sering tampil di timnas, seperti Marc Guehi dan Levi Colwill. Kepercayaan itu dibayar dengan catatan nirbobol. Dia bahkan nyaris mencetak gol kedua Inggris, tetapi sundulannya membentur mistar gawang.
Burn merupakan debutan tertua Inggris sejak Kevin Davies (33 tahun) dalam laga verus Montenegro, Oktober 2010. ”Saya tidak datang hanya untuk menjadi pemandu sorak. Saya ingin bermain. Saya merasa masih punya kemampuan untuk bersaing di level internasional. Saya sudah mengatakan itu sejak lama,” ucapnya.
Dari debut Lewis-Skelly dan Burn yang terpaut usia sekitar 14 tahun, tersirat pesan Tuchel. Sang pelatih berkebangsaan Jerman itu membuka pintu untuk semua pemain Inggris dari segala usia ataupun latar belakang. Hal terpenting untuk Tuchel adalah kemampuan dan tren performa. Tidak ada yang terlalu muda atau tua baginya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/22/9b5cc9aff8a6205ae9036555cda1fdf2-England_Albania_WCup_Soccer_4_.jpg)
(Albania) adalah lawan yang sulit. Mereka datang dengan gaya yang tidak biasa. Mereka bisa merepotkan tim seperti Spanyol, Kroasia, dan Italia di Piala Eropa (2024).
Itu pula yang berlaku untuk penyerang Marcus Rashford. Setelah menghilang dari radar timnas setahun terakhir, Rashford kembali ke daftar sebelas pertama ”Tiga Singa”. Dia dipercaya tampil lebih dari 70 menit. Adapun performa Rashford baru saja membaik sejak Februari 2025 setelah dipinjamkan ke Aston Villa.
Selain Burn dan Lewis-Skelly, Tuchel pun merayakan debut bersama ”Tiga Singa” pada laga tadi. Dia cukup puas dengan penampilan timnya walaupun belum sesuai harapan. Sang pelatih mengharapkan lebih banyak peluang dan gol dari Kane dan rekan-rekan dengan penguasaan bola sangat dominan hingga 74,2 persen.
”(Albania) adalah lawan yang sulit. Mereka datang dengan gaya yang tidak biasa. Mereka bisa merepotkan tim seperti Spanyol, Kroasia, dan Italia di Piala Eropa (2024). Kami berhadapan dengan lawan seperti itu hari ini, yang punya kecepatan dan fisik kuat di lini depan. Kami berhasil menang dan tidak kemasukan,” kata Tuchel.
Albania bermain sangat pasif, bahkan setelah tertinggal. Tim tamu nyaris hanya bertahan di separuh lapangan sendiri sambil menunggu kesempatan transisi. Mereka sempat mengancam beberapa menit setelah penyerang Everton, Armando Broja, dimasukkan. Namun, mereka tidak mampu menghasilkan tembakan tepat sasaran hingga peluit panjang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/22/6a728399c595ec7b9a07c27315a484e8-wires_photo_29_.jpg)
Walaupun dari sisi hasil sudah sangat baik, penampilan Inggris tidak terlalu menghibur karena lawan yang ekstra defensif. ”Anda pasti ingin menyaksikan pertandingan yang terbuka. Saya paham laga tadi bukan yang paling menarik disaksikan, tetapi itulah yang kami perlukan (untuk memulai babak kualifikasi),” kata Tuchel.
Pertunjukan ”Tiga Singa” ala Tuchel masih akan berlanjut di Stadion Wembley pada Selasa dini hari WIB. Mereka akan menjalani laga kedua babak Grup K versus Latvia. Rotasi sangat mungkin dilakukan Tuchel. Beberapa pemain belum sempat diturunkan, seperti Eberechi Eze dan Dominic Solanke. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Billy Khaerudin