Pesan untuk Pesenam Indonesia di Kejuaraan Dunia

Kesempatan unjuk gigi di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 segera tiba. Para pesenam Indonesia dititipi pesan penting oleh para pelatihnya. Apakah itu?

19 Okt 2025 19:07 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa, Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Kejuaraan Dunia Senam Artistik Jakarta 2025 sudah resmi dibuka di Stadion Indonesia Arena, Minggu (19/10/2025). Namun, para pesenam Indonesia masih berdebar menanti kesempatan unjuk gigi. Jelang penampilan yang akan dimulai Senin pagi, ada pesan penting untuk para pesenam duta Merah Putih.

Perjalanan tuan rumah di babak kualifikasi akan dibuka oleh tim putra yang masuk dalam subdivisi 7, Senin pukul 10.00-11.40 WIB. Tim putri baru tampil keesokan harinya, Selasa pukul 15.00-16.15 WIB. Adapun pada hari pembukaan, baru subdivisi 1-6 dari sektor putra yang tampil, antara lain negara Filipina dan Jepang.

Di persenaman Tanah Air, mungkin tidak ada yang lebih kompeten dibandingkan Eva Novalina Butar Butar. Dia sukses sebagai atlet dan pelatih, pernah dijuluki ”ratu senam” Asia Tenggara pada era 80-an hingga menciptakan Olimpian pertama Indonesia di senam artistik lewat Rifda Irfanalutfhi.

Eva, pelatih tim putri, berpesan kepada wakil Indonesia. Terkhusus tiga anak asuhannya yang akan menjalani debut di Kejuaraan Dunia, yaitu Alarice Mallica Prakoso (17), Larasati Rengganis (18), dan Salsabilla Hadi Pamungkas (19).

”Fokus dengan apa yang mereka miliki, skill yang mereka punya, jangan bandingkan dengan yang lain,” ujarnya.

Pesenam artistik putri Indonesia Alicia Prakoso bebincang dengan pelatih seusai latihan resmi di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (18/10/2025). Para pesenam dunia menjalani training podium atau latihan resmi menjelang hari H Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Mereka akan bertanding pada 19-25 Oktober 2025.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
18-10-2025

Di Indonesia Arena, Alarice dan rekan-rekan akan bersanding dengan pesenam elite dunia. Salah satunya adalah Kaylia Neymour, peraih emas palang bertingkat Olimpiade Paris 2024 dari Aljazair. Dengan kemampuan dan jam terbang yang tertinggal jauh, wakil tuan rumah memang tidak perlu memikirkan pesenam lain.

Quote

Yang saya sampaikan ke anak anak, ini adalah Kejuaraan Dunia. Jadi, nikmati saja kompetisinya.

Hasil senam artistik memang ditentukan dari nilai juri, ada sisi subyektif. Namun, semua tetap terukur karena pesenam hanya akan menampilkan apa yang sudah dilatih. Mereka tidak mungkin tiba-tiba berimprovisasi di hari-H. Itu bisa membahayakan diri mereka sendiri. Adapun otomatisasi gerakan butuh persiapan berbulan-bulan.

Penilaian akhir diambil dari gabungan skor tingkat kesulitan (skor D) dan skor eksekusi gerakan (skor E). Skor D nyaris mutlak tergantung keterampilan pesenam, sementara skor E berdasarkan kesempurnaan gerakan saat lomba. Alhasil, persaingan sengit biasanya hanya muncul antarpesenam dengan keterampilan yang seimbang.

Alarice, peraih emas nomor lantai Piala Pharaoh 2025, contohnya. Dia mendapatkan nilai 12,600 di kejuaraan itu (skor D 4,500 dan skor E 8,100). Sebagai konteks, jika nilai itu ditempatkan di kualifikasi Kejuaraan Dunia 2023, dia hanya berada di peringkat ke-123. Mayoritas pesenam elite putri sudah mencapai tingkat kesulitan di atas skor D 5,000.

Pesenam artistik putri Indonesia Salsabilla Hadi Pamungkas menjalani latihan resmi di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (18/10/2025). Para pesenam dunia menjalani training podium atau latihan resmi menjelang hari H Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Mereka akan bertanding pada 19-25 Oktober 2025.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
18-10-2025

”Yang saya sampaikan ke anak anak, ini adalah Kejuaraan Dunia. Jadi, nikmati saja kompetisinya. Lakukan yang terbaik dengan menampilkan gerakan dengan maksimal, sesuai target. Matanya juga harus dibuka agar mereka bisa melihat semua bagaimana level dunia berlomba dan berlatih, lalu belajar dari situ,” tutur Eva.

Eva pun tidak menargetkan pesenam putri untuk lolos dari kualifikasi. Di kejuaraan ini, sebanyak 24 atlet teratas akan lolos ke final keseluruhan individu. Sementara itu, delapan atlet terbaik di masing-masing alat juga akan lolos ke final alat. Ada empat alat di sektor putri, yaitu lantai, meja lompat, palang bertingkat, dan balok keseimbangan.

Peluang di tim putra Indonesia juga tidak jauh berbeda. Level para atlet masih di sekitaran Asia Tenggara. Pesenam andalan Merah Putih, Abiyu Rafi (23), sempat mengikuti Kejuaraan Asia Senam Artistik 2025 di Jecheon, Korsel, Juni lalu. Prestasi terbaiknya adalah menempati peringkat ke-28 di nomor lantai dengan skor 12,566.

Salah satu pelatih tim putra, Jonathan Mangiring Sianturi, menilai, senam artistik bukanlah cabang yang beradu fisik seperti sepak bola. Para pesenam Indonesia pun hanya perlu mengalahkan diri sendiri, tidak perlu berambisi menang atas orang lain. Baginya, tampil di Kejuaraan Dunia saja sudah prestasi yang luar biasa.

Pesenam artistik putra Indonesia Abiyu Raffi berlatih di Jakarta Convention Center (JCC), kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (15/10/2025). Para peserta Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 mulai berlatih untuk bertanding pada 19-25 Oktober. Pada latihan ini para pesenam artistik bergantian latihan sesuai jadwal yang telah ditentukan penyelenggara. Tim senam artistik Indonesia putra dan putri pun turut berlatih. Tim senam artistik Indonesia putra akan diperkuat Abiyu Raffi, Muhammad Aprizal, Satria Tri Wira Yudha, Agung Suci Tantio Akbar, dan Joseph Judah Hatoguan. Sementara tim senam artistik Indonesia putri diperkuat Alarice Mallica Prakoso, Salsabilla Hadi Pamungkas, dan Larasati Rengganis.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
15-10-2025

Jonathan, peraih 14 emas SEA Games saat jadi atlet, merupakan pelatih khusus untuk Joseph Judah Hatoguan yang datang sebagai pesenam pengganti sebulan jelang kejuaraan. ”Kalau saya begini jurusnya dari dulu, ’Gue tahu lu di atas gue, gue enggak nengok. Senam itu yang penting kamu lakukan yang terbaik seperti di latihan,” ujarnya.

Di sektor putra, alat yang dimainkan lebih banyak. Selain lantai dan meja lompat, ada juga gelang-gelang, palang sejajar, palang tunggal, dan kuda-kuda pelana. Sebanyak lima pesenam putra akan turun di nomor-nomor tersebut.

”Sejauh ini saya cukup siap karena persiapan sudah dari tahun lalu, dari Jepang, Rusia, juga langsung kompetisi,” kata Abiyu.

Alarice, seperti disarankan Eva, berniat belajar langsung dengan para pesenam dunia. ”Kalau sempat ngobrol dengan mereka, saya ingin belajar bagaimana mengendalikan rasa gugup. Saya ingin melihat bagaimana mereka berlatih, seberapa fokus mereka. Saya ingin belajar semuanya karena semua hal ini masih baru bagi saya,” tuturnya.

Diskon tiket dan tiket gratis

Adapun pada hari pertama Kejuaraan Dunia, Stadion Indonesia Arena ramai penonton meski ramai bukan berarti semua kursi penuh terisi. Stadion Indonesia Arena berkapasitas hingga 13.000 penonton ketika telescopic tribune yang bisa dilipat tidak dipakai. Alhasil, kalaupun ada 3.000 orang yang hadir, stadion ini tetap terasa masih punya ruang yang banyak di bangku penonton.

Akan tetapi, paling tidak, suasana riuh selalu mewarnai stadion ketika pesenam selesai menunjukkan aksinya. Apalagi, jika pesenam yang tampil adalah atlet elite dunia, seperti Daiki Hashimoto (Jepang), pemilik tiga medali Olimpiade.

Penonton selalu bersorak atau bertepuk tangan ketika pesenam mendarat sempurna atau melakukan rangkaian gerakan rumit. Begitu pula ketika nilai pesenam keluar dari layar. Sebaliknya, mereka kompak mengeluarkan nada kecewa ketika pesenam tidak berhasil melakukan gerakan secara sempurna.

Pesenam artstik putra Jepang Hashimoto Daiki tampil di Kejuaraan Dunia Senam Aristik 2025 di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (19/10/2025). Para pesenam dunia mulai bertanding di Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025. Mereka merebut putaran berikutnya di babak kualifikasi.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
19-10-2025

Ketua Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Ita Yuliati mengatakan, keterisian stadion memang jadi tantangan bagi mereka selaku panitia penyelenggara. Sebelumnya, FGI sudah mengundang komunitas dan klub senam untuk hadir menonton, terutama pada kualifikasi yang tidak terlalu ramai.

FGI juga bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengerahkan pelajar ke stadion. Mulai Senin, ketika Indonesia bermain, Ita memperkirakan akan ada 1.000 pelajar yang menonton.

”Ke depannya kami akan memberikan diskon tiket, malah di kategori dua itu kami akan gratiskan kalau mau, tetapi harus mendaftar biar tidak melebihi kapasitas juga. Karena target utama kami bukan mencari untung dari tiket, melainkan ingin menyosialisasikan gimnastik,” ujar Ita.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa, Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra