Pesawat Pengebom China Kini Bisa Jangkau Pangkalan AS

Dulu pesawat pengebom China hanya berpatroli di pantai timur China. Kini armada H-6 China sudah terbang di pantai barat Alaska, Amerika Serikat.

13 Nov 2024 20:01 WIB · Internasional

Oleh Iwan Santosa

HONG KONG, RABU — Kemampuan serang Angkatan Udara China kini semakin mumpuni. China melakukan modernisasi armada pesawat pengebom era Perang Dingin yang mampu menjangkau pangkalan militer Amerika Serikat di Pasifik, seperti Guam dan Hawaii.

Seperti halnya Amerika Serikat yang masih mengoperasikan bomber B-52 yang sudah berusia lebih dari setengah abad, Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China juga masih mengoperasikan bomber H-6 Xian (varian lokal dari bomber Tu-16 buatan Uni Soviet) yang pertama kali terbang pada 1952.

Berbagai media China menampilkan foto-foto bomber H-6 terbang di dekat Taiwan dalam latihan Pedang Gabungan 2024B (Joint Sword-2024B) yang digelar menyikapi pidato politik Presiden Taiwan William Lai Ching-te. Taiwan.

China dan Taiwan terbelah akibat perang saudara yang berakhir tahun 1949 dengan kekalahan Partai Kuomintang yang melarikan diri ke Taiwan.

Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan, 153 pesawat militer China, 14 kapal perang, dan 12 kapal pendukung mendekati Taiwan selama 25 jam sejak latihan perang digelar pada 14 Oktober 2024. Kemenhan Taiwan mencatat ada 11 pesawat terbang militer China yang melintasi garis tengah (median) Selat Taiwan dan memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) Taiwan.

In this photo released by the Taiwan Ministry of National Defense, a Chinese People’s Liberation Army H-6 bomber is seen flying near the Taiwan air defense identification zone, ADIZ, near Taiwan on Friday, Sept. 18, 2020. The second high-level U.S. envoy to visit Taiwan in two months began a day of closed-door meetings Friday as China conducted military drills near the Taiwan Strait after threatening retaliation. (Taiwan Ministry of National Defense via AP)

Kemenhan Taiwan menyampaikan kepada Reuters bahwa ada tiga kelompok bomber H-6 terbang di ruang udara Taiwan dalam latihan militer tersebut. Diketahui, dua kelompok bomber mengadakan simulasi pengeboman.  

Kementerian Pertahanan China tidak menjawab pertanyaan Reuters tentang kebenaran informasi tersebut.

Beberapa versi mutakhir bomber H-6 China kini memiliki kemampuan meluncurkan rudal balistik dengan hulu ledak nuklir. Varian lain mampu meluncurkan rudal jarak jauh antikapal dan rudal serangan udara ke permukaan.

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) melaporkan, sebagian bomber H-6 China memiliki kemampuan pengisian bahan bakar di udara (air refueling) sehingga dapat terbang dari daratan China untuk menjangkau sasaran di Samudra Pasifik untuk menyerang pangkalan AS di Guam dan Hawaii.

In this May 11, 2018, file photo released by Xinhua News Agency, two Su-35 fighter jets and a H-6K bomber from the People's Liberation Army air force fly in formation during patrol that included the Luzon Straits also known as Bashi Straits near Taiwan.  China has summoned the American ambassador and the defense attache and recalled its navy commander from a U.S. trip to deliver a strong protest against economic sanctions Washington lodged over the purchase of Russian fighter jets and surface-to-air missile equipment. The Defense Ministry says the U.S. had no right to interfere in Chinese military cooperation with Russia. The U.S. says the purchase of the weapons violates a law punishing Moscow for interfering in U.S. elections.  (Liu Rui/Xinhua via AP, File)

Ditanya tentang latihan militer China, Kemhan Taiwan mengatakan, pihaknya menjalankan pemantauan intelijen gabungan untuk memantau pergerakan Tentara Pembebasan Rakyat di sekeliling Pulau Taiwan. Saat bersamaan, Taiwan mengerahkan kekuatan udara, laut, dan satuan rudal untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi.

Juru Bicara Pentagon, Mayor Pete Nguyen, mengatakan, Amerika Serikat siap menyikapi ancaman dan melindungi daratan Amerika.

Namun, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin menyatakan konflik dengan China tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Keterangan Pete Nguyen disampaikan untuk menjawab pertanyaan para wartawan di Pentagon.

Pemerintah China menegaskan bahwa Taiwan adalah bagian dari China dan tidak mengabaikan kemungkinan menggunakan kekuatan militer untuk menyatukan kembali Taiwan dalam negara China seperti sebelum Perang Dunia II. Amerika Serikat dalam komunike bersama dengan Republik Rakyat China, Januari 1979 menegaskan, AS mengakui hanya ada satu China dan Taiwan adalah bagian tidak terpisahkan dari China.

Kini kemampuan militer China sering dicermati pihak Barat seiring ketegangan yang meningkat, dipicu sikap Amerika Serikat. Kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS dikhawatirkan meningkatkan kembali ketegangan. Donald Trump melancarkan perang dagang terhadap China di tahun 2018.

Foto yang dirilis kantor berita China Xinhua memperlihatkan beberapa jet tempur Komando Teater Timur Pasukan Pembebasan Rakyat (PLA) China melakukan latihan di sekitar wilayah udara Taiwan, Minggu (7/8/2022). Beberapa pihak mengingatkan soal potensi miskalkulasi latihan militer China dan Taiwan yang saat ini dilakukan berbarengan. (Gong Yulong/Xinhua via AP)

Saat ini, China memamerkan jet tempur siluman (stealth) J-35A pada pameran dirgantara Zhuhai di utara Kota Makau, China selatan. J-35A disebut sebagai tiruan jet siluman F-35 buatan Amerika Serikat.

Ancaman serius

Walaupun Amerika Serikat telah menghentikan pembuatan bomber strategis B-52 tahun 1962, China masih terus membuat armada bomber H-6 di Kota Xi An di Provinsi Shaanxi, China tengah.

China diketahui mulai membuat H-6 dari Tu-16 buatan Tupolev, Uni Soviet, sejak 1958. TU-16 diberi nama sandi Badger oleh NATO. Pesawat bomber tersebut ditakuti Barat karena dikenal memiliki rudal Kennel yang dirancang untuk menghancurkan kapal induk.

Pengamat militer China asal Amerika Serikat, Thomas Shugart, memperkirakan, China mengurangi dan menghentikan sebagian perakitan bomber H-6. Mantan perwira kapal selam AL AS itu mengatakan, saat ini China diperkirakan memiliki 230 bomber H-6.

Situs militer AS, odin.tradoc.army.mil mencatat, H-6 digunakan untuk meledakan bom nuklir di China tanggal 14 Mei 1965. Xian H-6A adalah bomber nuklir, Xian H-6B bomber intai, Xian H-6C bomber konvensional dengan kemampuan perlindungan tambahan, Xian H-6D adalah bomber anti kapal yang diperkenalkan tahun 1980-an, Xian H-6E bomber nuklir strategis, lalu versi Xian H-6H varian modernisasi Xian H-6A dan Xin H-6C.

Sebagian besar bomber H-6  China tahun 1990-an mengalami peremajaan dengan pemasangan sistem navigasi inersial, radar navigasi doppler, dan GPS. Varian terbaru Xian H-6KK dilengkapi mesin D-30KP turbofan dengan daya dorong 12.000 kilogram menggantikan mesin-mesin lama.

Adapun Xian H-6J varian dari H-6K yang digunakan oleh Angkatan Laut Tentara Pembebasan Rakyat China memiliki daya angkut dan jarak terbang setara Xian H-6K.

Bomber andalan China itu memiliki jangkauan terbang (crusing range) sejauh 6.000 kilometer, ketinggian jelajah 42.000 kaki (12.800 meter) dengan kecepatan jelajah 768 kilometer per jam. Kecepatan maksimum Xian H-6 adalah 1.050 kilometer per jam.

<p>(FILES) This file US Navy photo shows the aircraft carrier USS Theodore Roosevelt (CVN 71)as it is moored pier side at Naval Base Guam on May 15, 2020. – A US aircraft carrier group sailed into the South China Sea on a so-called “freedom of navigation” exercise, the first routine operation in the region under new President Joe Biden. Led by the USS Theodore Roosevelt, the carrier strike group entered the area on January 23, 2021, the US Indo-Pacific Command said, the same day Taiwan reported multiple Chinese jets and bombers had flown into its air defense zone. (Photo by Conner D. BLAKE / US NAVY / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE – MANDATORY CREDIT “AFP PHOTO /US NAVY/CONNER D. BLAKE/HANDOUT ” – NO MARKETING – NO ADVERTISING CAMPAIGNS – DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS</p>

Jarak antara Shanghai ke Honolulu di Hawaii adalah 7.948 kilometer. Dengan pengisian bahan bakar di udara, Xian H-6 dapat menjangkau Kepulauan Hawaii.

Demikian pula jarak Shanghai ke Seattle di pantai barat Amerika Serikat adalah 9.190 kilometer. Sementara jarak Pulau Hainan ke Pulau Guam hanya 3.722 kilometer dan jarak Hainan ke Kota Darwin di Australia utara hanya 4.294 kilometer.

Militer Taiwan dan Jepang melaporkan, armada bomber H-6 China kini semakin sering diterbangkan di Selat Taiwan dan Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Armada bomber tersebut juga diterbangkan di perairan Laut China Selatan yang disengketakan antara beberapa negara, seperti China, Filipina, Vietnam, Brunei, dan Malaysia. Taiwan juga pihak yang bersengketa.

Pakar militer AS dan Taiwan mengatakan, jika pecah perang, bomber H-6 akan menjadi salah satu ancaman serius terhadap pelayaran di Asia Timur dan sasaran di darat.

Quote

Pakar militer AS dan Taiwan mengatakan, jika pecah perang, bomber H-6 akan menjadi salah satu ancaman serius terhadap pelayaran di Asia Timur dan sasaran di darat.

Shugart mengatakan, doktrin militer China untuk invasi pulau seperti Taiwan akan diawali serangan terhadap markas militer, fasilitas telekomunikasi, pusat logistik, dan sasaran strategis lain. Sasaran lain yang juga dihantam adalah bandara, pelabuhan, dan kapal-kapal di lautan. ”Saya perkirakan H-6 akan digunakan untuk operasi seperti ini,” kata Shugart.

Serangan tersebut akan menggabungkan serangan rudal tanpa peringatan untuk melemahkan pertahanan udara lawan dan menghancurkan landasan di bandara. Selanjutnya pesawat udara yang ada di landasan akan dihancurkan dengan rudal jelajah dari bomber H-6.

Sejumlah media China pada pertengahan September 2024 menyiarkan kemampuan dan peran bomber H-6 jika terjadi konflik di pesisir timur China.

Potongan video dari Komando Teater TImur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China yang diambil pada Kamis (4/8/2022) memperlihatkan rudal ditembakkan dan diduga mengarah ke Taiwan. This screen grab from a video by the People's Liberation Army (PLA) Eastern Theater Command on August 4, 2022 made available on the Eurovision Social Newswire (ESN) platform via AFPTV shows a missile being fired during a Chinese military exercise in China on August 4, 2022. - China fired ballistic missiles and deployed fighter jets on August 4 as it held its largest-ever military exercises around Taiwan, a show of force condemned by Washington as a gross overreaction to Nancy Pelosi's visit to the island. (Photo by various sources / AFP) / -----EDITORS NOTE --- RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT &quot;AFP PHOTO / PLA EASTERN THEATER COMMAND/ESN&quot; - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Stasiun televisi CCTV menampilkan tayangan armada bomber H-6 terbang formasi dalam pengawalan armada jet tempur dan armada pesawat intai nir awak WZ-7. Armada drone membuka serangan, menetapkan target, dan menyampaikan informasi tersebut ke armada bomber H-6.

Selanjutnya bomber H-6 pun meluncurkan rudal anti kapal ke sasaran yang sudah ditandai.

Dihancurkan di pangkalan

Para pakar menduga, AS akan berusaha menghancurkan armada bomber H-6 saat mereka masih berada di pangkalan. ”Semua perencana perang akan berusaha menghancurkan bomber lawan saat masih berada di pangkalan. Jangan sampai bomber lawan tinggal landas,” kata Letjen (Purn) David Deptula dari Institut Kajian Dirgantara Mitchell di Washington DC, AS.

Secara terpisah, Shugart kepada Dewan Kajian Ekonomi dan Keamanan Amerika Serikat-China, mengatakan, armada bomber H-6 China kini memiliki badan pesawat yang diperbaharui, teknologi baru, mesin baru, dan senjata jarak jauh.

Pada masa silam, militer China hanya mengoperasikan H-6 di pesisir timur China. Namun, kini Pemerintah China meniru AS dalam mengoperasikan B-52 untuk misi jarak jauh yang biasanya dilakukan AS untuk memberi pesan mereka dapat melakukan serangan mematikan dan mampu menempuh jarak jauh.

Pada 24 Juli 2024, jet tempur AS dan Kanada bergegas mengangkasa untuk mencegat patrol gabungan sepasang bomber H-6 China dan sepasang bomber Tu-95 Rusia di pesisir barat Alaska. Informasi tersebut disampaikan Komando Utara Pertahanan Angkasa Amerika (NORAD).

<p>In this Nov. 23, 2017, photo released by Xinhua News Agency, a Chinese military H-6K bomber is seen conducting training exercises, as the People’s Liberation Army (PLA) air force conducted a combat air patrol in the South China Sea. With record numbers of military flights near Taiwan over the last week, China has been stepping up its harassment of the island it claims as its own, showing an new intensity and sophistication as it asserts its territorial claims in the region. (Wang Guosong/Xinhua via AP)</p>

Angkatan Udara Rusia diketahui sering beroperasi di sekitar perairan Alaska karena berbatasan dengan wilayah Pasifik Rusia di Selat Bering. Namun, ini merupakan kali pertama Angkatan Udara Tentara Pembebasan Rakyat China menerbangkan bomber strategis di dekat Alaska.

Seorang mantan perwira AU Amerika Serikat (USAF) mengatakan, tindakan tersebut membuktikan pihak China semakin percaya diri atas kemampuan teknologi dan profesionalitas penerbang mereka.

Terbangan formasi antara bomber strategis China dan Rusia itu tidak dianggap sebagai ancaman dan NORAD hanya terus memantau penerbangan mereka. ”Langkah yang diambil adalah saling menunjukan kehadiran (meet presence with presence),” kata Mayor Nguyen

Kementerian Pertahanan Rusia dan Kementerian Pertahanan China tidak menanggapi permintaan jawaban dari Reuters terkait hal itu.

Adapun Juru Bicara Kemhan China Kolonel Senior Zhang Xiaogang dalam jumpa pers di Beijing mengatakan, patroli gabungan China-Rusia di Pasifik utara itu adalah menguji kemampuan koordinasi AU Rusia dan AU Tentara Pembebasan Rakyat. Operasi gabungan tersebut tidak menargetkan pihak ketiga,” kata Zhang. (Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Muhammad Samsul Hadi