Pesepak Bola Belia Menikmati Liburan di Lapangan

Para pesepak bola belia punya cara berbeda menikmati liburan sekolah. Mereka menghabiskannya dengan bergembira di lapangan lewat kompetisi, seperti Liga Kompas U-14.

22 Des 2024 18:39 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Libur telah tiba. Dari berbagai cara menikmati waktu libur sekolah dan akhir tahun, para pesepak bola belia memilih menghabiskannya dengan berkompetisi. Bagi mereka, pilihan itu diambil sebagai salah satu bentuk pengorbanan untuk mewujudkan mimpi menjadi pesepak bola profesional.

Cara berlibur yang berbeda itu terlihat di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/12/2024). Para pesepak bola belia sibuk bersaing demi menjadi tim terbaik Liga Kompas U-14 Powered by BRI. Mendung yang menggelayut dan hawa gerah seolah kontras dengan kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka.

Pemain dari sekolah sepak bola BMIFA, Taruna Akbar Situmorang, misalnya, tak bisa menyembunyikan kebahagiaan dan kelegaannya. Pemain berusia 14 tahun ini mengepalkan kedua tangan selepas wasit meniup panjang peluit dalam laga pekan kedua Liga Kompas U-14 musim 2024-2025 itu. Taruna mengantar timnya menang, 2-1, atas Serpong City FC.

Kemenangan itu diraih setelah BMIFA sempat unggul lebih dulu sejak menit ke-24 lewat lesakan Taruna. Namun, semenit sebelum laga berakhir, Serpong City FC menyamakan kedudukan via gol M Farras Ghazi Al Ghifari. Beruntung bagi BMIFA, mereka bisa menciptakan keunggulan lagi saat laga hanya tersisa beberapa detik lewat gol kedua Taruna.

Bagi BMIFA, kemenangan tersebut istimewa. Sebab, ini jadi kemenangan perdana setelah pada pekan lalu mereka gagal membawa pulang poin. Tim asuhan pelatih Bambang Suprapto ini kalah, 0-1, dari Babek SS.

Pemain BMIFA, Muhammad Zidan, menguasai bola pada laga pekan kedua Liga Kompas U-14 Powered by BRI melawan Serpong City FC di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/12/2024). BMIFA menang dengan skor 2-1.

Taruna tak hanya senang karena menyumbang dua gol untuk kemenangan perdana timnya. Siswa kelas X SMA ini juga bahagia karena menghabiskan waktu libur sekolah dengan menyenangkan.

Laga pekan kedua Liga Kompas U-14 digelar saat sekolah sudah memasuki masa liburan. Ketika anak-anak sebaya Taruna berlibur bersama keluarga, mengunjungi tempat wisata, dan sebagainya, dia dan kawan-kawan justru menghabiskan waktunya di lapangan.

Taruna, yang berasal dari Medan, Sumatera Utara, tidak merasa benar-benar berbeda dengan teman-teman sebayanya karena dia juga bisa pergi ke luar kota meski tujuannya untuk kompetisi. Bagi Taruna, bertanding di lapangan adalah liburan. Di luar itu, Taruna melihat hal tersebut sebagai sebuah bentuk pengorbanan untuk mencapai impian.

”Soalnya saya punya tujuan ingin dipilih untuk tim yang tanding Piala Gothia, nantinya saya ingin jadi pemain timnas,” kata Taruna.

Pemain BMIFA merayakan gol ke gawang Serpong City FC pada laga pekan kedua Liga Kompas U-14 Powered by BRI di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/12/2024). BMIFA menang dengan skor 2-1.

Setiap tahun, Liga Kompas U-14 akan memilih beberapa pemain terbaik untuk tampil di Piala Gothia. Ajang itu merupakan piala dunia bagi pesepak bola anak-anak dan remaja.

Saat ditanya apakah pengorbanannya merantau, berjauhan dengan orangtua, dan menghabiskan waktu libur dengan cara tak biasa ini sepadan dengan apa yang didapatkan, Taruna dengan yakin mengiyakan. ”Karena kalau sudah bermain bola, senang saja gitu rasanya,” ujarnya.

Pelatih BMIFA Bambang Suprapto mengungkapkan, impian yang besar menjadi sumber motivasi anak-anak asuhannya, termasuk merelakan waktu libur mereka untuk berlatih dan bertanding. Dalam sepekan, para pemain BMIFA berlatih selama lima hari. Satu hari sisanya digunakan untuk istirahat, satu hari lainnya dipakai untuk bertanding.

”Mereka paham harus ada yang diperjuangkan. Maka dari itu, mereka juga mau bekerja keras. Itu terlihat di pertandingan tadi, menurut saya kerja keras mereka adalah kunci kemenangan kami,” kata Bambang.

Hal serupa disampaikan Pelatih Akademi Persib Bogor, Ajat Sudrajat, ketika ditanya soal pendekatan kepada para pemainnya saat harus bertanding pada masa liburan. Ajat lebih dulu mengatakan kepada timnya bahwa impian menjadi pesepak bola profesional memang harus ditempuh dengan pengorbanan.

”Termasuk pengorbanan waktu, materi, tenaga. Segala macam. Kalau di luar sana teman-temannya yang enggak main bola bisa liburan sama keluarga, mereka punya tujuan harus mengorbankan itu karena punya tujuan dan mimpi jadi pesepak bola,” tutur Ajat.

Pemain Akademi Persib Bogor, M Zidan Pratama, menguasai bola dalam laga pekan kedua Liga Kompas U-14 Powered by BRI melawan Cipta Cendekia FA di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/12/2024). Akademi Persib Bogor menang dengan skor 2-0.

Fathan Azhar Aqila Sukendar, pemain Akademi Persib Bogor, mengamini bahwa ada pemahaman yang tertanam ketika menekuni sepak bola. Untuk menjadi pesepak bola hingga menembus tim nasional, Fathan memahami bahwa ada banyak hal yang perlu dikorbankan. Waktu berlibur hanya salah satunya.

Walakin, pemain yang mengantarkan Akademi Persib Bogor meraih kemenangan kedua dengan mengalakan Cipta Cendikia 2-0 ini menambahkan, pengorbanan itu tidak terasa seperti pengorbanan. ”Karena hobi main bola, cita-cita jadi pemain bola, mau latihan setiap hari pun tetap senang. Apalagi, kalau ada pertandingan kayak sekarang,” ucapnya.

”Selain bisa tanding, bisa makin dekat sama teman-teman dan bisa tambah teman baru. Liburannya ya seperti ini,” ujar Fathan lagi.

Duel Salfas Soccer (kuning) versus Babek SS pada laga pekan kedua Liga Kompas U-14 Powered by BRI di Stadion Kera Sakti, Tangerang Selatan, Banten, Minggu (22/12/2024).

Adapun berkat gol Fathan dan rekan setimnya, Raifakal Linggapriyatna, ke gawang Cipta Cendikia, Akademi Persib Bogor menduduki peringkat ketiga klasemen sementara Liga Kompas U-14. Akademi Persib Bogor mengoleksi enam poin, sama seperti Young Warrior pada peringkat kedua dan Persigawa yang memuncaki klasemen.

Persigawa dan Young Warrior berada di atas Akademi Persib Bogor karena unggul selisih gol. Seperti Akademi Persib Bogor, kedua tim juga berhasil meraih dua kemenangan beruntun.

Persigawa, tim yang lolos ke babak utama lewat playoff, mengalahkan Pelita Jaya SS, 2-1, pada pekan pertama dan menaklukkan Mutiara 97 tiga gol tanpa balas pada pekan kedua. Sementara itu, Young Warrior menang atas Satria Cipta FC, 3-1, dan Mavericks, 1-0.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase