Final tiga turnamen menjelang Wimbledon akan berlangsung pada Minggu (22/6/2025) di Eropa. Sebagian besar finalis adalah petenis nonunggulan.
22 Jun 2025 11:21 WIB · Olahraga
BERLIN, MINGGU — Petenis-petenis medioker, bahkan, yang berstatus petenis kualifikasi memanfaatkan peluang terbuka dalam persaingan turnamen lapangan rumput di Eropa sepanjang pekan ini. Enam finalis pada tiga turnamen adalah petenis nonunggulan.
Final pada turnamen putri WTA 500 Berlin yang akan berlangsung di Lapangan Steffi Graf, Berlin, Jerman, Minggu (22/6/2025), mempertemukan Marketa Vondrousova dengan Wang Xin Yu.
Pada turnamen lain (untuk petenis putra) yang juga berlangsung di Jerman, yaitu di Halle, Alexander Bublik akan berebut gelar juara dengan unggulan ketiga, Daniil Medvedev. Di ATP 500 London, Jiri Lehecka menantang unggulan teratas yang juga juara Perancis Terbuka, Carlos Alcaraz.
Wang, Vondrousova, Bublik, dan Lehecka berhasil memanfaatkan meratanya persaingan. Tiga turnamen di Jerman dan Inggris yang berlangsung pekan ini menjadi bagian dari turnamen pemanasan untuk Grand Slam Wimbledon. Turnamen puncak dalam persaingan di lapangan rumput itu akan diselenggarakan di All England Club, London, 30 Juni-13 Juli.
Di Berlin, Wang dan Vondrousova menjadi dua petenis terakhir yang bertahan di tengah kehadiran petenis top dunia. Sembilan dari sepuluh petenis ranking teratas dunia menjadi peserta, termasuk petenis nomor satu Aryna Sabalenka dan juara Perancis Terbuka, Cori Gauff, yang menempati peringkat kedua dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/22/de440cfbe5421d56b5511e26552827dd-Germany_Tennis_5_.jpeg)
Hanya Iga Swiatek (ranking ketujuh) yang absen di Berlin. Pemilik lima gelar Grand Slam yang performanya menurun pada 2025 ini akan memanfaatkan turnamen WTA 500 Bad Homburg, Jerman, 22-28 Juni, untuk menjalani persiapan sebelum Wimbledon.
Wang menyingkirkan petenis top dan unggulan dalam perjalanan menuju final. Petenis China ranking ke-49 dunia itu menjalani dua pertandingan kualifikasi, salah satunya dengan mengalahkan juara WTA Berlin 2022, Ons Jabeur.
Meski kalah di kualifikasi, Jabeur, yang merupakan tiga kali finalis Grand Slam, bisa tetap bermain pada babak utama karena mendapat tiket lucky loser. Itu terjadi setelah ada petenis lain yang mengundurkan diri dari turnamen.
Pada babak utama, Wang menyingkirkan juara Perancis Terbuka, Cori Gauff, di babak kedua, lalu unggulan kedelapan, Paula Badosa, di perempat final. Di semifinal, petenis berusia 23 tahun itu mengalahkan juara WTA Berlin 2021, Liudmila Samsonova, yang menyingkirkan unggulan ketiga, Jessica Pegula, pada babak kedua.
”Pekan ini bagaikan mimpi bagi saya. Saya bermain dengan sangat baik. Setiap kali memasuki lapangan, saya tidak berharap apa-apa, hanya menikmati pertandingan,” ujar Wang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/22/88e1e341031f7ec1c29db5fa07c58895-Germany_Tennis_8_.jpeg)
Dia akan menjalani final pertama tunggal putri dalam WTA Tour pada pertandingan melawan Vondrousova. Meski demikian, Wang memiliki pencapaian besar pada nomor ganda. Bersama Hsieh Su wei, Wang menjuarai ganda putri Perancis Terbuka 2023.
Pada ajang multicabang, Wang dan Zhang Zhi Zhen menyumbangkan medali perak ganda campuran bagi China di Olimpiade Paris 2024. Dua pencapaian besar itu berlangsung di lapangan tanah liat Roland Garros, Paris.
Vondrousova, yang akan dihadapi Wang untuk pertama kalinya, adalah juara Wimbledon 2023. Pada tahun itu pula, petenis Ceko ini menempati posisi terbaik dalam ranking dunia, yaitu keenam.
Setahun kemudian, perjalanannya di arena tenis profesional terganggu cedera bahu kiri hingga harus menjalani operasi. Petenis berusia 25 tahun itu memasuki persaingan WTA Berlin 2025 sebagai petenis ranking ke-165 dunia.
Namun, selama di Berlin, Vondrousova bisa tampil nyaman. Apalagi, lapangan rumput memungkinkan petenis mendapat poin dengan cepat jika petenis memiliki pukulan keras, terutama dalam servis. Ini karena lapangan rumput memantulkan bola sangat cepat, bahkan yang tercepat dibandingkan dengan lapangan keras dan tanah liat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/22/82cca9af903d4cbc1acbf341abb86588-Germany_Tennis_9_.jpeg)
Vondrousova mengalahkan Jabeur pada perempat final, lalu menyingkirkan petenis nomor satu dunia, Aryna Sabalenka, 6-2, 6-4, pada semifinal. Kemenangan tersebut membuat Vondrousova menyamakan statistik kemenangannya saat bertemu Sabalenka menjadi 4-4.
”Saya menikmati pertandingan dan akan melakukan hal yang sama di final. Saya berusaha untuk menghilangkan beban dan menikmati setiap momen setelah melalui perjalanan berat pada tahun lalu,” kata Vondrousova.
Di Halle, Bublik melanjutkan kejutan yang dibuat sejak babak kedua. Petenis Kazakhstan ini akan menjalani final pertama pada 2025 dengan melawan Daniil Medvedev.
Kemenangan atas Karen Khachanov (unggulan kedelapan) di semifinal, dengan skor 4-6, 7-6 (5), 6-4, melanjutkan perjalanan gemilangnya sejak menyingkirkan Jannik Sinner. Bublik mengalahkan petenis nomor satu dunia itu pada babak kedua, dilanjutkan dengan kemenangan atas Tomas Machac (7) pada perempat final. Adapun Medvedev, yang juga mencapai final pertama pada tahun ini, mengalahkan Alexander Zverev, 7-6 (3), 6-7 (1), 6-4, di semifinal.
Seperti Bublik, Lehecka juga menyingkirkan petenis unggulan untuk lolos ke final ATP London. Dia mengalahkan unggulan kedua Jack Draper, 6-4, 4-6, 7-5, di semifinal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/22/44e2a3a0b202677d65a1832bb6277972-wires_photo_7_.jpg)
”Kemenangan ini sangat berarti. Tidak setiap saat saya punya kesempatan melawan Draper, kompetitor yang sangat tangguh,” ujar Lehecka yang mengalahkan unggulan kelima Alex de Minaur pada babak pertama.
Final di London akan menjadi yang pertama bagi Lehecka pada turnamen ATP 500. Pada empat final lain, petenis Ceko berusia 23 tahun ini baru mencapainya di level ATP 250 dengan hasil juara di Adelaide 2024 dan Brisbane 2025.
Tantangan untuk meraih gelar pada level yang lebih tinggi akan lebih berat, yaitu melawan petenis ranking kedua dunia yang baru menjuarai Perancis Terbuka, Carlos Alcaraz. Di semifinal, Alcaraz mengalahkan seniornya asal Spanyol, Roberto Bautista Agut, 6-4, 6-4. Hasil itu merupakan kemenenangan ke-250 bagi Alcaraz dalam persaingan tenis profesional.
Meski pencapaiannya tertinggal dari Alcaraz yang telah memiliki lima gelar Grand Slam, Lehecka punya pengalaman mengalahkan petenis ranking kedua dunia tersebut. Itu terjadi pada pertemuan terakhir mereka pada perempat final ATP 500 Doha, Februari. Hasil tersebut membalas kekalahan Lehecka pada babak kedua ATP London 2023 yang akhirnya dijuarai Alcaraz. (AP/AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .