Petualangan Emosi Pelari di Pengambilan ”Race Pack” Borobudur Marathon

Para pelari datang ke pengambilan ”race pack” Borobudur Marathon 2024 dengan segudang ambisi dan pulang dengan banyak memori. Mereka menikmati petualangan emosi itu.

29 Nov 2024 17:36 WIB · Olahraga

Oleh Kristi Dwi Utami, Kelvin Hianusa

MAGELANG, KOMPAS — Emosi bercampur aduk dirasakan para peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 dalam pengambilan race pack. Mereka terbang bersama ambisi untuk merayakan pencapaian masing-masing di edisi terbaru dan dibawa tenggelam sejenak ke pencapaian masa lalu dengan kehadiran ”lorong nostalgia”.

Ratusan orang sudah selesai mengambil race pack dalam dua jam pertama sejak loket penukaran dibuka di Grand Artos Hotel & Convention Magelang, Jumat (29/11/2024). Pengambilan paket akan berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu, dari pukul 10.00-21.00 WIB, sebelum lomba digelar pada Minggu pagi.

”Pengambilan cepat dan gampang,” kata peserta kategori separuh maraton asal Yogyakarta, Vella (33). ”Saya sengaja ngambil hari ini. Tahun lalu pengambilan hari Sabtu lebih ramai. Sekarang lebih enak masih sepi, bisa mampir ke pameran buat cari merchandise dan foto-foto dulu. Seru, pengambilan race pack-nya heboh," lanjutnya. 

Pelari yang sudah mengantongi undangan, baik dari surel maupun aplikasi, hanya perlu menunjukkan kartu identitas dan kode QR. Dalam proses itu, jika sesuai, mereka bisa lanjut ke tempat pengambilan tas yang berisi nomor bib dan produk penunjang seperti makanan ringan dan gel energi. Lalu, mereka memilih jersei seusai ukuran. 

Vella akan mengikuti Borobudur Marathon untuk kedua kali pada Minggu nanti. Pertama kali ikut, tahun lalu, dia turun di kategori 10K bersama sang suami. Dia memutuskan kembali dengan kategori lebih jauh karena rindu dengan atmosfer magis area Candi Borobudur dan dukungan warga sekitar. 

Peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2024, Vella, setelah mengambil race pack di Grand Artos Hotel & Convention Magelang pada Jumat (29/11/2024). Vella mengikuti kategori separuh maraton.

Antusiasme Vella tidak berkurang walaupun sang suami tidak mendapat slot. Kata dia, tidak mudah mendapatkan jatah berlari di Borobudur Marathon. Karena itu, lomba patut dirayakan selagi bisa. "Kebetulan aku ulang tahun pas lomba besok, jadi sekalian buat perayaan diri sendiri, he-he-he," katanya.

Dalam pengambilan race pack kali ini, penyelenggara menyiapkan sebuah lorong berisikan layar besar untuk para pelari bernostalgia. Mereka akan disuguhkan foto masing-masing ketika mengikuti Borobudur Marathon pada edisi terdahulu. Banyak pelari mengabadikan momen itu. Vella salah satunya. 

Semangat selebrasi serupa tampak dari wajah Ivan (31), peserta maraton asli Magelang. Wajahnya berseri-seri saat keluar dengan tas jinjing bertuliskan Borobudur Marathon. Wajar, dia akan turun untuk pertama kali di nomor maraton (42,195 kilometer). Lebih spesial, pria yang bekerja di Yogyakarta itu akan menjalani debut di Borobudur Marathon. 

Ivan berkali-kali mendaftar, tetapi baru mendapatkan jatah tahun ini. "Bomar ini impian hampir setiap pelari. Saya ingin naik level di sini, di rumah sendiri. Saya di Magelang, tetapi tidak pernah lari di sini. Biasa lari di Jogja karena kerja di sana. Saya tertarik karena posting-an teman-teman pasti positif semua sehabis dari sini," kata Ivan yang berharap wajahnya akan masuk di ”lorong nostalgia” pada tahun depan.

Peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2024, Ivan, setelah mengambil race pack di Grand Artos Hotel & Convention Magelang pada Jumat (29/11/2024). Ivan mengikuti kategori maraton. Dia akan tampil pertama kali di nomor maraton dan di Borobudur Marathon.
Quote

Karena ingin lebih siap, saya datang lebih awal dari Jakarta, ambil ”race pack”, biar habis ini tinggal fokus untuk Minggu.

Borobudur Marathon lebih menjanjikan pada edisi 2024 dengan status "Label" dari Federasi Atletik Dunia atau World Athletic. Label membuat ajang tersebut masuk ke kalender lomba lari jalan raya dunia. Lomba pun berstandar internasional. Itu yang membuat pelari debutan seperti Ivan sangat bersemangat untuk menjajal rute.

Selain diambil sendiri, penyerahan race pack juga bisa didelegasikan. Para peserta  bisa mendaftarkan nama penerima delegasi lebih dulu lewat aplikasi. Setelah dikonfirmasi, penerima delegasi akan menerima surat elektronik berisikan kode QR. Setiap satu orang maksimal mengambil tiga paket lomba.

Pelari sekitar

Mayoritas peserta yang sudah mengambil race pack berasal dari wilayah Magelang dan sekitarnya. Menurut Wakil Manajer Umum Ajang harian Kompas Budhi Sarwiadi, perkiraan hanya sekitar 20-25 persen peserta yang mengambil paket pada hari pertama. Sisanya, kebanyakan dari luar daerah, baru akan tiba dan menukar pada Sabtu besok.

Meskipun begitu, beberapa pelari lokal dari Jakarta dan pelari asing sudah terlihat. Salah satunya Andri (43). "Saya baru pertama kali ikut Bomar. Kata orang menantang, terutama tanjakannya. Karena ingin lebih siap, saya datang lebih awal dari Jakarta, ambil race pack, biar habis ini tinggal fokus untuk Minggu," tuturnya.

Peserta Bank Jateng Borobudur Marathon 2024, Andri, setelah mengambil race pack di Grand Artos Hotel & Convention Magelang pada Jumat (29/11/2024). Andri mengikuti kategori separuh maraton dan akan tampil debut di Borobudur Marathon.

Setelah "lorong nostalgia", pelari diarahkan menuju race expo yang terdapat pameran makanan dan minuman dari 18 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Borobudur dan sekitarnya. Mereka merupakan peserta program Bank Jateng Pawone. Lewat program itu, mereka diberi pelatihan untuk meningkatkan kualitas usaha.

Salah satu pelaku UMKM Bank Jateng Pawone yang dihadirkan yakni Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Wanurejo. Pada Jumat, mereka menyiapkan 100 bungkus lemet telang, kudapan yang terbuat dari singkong, tepung tapioka, dan kelapa parut. 

”Kalau untuk race pack collection hari kedua besok, kami menyiapkan 150 bungkus. Kemudian, pada saat race day, kami menyiapkan 300 bungkus,” kata Erna Yulianti (44), anggota Kelompok Wanita Tani Lestari.

Erna mengatakan, dalam setiap bungkus, ada empat buah lemet. Satu bungkus lemet dibanderol dengan harga Rp 12.000. Dengan adanya pembinaan dari Bank Jateng dan kesempatan membuka lapak di Borobudur Marathon, Erna dan 20 orang lain yang menjadi anggota Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Wanurejo mendapatkan tambahan pemasukan bagi keluarganya. Kapasitas mereka dalam memproduksi kudapan berkualitas juga meningkat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami, Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Haris Firdaus, Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase