Piala Dunia U-17 2025, Etalase Generasi Emas Baru Tim Indonesia

Piala Dunia U-17 2025 akan menjadi kesempatan bagi tim muda Indonesia unjuk gigi di level dunia. Pelatih Nova Arianto menargetkan ”Garuda Muda” lolos ke 32 besar.

02 Nov 2025 19:42 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

Sebanyak 21 talenta muda berusia 16-17 tahun terbaik Indonesia akan membawa panji negara di Piala Dunia U-17 2025 di Qatar, 3-27 November mendatang. Terlepas apa pun hasil yang mereka capai, aksi para ”Garuda Muda” di negeri kaya minyak itu dapat menjadi etalase bagi lahirnya generasi emas baru tim nasional Indonesia dalam satu dekade ke depan.

Piala Dunia U-17 2025 adalah partisipasi kedua Indonesia, sekaligus yang pertama kali lolos melalui fase kualifikasi. Keikutsertaan perdana Indonesia tercipta pada edisi 2023 berkat jatah penampilan tim tuan rumah.

Dalam sejarah sepak bola nasional, baru ada dua tim binaan PSSI yang lolos ke turnamen pentas dunia melalui babak permulaan. Sebelum di Piala Dunia U-17 2025, Indonesia juga pernah tampil di Piala Dunia U-20 1979 setelah mendapat jatah tampil dari performa di Piala Asia U-19 1978.

Namun, tim Indonesia tampil di Piala Dunia U-20 1979 tidak lolos murni. Sebab, Mundari Karya dan kawan-kawan kelimpahan tiket Piala Dunia U-20 akibat menggantikan tiga semifinalis, yakni Irak, Kuwait, dan Korea Utara.

Sementara tim U-17 Indonesia bisa menembus Piala Dunia U-17 2025 berkat lolos murni. Anak asuhan Nova Arianto mendapatkan tiket ke turnamen dunia karena bisa menembus babak perempat final Piala Asia U-17 2025 yang merupakan babak kualifikasi Piala Dunia U-20 2025.

Modal itu menjadikan sejumlah pilar utama Garuda Muda di Piala Dunia U-17 2025 berpotensi besar untuk mengisi skuad timnas Indonesia di masa mendatang. Nama-nama seperti Zahaby Gholy, Evandra Florasta, Nazriel Alfaro, Putu Panji, dan Fadly Alberto memiliki kemampuan untuk menjadi idola baru timnas Indonesia.

Quote

Saya sangat berharap ada pemain yang bisa mendapat kesempatan berkarier di Eropa.

Pelatih tim U-17 Indonesia Nova Arianto mengamati anak asuhannya berlatih di lapangan Pusat Olahraga Raja Abdullah, Jeddah, Senin (31/3/2025). Nova berambisi menjadi pelatih kedua Indonesia tampil di Piala Dunia U-17.

Nova mengingatkan anak asuhannya untuk tampil semaksimal mungkin di Piala Dunia U-17 2025. Menurut dia, ajang dunia di Qatar adalah kans para pemainnya untuk mengetuk masa depan lebih cerah di dunia sepak bola.

”Saya meminta pemain untuk menikmati dan melakukan segalanya dengan maksimal sehingga penampilan mereka di Piala Dunia (U-17) adalah pengalaman baik bagi proses mereka,” ujar Nova dalam wawancara daring, Minggu (2/11/2025) petang WIB.

”Mereka harus bisa belajar sebanyak mungkin. Harapan saya, mereka tidak sekadar sukses di turnamen (yunior) ini, tetapi bisa menjadi pemain timnas di masa mendatang,” ucap Nova.

Lebih lanjut, Nova, mantan pemain Persib Bandung, berharap anak asuhannya bisa memanfaatkan dengan baik pula pantauan para pemandu bakat di Qatar. Menurut dia, sejumlah pemain tim U-17 Indonesia punya talenta besar untuk berkembang dan berkarier di luar Indonesia.

”Saya sangat berharap ada pemain yang bisa mendapat kesempatan berkarier di Eropa,” kata Nova.

Merujuk aksi sejumlah pemain di Piala Dunia U-17 Indonesia 2023, para pemain cemerlang, seperti Estevao (Brasil) dan Claudio Echeverri (Argentina), sudah berhasil menembus liga top Eropa. Estevao telah menjadi andalan baru Chelsea di Inggris, sedangkan Echeverri membela Bayer Leverkusen dengan status pemain pinjaman dari Manchester City.

Pemain Timnas Indonesia U-17 Fadly Alberto Hengga (kiri) berusaha melewati pemain Tajikistan Nurmatov Shukhrat (kanan) pada pertandingan Piala Kemerdekaan U-17 2025 di Stadion Utama Sumatera Utara, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (12/8/2025). ANTARA FOTO/Yudi Manar/rwa.

Ketika para pemain negara lain mulai mendapatkan kesempatan berkarier di Eropa, pemain-pemain Indonesia di Piala Dunia U-17 2023 mengalami situasi kontras. Para andalan tim asuhan Bima Sakti masih berusaha mendapatkan karier profesional stabil di Liga Super Indonesia, seperti Arkhan Kaka, Iqbal Gwijangge, hingga Figo Dennis.

Satu pemain lain, yaitu Sulthan Zaky, memilih berkarier di Kamboja bersama tim baru, MOI Kompong Dewa. Keputusan itu diambil Zaky seiring masih kesulitan menembus tim utama PSM Makassar.

Capaian tertinggi

Fadly Alberto, penyerang sayap Indonesia, bertekad untuk memberikan hal yang membanggakan untuk Indonesia di Piala Dunia U-17 2025. Kata pemain Bhayangkara Presisi Lampung itu, semua pemain Garuda Muda sudah siap secara mental dan fisik untuk menghadapi tiga gim Grup H kontra Zambia, Brasil, dan Honduras.

”Kami sangat senang di umur 17 tahun sudah merasakan turnamen sepak bola tertinggi. Alhamdulillah bisa mengalami Piala Dunia yang semoga bisa menjadi modal untuk lebih baik di tim U-20, U-23, dan senior nanti,” tutur Fadly yang menyumbang dua gol di Piala Asia U-17 2025, April lalu.

Fadly menambahkan, persiapan tim U-17 sudah ditempa selama satu tahun sejak persiapan Piala AFF U-16 2024 hingga memenuhi target tampil di Piala Dunia U-17. Tiga laga uji coba terakhir di Dubai, Uni Emirat Arab, menghadapi Paraguay, Pantai Gading, dan Panama kian menyempurnakan masa persiapan.

Infografik Piala Dunia U17 2025

”Kami sudah mempersiapkan dan mempelajari lawan dari laga-laga uji coba terakhir. Kami sangat siap untuk menghadapi laga pertama menghadapi Zambia,” tutur Fadly.

Sementara itu, Nova menganggap Piala Dunia U-17 juga menjadi ajang tepat untuk mengukur kualitas pembinaan usia dini Indonesia. Sebab, tim Garuda Muda akan bertemu dengan tiga tim dari benua berbeda yang mewakili karakter sepak bola tersendiri pada babak penyisihan.

Nova menyebut pula targetnya untuk Piala Dunia U-17 2025. ”Kami berharap bisa berbicara banyak. Saya ingin kami lolos ke babak selanjutnya. Apalagi sekarang ada delapan tim terbaik peringkat ketiga untuk ke fase gugur, jadi situasi itu yang ingin kami kejar,” ucap Nova.

Piala Dunia U-17 2025 adalah edisi pertama dengan format baru yang diikuti 48 tim dan digelar setiap tahun. Lima edisi perdana pada 2025 hingga 2029 diselenggarakan di Qatar.

Qatar menggelar Piala Dunia U-17 dengan konsep festival sepak bola. Pertandingan dan seluruh aktivitas turnamen dipusatkan pada satu tempat, yakni Zona Aspire yang berada di kota Al Rayyan, Qatar.

Delapan dari sembilan lapangan Zona Aspire akan menjadi lokasi laga penyisihan hingga semifinal. Partai puncak bakal berlangsung di Stadion Internasional Khalifa yang juga berada di kawasan Zona Aspire.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati