Piala Dunia U-17 2025 akan dimulai kurang dari dua pekan. Penampilan tim Indonesia dipercaya akan jadi magnet kedatangan ribuan pendukung.
22 Okt 2025 16:27 WIB · Olahraga
JAKARTA, KOMPAS — Keikutsertaan tim U-17 Indonesia pada Piala Dunia U-17 2025 disambut antusias oleh Qatar sebagai tuan rumah. Tidak hanya skuad ”Garuda Muda” bertanding di lapangan hijau, pendukung dan diaspora Indonesia juga bakal dilibatkan dalam sejumlah aktivitas kebudayaan selama turnamen usia dini FIFA itu berlangsung.
CEO Panitia Penyelenggara Lokal Turnamen Sepak Bola Qatar 2025 Jassim Al Jassim menganggap warga dan diaspora Indonesia adalah pendukung yang paling antusias dalam sejumlah turnamen sepak bola di Qatar, seperti Piala Asia 2023 dan Piala Asia U-23 2024. Jassim mengatakan, pihaknya siap menyambut dan memberikan pelayanan terbaik bagi suporter tim Indonesia selama Piala Dunia U-17 2025.
”Saya pikir secara jujur, Indonesia memiliki tim yang paling pesat berkembang dalam perspektif teknis. Kebanggaan terhadap sepak bola itu terlihat dari para pendukung yang telah kami saksikan dalam turnamen terakhir (Piala Asia U-23) di Qatar,” ujar Jassim dalam wawancara virtual eksklusif kepada Kompas, Rabu (22/10/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/22/f30fd0e916618fcc348d7af61f43f4e8-WhatsApp_Image_2025_10_22_at_16.05.49.jpeg)
”Tentu tidak mengejutkan jika bakal banyak pendukung Indonesia datang, baik dari Indonesia maupun beberapa negara di Timur Tengah. Kami siap mendukung dan menolong pendukung Indonesia jika federasi (PSSI) membutuhkan,” tambahnya.
Merujuk Piala Asia U-23 2024, ketika tim Indonesia menembus laga perebutan tempat ketiga, Marselino Ferdinan dan kawan-kawan selalu menghadirkan laga dengan tiket terjual habis, terutama di fase gugur. Enam pertandingan skuad Garuda Muda dihadiri rata-rata 7.235 suporter per gim.
Kuantitas penonton laga Indonesia itu nyaris dua kali lipat dari jumlah rata-rata suporter per gim dalam turnamen itu. Angka itu ialah 4.267 penonton per laga.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/05/03/f92317d3-61f2-42be-b2bc-abbec4da60b6_jpg.jpg)
Tim Indonesia U-17 tergabung di Grup H Piala Dunia U-17 2025. Anak asuhan Nova Arianto akan memulai perjuangan di Qatar dengan menghadapi duta Afrika, Zambia, pada 4 November 2025.
Selanjutnya, Indonesia akan bertarung dengan pemilik empat gelar juara Piala Dunia U-17, Brasil, pada 7 November 2025. Honduras adalah lawan terakhir Indonesia pada fase grup yang berlangsung pada 10 November 2025.
Edisi 2025 adalah partisipasi kedua Indonesia di Piala Dunia U-17. Debut Indonesia di ajang dunia itu terjadi pada Piala Dunia U-17 2023. Kala itu, Garuda Muda tampil dengan jatah tim tuan rumah.
Di bawah kendali legenda timnas Indonesia, Bima Sakti, tim Garuda Muda gugur pada babak penyisihan Grup A. Indonesia hanya mengumpulkan dua poin dari tiga gim sehingga tersisih akibat kalah perolehan poin dari Maroko (6 poin) dan Ekuador (5).
Dihubungi terpisah, Ketua Indonesia Football Association in Qatar (IFQ) Vidi Viciyandrie mengungkapkan, IFQ sudah diajak berdiskusi oleh Panitia Penyelenggara Lokal Piala Dunia U-17 2025 untuk terlibat dalam sejumlah kegiatan komunitas menjelang dan selama turnamen berlangsung. Komunitas Indonesia, kata Vidi, salah satunya akan dilibatkan dalam memeriahkan fan zone.
”Akhir Oktober ini, diaspora Indonesia akan menggelar acara fun football untuk menyambut Piala Dunia U-17 2025,” kata Vidi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/22/aae68e2e04c8bce5658a9f0bc36131b6-WhatsApp_Image_2025_10_22_at_15.04.13.jpeg)
Lebih lanjut, Vidi mengatakan IFQ melalui kelompok Garuda Qatar juga sudah mendapat persetujuan dari Panitia Penyelenggara Lokal Piala Dunia U-17 2025 untuk alokasi tiket laga-laga Indonesia.
”Tetapi, kami belum mendapat konfirmasi berapa jumlah pasti tiket yang sudah disetujui. Kami juga masih menunggu izin untuk memasukkan atribut (spanduk dan drum) ke lokasi pertandingan,” kata Vidi.
Piala Dunia U-17 2025 akan menjadi awal dari format baru turnamen yang diikuti 48 peserta. Kuantitas partisipan itu meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan edisi sebelumnya, yaitu 24 tim.
Untuk pertama kali, turnamen FIFA yang melibatkan banyak negara bakal digelar secara terpusat di satu tempat. Qatar memusatkan seluruh pertandingan dan aktivitas turnamen Piala Dunia U-17 2025 di Zona Aspire, kota Al Rayyan.
Kompleks akademi olahraga itu serupa dengan kawasan Gelora Bung Karno di Jakarta. Tidak hanya sepak bola, Zona Aspire juga dilengkapi fasilitas olahraga kelas dunia lain, seperti atletik dan akuatik. Stadion Internasional Khalifa menjadi ikon sekaligus titik sentral Zona Aspire.
Mulai dari edisi 2025 hingga 2029, seluruh pertandingan Piala Dunia U-17 akan digelar di delapan lapangan milik Zona Aspire. Secara total, zona itu memiliki 10 lapangan kelas dunia. Khusus pada partai puncak, pertandingan akan berlangsung di Stadion Internasional Khalifa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/22/53ae844889dd945096db58c4c069e57a-WhatsApp_Image_2025_10_22_at_15.06.08.jpeg)
”Operasi turnamen tidak mudah. Sebab, kami harus mengatur layanan dan pengalaman prima untuk tim, tamu, penonton, dan media di satu kawasan dan dalam waktu bersamaan. Kami sangat bersemangat untuk memberikan kesan mendalam bagi setiap individu yang datang ke Qatar untuk Piala Dunia U-17 2025,” tutur Jassim.
Pada babak penyisihan, terdapat delapan pertandingan per hari. Hal itu, tambah Jassim, membuat setiap penonton bisa menyaksikan laga-laga calon bintang sepak bola dunia dengan mudah karena tidak perlu berpindah-pindah tempat.
”Para pemain akan mengalami bertanding di infrastruktur terbaik kami yang merupakan legasi dari Piala Dunia 2022. Penyelenggaraan ini juga akan menjadi contoh bagi negara-negara lain untuk menggelar turnamen sepak bola dengan konsep serupa,” kata Jassim.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase