Piala Pertiwi 2025 Tidak Hanya Terpusat di Pulau Jawa

Persebaran Piala Pertiwi U-14 dan U-16 lebih merata seiring perhelatan yang tidak hanya terpusat di Pulau Jawa. Potensi bakat baru yang terpantau menjadi lebih besar

14 Apr 2025 19:07 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

TANGERANG SELATAN, KOMPAS — Setelah sekian lama vakum, PSSI bekerja sama dengan Djarum Foundation meluncurkan kompetisi sepak bola putri bertajuk ”Hydroplus Piala Pertiwi” kelompok usia U-14 dan U-16. Turnamen ini untuk pertama kalinya turut menyasar wilayah luar Pulau Jawa yang juga membutuhkan kompetisi sepak bola putri. Dengan makin luasnya wilayah turnamen, potensi munculnya bakat-bakat baru juga menjadi lebih besar.

Prinsip dasar dalam membentuk tim nasional yang kuat adalah memastikan lebih banyak orang yang terlibat dalam sepak bola. Semakin banyak pesepak bola putri yang bermain dalam sebuah kompetisi, kian besar pula potensi ditemukannya bakat-bakat baru. Akan lebih mudah menemukan pesepak bola berbakat jika ada 10.000 anak yang bermain dibandingkan hanya 100 anak.

Hal itu disadari oleh Djarum Foundation bersama dengan PSSI. Inilah alasan yang mendasari perluasan wilayah cakupan Piala Pertiwi 2025. PSSI menargetkan bisa menjaring 5.700 hingga 6.000 pesepak bola putri untuk dua turnamen kelompok usia tersebut.

”Pada sepak bola putri, kesulitan kita terletak pada talent pool. Adanya berbagai macam turnamen sepak bola putri (yang diinisiasi Djarum) membuat talent pool kita semakin jelas,” ujar Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia, Marsal Masita, dalam konferensi pers Hydroplus Piala Pertiwi U-14 dan U-16 di Tangerang Selatan, Banten, Senin (14/4/2025).

Untuk regional Jawa, Piala Pertiwi U-14 dan U-16 berlangsung di 10 lokasi, yaitu Tangerang, Bandung, Cirebon, Semarang, Surabaya, Kudus, Malang, Jakarta, Solo, dan Yogyakarta. Adapun ada enam lokasi penyelenggaraan di luar Pulau Jawa, yaitu regional Kalimantan, Nusa Tenggara dan Bali, Sulawesi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Papua. Nantinya kompetisi menggunakan format home tournament dengan 32 tim yang berpartisipasi pada tiap regional.

Direktur Utama PT Garuda Sepak Bola Indonesia Marsal Masita (paling kiri), Program Director Milklife Soccer Challenge, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Teddy Tjahjono (tengah), dan Group Brand Head Hydroplus, Jose Moriza (kanan) memberikan keterangan dalam konferensi pers Piala Pertiwi U-14 dan U-16 di Tangerang Selatan, Banten, Senin (14/4/2025).

Sementara untuk penyelenggaraan di luar Pulau Jawa, format turnamen lebih berbentuk festival sepak bola. Hal ini karena masih minimnya klub-klub pesepak bola putri di luar Jawa. Meski demikian, PSSI memastikan akan mengirim pemantau bakat ke seluruh regional, baik di Pulau Jawa maupun luar Jawa.

Dari penyelenggaraan kompetisi di setiap regional, akan terpilih pemain terbaik yang mewakili 16 regional. Para pemain terbaik itu akan bertanding kembali dalam babak All Star di Kudus, Jawa Tengah.

Salah satu keuntungan adanya Piala Pertiwi U-14 dan U-16 kali ini adalah memudahkan pembentukan tim sepak bola putri Indonesia yang akan disiapkan mengikuti kualifikasi Piala Asia Putri U-17 2026. Pelatih Timnas Putri Indonesia Satoru Mochizuki dijadwalkan berkeliling memantau bakat-bakat baru. Pemain yang terpilih dipastikan sudah sesuai dengan standar serta kebutuhan tim racikan Mochizuki.

Kompetisi berjenjang

Alasan lain yang melatari Djarum Foundation bekerja sama dengan PSSI menggelar Piala Pertiwi U-14 dan U-16 tiada lain untuk menciptakan kompetisi yang berjenjang. Sebelumnya, Djarum Foundation gencar menggiatkan turnamen sepak bola putri dalam ajang bertajuk ”Milklife Soccer Challenge”.

Sebagaimana Piala Pertiwi, turnamen bentukan Djarum Foundation tersebut berfokus pada pembinaan bakat-bakat pesepak bola putri Indonesia. Sejauh ini Milklife Soccer Challenge terselenggara pada tingkatan U-8, U-10, dan U-12.

Kiper MilkLife All-Star Tangerang, Ayu Andira (tiga dari kiri), berjibaku untuk menangkap bola saat bertanding melawan tim MilkLife All-Star Solo pada babak grup MilkLife Soccer Challange All-Star di SuperSoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (25/1/2025). Solo menang 4-0.

KOMPAS/HERU SRI KUMORO
25-01-2025

Dengan demikian, turnamen Milklife Soccer Challenge dan Piala Pertiwi bersifat komplementer. Diharapkan para pesepak bola putri tidak ragu melanjutkan mengasah ilmu sepak bola dengan adanya turnamen yang berjenjang. Selama ini, pesepak bola putri belia kerap cemas karena tiadanya kompetisi yang berkelanjutan seiring bertambahnya usia mereka.

”Kami ingin ada kelanjutan dari Milklife Soccer Challenge. Setelah berdiskusi dengan PSSI, ternyata dari U-12 ada turnamen Piala Pertiwi untuk kelompok usia U-14 dan U-16. Jadi pesepak bola putri kita selalu punya turnamen sebagai wadah,” kata Program Director Milklife Soccer Challenge, Bakti Olahraga Djarum Foundation, Teddy Tjahjono.

Untuk tahap pertama, Piala Pertiwi U-14 dan U-16 regional Jawa akan dimulai di Tangerang pada 14 hingga 20 April. Adapun untuk regional luar Pulau Jawa bermula dari Kalimantan pada 25 hingga 27 April.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase