Pidato Awal Jabatan Presiden Prabowo: Kekuasaan Milik Rakyat

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pemimpin di semua tingkatan bahwa kekuasaan milik rakyat. Pemimpin berkuasa seizin rakyat.

20 Okt 2024 15:12 WIB · Politik & Hukum

Oleh Willy Medi Christian Nababan, Kurnia Yunita Rahayu, Nikolaus Harbowo, Hidayat Salam

Presiden-Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka di Sidang Paripurna MPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2024).

JAKARTA, KOMPAS — Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah mengucapkan sumpah janji dan jabatan sebagai Presiden-Wakil Presiden 2024-2029. Dalam pidato awal jabatannya sebagai Presiden, Prabowo menekankan bahwa kekuasaan milik rakyat. Oleh karena itu, pemimpin di semua tingkatan harus bekerja untuk rakyat.

”Kekuasaan itu milik rakyat. Kedaulatan itu adalah kedaulatan rakyat. Kita berkuasa seizin rakyat. Kita menjalankan kekuasaan harus untuk kepentingan rakyat. Kita harus selalu ingat, setiap pemimpin dalam setiap tingkatan harus selalu ingat, pekerjaan kita harus untuk rakyat, bukan kita bekerja untuk diri kita sendiri, bukan kita bekerja untuk kerabat kita, bukan kita bekerja untuk pemimpin-pemimpin kita. Pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” ujar Prabowo dalam Sidang Paripurna MPR di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10/2024).

Prabowo menyampaikan pidato awal masa jabatannya sebagai Presiden setelah mengucapkan sumpah janji dan jabatan di hadapan 709 dari 731 anggota MPR.

Sidang Paripurna MPR dihadiri pula oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin serta sejumlah mantan presiden/wapres, tokoh nasional, pimpinan partai politik, dan mantan kompetitor Prabowo di Pilpres 2024, Anies Baswedan. Hadir pula setidaknya 19 kepala negara dan kepala pemerintahan serta 15 utusan khusus negara-negara sahabat lainnya.

Presiden Prabowo Subianto saat diambil sumpah dalam Sidang Paripurna MPR RI Pelantikan Presdien dan Wakil Presiden 2024-2029 di Ruang Sidang Utama DPR/MPR RI, Jakarta, Minggu (20/10/2024). MPR melantik Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI 2024-2029. Pelantikan ini juga dihadiri sejumlah kepala negara dan perwakilan kepala negara sahabat. 

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO
20-10-2024

Prabowo mengingatkan pentingnya pemimpin di setiap tingkatan untuk bekerja bagi rakyat karena masih banyak problem yang dihadapi bangsa. Problem masyarakat yang belum lepas dari kemiskinan, kelaparan, dan kebodohan.

”Kita sebagai pemimpin politik jangan terlalu senang melihat angka-angka statistik yang membuat kita terlalu cepat puas. Padahal, kita belum melihat gambaran sepenuhnya,” katanya.

”Kita merasa bangga diterima di kalangan G20, ekonomi ke-16 terbesar di dunia, tapi apakah kita sungguh paham dan melihat gambaran utuh dari keadaan kita? Apakah kita sadar kemiskinan masih terlalu besar? Apakah kita sadar rakyat dan anak-anak banyak yang kurang gizi? Banyak rakyat kita tak dapat pekerjaan yang baik. Banyak sekolah tak terurus,” lanjut Prabowo.

Untuk menyelesaikan problem-problem ini, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bekerja sama. Suasana kebersamaan, persatuan, dan kolaborasi, bukan sebaliknya cekcok berkepanjangan, penting untuk bisa menyelesaikan problem-problem bangsa sekaligus mewujudkan cita-cita kesejahteraan rakyat.

single

”Sejak awal bangsa berdiri, kita ingin menjadi bangsa yang berdemokrasi, kedaulatan rakyat setinggi-tingginya. Kita menghendaki demokrasi, demokrasi yang khas untuk Indonesia, demokrasi yang santun. Berbeda pendapat harus tanpa permusuhan, mengoreksi tanpa harus caci maki. Bertarung tanpa membenci. Bertanding tanpa berbuat curang,” kata Prabowo.

Ia pun sempat mencontohkan saat Jokowi mengalahkannya berulang di Pilpres 2014 dan 2019. Namun, setelah kemenangan di Pilpres 2019, Jokowi mengajaknya untuk bergabung. ”Dan saya menerima ajakan itu. Sekarang saya yang menang, dan saya mengajak semua pihak untuk bersatu,” tambahnya.

Tantangan dari dalam dan luar

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengingatkan soal sejumlah tantangan bangsa di tengah dinamika dan pergolakan dunia. Dalam menghadapinya, semua pihak diajaknya untuk berani dan optimistis. ”Saya ajak semua unsur, dari kalangan ulama, pengusaha, pemimpin politik, pemuda, dan mahasiswa, kita berani untuk menghadapi tantangan-tantangan yang ada,” ucapnya.

Tantangan diingatkannya, tidak hanya yang datang dari luar, tetapi banyak pula yang berasal dari dalam.

Sidang Paripurna MPR

”Ada tantangan-tantangan, kesulitan yang terjadi karena kita kurang waspada karena kadang-kadang kita tidak andal dan tidak piawai dalam mengurus kekayaan kita sendiri. Marilah kita berani mawas diri, berani menatap wajah kita sendiri, dan berani memperbaiki diri sendiri,” ujar Prabowo.

Salah satu tantangan dimaksud adalah kenyataan bahwa hingga kini masih banyak terjadi kebocoran anggaran dan korupsi. Begitu pula kolusi di antara pejabat politik dan pejabat pemerintah di semua tingkatan dengan pengusaha.

Khusus dalam hal pemberantasan korupsi, Prabowo menekankan pentingnya perbaikan sistem, penegakan hukum yang tegas, serta digitalisasi. Selain itu, hal penting lainnya, semua unsur pimpinan harus memberi contoh.

”Kalau ikan menjadi busuk, busuknya mulai dari kepala. Maka, semua pejabat dari semua tingkatan harus memberi contoh untuk menjalankan kepemimpinan pemerintahan yang bersih. Mulai dengan contoh dari atas dan setelah itu penegakan hukum yang tegas dan keras,” tambahnya.

OTT KPK

Harapan MPR

Dalam pidato pengantarnya, Ketua MPR Ahmad Muzani menyampaikan harapan MPR agar Prabowo-Gibran dapat membawa visi besar, kebijakan dan program-program yang pro-rakyat.

”Mari kita ciptakan Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya saing, di mana setiap lapisan masyarakat merasa dihargai dan terlibat. Bersama-sama, kita bisa mengukir prestasi demi kemajuan bangsa,” katanya.

Tak sebatas itu, MPR pun mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Jokowi-Ma’ruf. Sejumlah capaian selama pemerintahan Jokowi-Amin diutarakan. Di antaranya, menurut Muzani, pembangunan di segala sektor yang telah berhasil. Indonesia disebut telah berhasil menghadapi berbagai tantangan berat, mulai dari pandemi Covid-19, gejolak geopolitik global, hingga perubahan iklim.

Dalam hubungan internasional, salah satu isu yang ditangani secara tepat, lanjut Muzani, adalah terus mendukung perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan dan hak asasi mereka. ”Kita semua tahu bahwa Palestina tidak hanya masalah regional, tetapi juga merupakan persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian dan dukungan kita semua,” ujarnya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Willy Medi Christian Nababan, Kurnia Yunita Rahayu, Nikolaus Harbowo, Hidayat Salam
 | 

Editor:

Antonius Ponco Anggoro