Partisipasi pemilih di Pilkada Kota Cirebon dan Jawa Barat diprediksi menurun dibandingkan dengan Pemilu 2024.
27 Nov 2024 17:54 WIB · Politik & Hukum
CIREBON, KOMPAS — Partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat dan Kota Cirebon pada 2024 diprediksi menurun dibandingkan dengan pemilu. Meski penyelenggara pilkada menyebut telah melakukan sosialisasi, animo masyarakat untuk mencoblos belum belum juga maksimal.
Penurunan partisipasi itu tampak dari kehadiran calon pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Cirebon, Rabu (27/11/2024). Di TPS 001, RW 001, Kelurahan Kejaksan, Kecamatan Kejaksan, misalnya, terdapat 458 daftar pemilih tetap (DPT) dan 2 daftar pemilih khusus (DPK).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/dbfa0522d35c0fdcdd8b747245a2a18c-20241127_155256.jpg)
”Dari DPT itu, yang hadir hanya 279 orang dan dua DPK,” ucap Dede Mardiana, Sekretaris Kelompok Penyelenggaraan Pemungutan Suara TPS 001 Kelurahan Kejaksan. Artinya, hanya sekitar 61 persen warga di daerah itu yang ikut mencoblos untuk Pilkada Jabar dan Kota Cirebon.
Menurut Dede, partisipasi pemilih kali ini lebih rendah dibandingkan dengan Pemilu 2024. Saat itu, katanya, lebih dari 80 persen warga ikut mencoblos untuk pemilihan legislatif dan presiden. Pihaknya pun tidak tahu pasti mengapa partisipasi pemilih kali ini menurun daripada pemilu.
”Padahal, undangan (memilih) sudah disebar semuanya tiga hari sebelum pencoblosan. KPU (komisi pemilihan umum) juga pernah bikin jalan santai untuk sosialisasi pilkada. Mungkin banyak juga yang tinggal di luar kota,” ungkap Dede. Sejauh ini, katanya, tidak ada kendala dalam pemilihan di TPS 001.
Penurunan partisipasi pemilih juga terjadi di TPS 001, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Kesambi. Di TPS itu, tercatat 366 DPT. Namun, yang hadir hanya 255 orang atau berkisar 69 persen dari total DPT. Pelaksanaan pencoblosan hingga penghitungan suara pun selesai lebih cepat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/27/e7eb33f7d35f738853d5030856ec05cd-20241127_075103.jpg)
Menurut Sulaeman, Ketua KPPS TPS 001 Karanganyar, penurunan jumlah pemilih karena animo masyarakat yang berkurang. ”Warga yang datang ke TPS juga tadi pada lemas, tidak tertarik dengan pilkada. Kami sudah woro-woro umumkan pencoblosan, tetapi banyak enggak datang,” katanya.
Kami berkomitmen memastikan partisipasi warga meningkat.
Padahal, kata Sulaeman, pada Pemilu 2024, partisipasi warga di TPS 001 mencapai sekitar 90 persen. Pihaknya pun telah menyebarkan undangan ke 366 DPT. Dari jumlah itu, ada delapan yang belum menerima surat undangan karena tiga meninggal dan lima tidak di lokasi.
Sulaeman mengklaim, tidak ada kendala dalam penyelenggaraan. Namun, ia mengakui, dana untuk operasional pencoblosan sempat terhambat.
”Dana dari KPU itu sampai ke penyelenggara dua hari sebelum hari-H. Sementara kami harus bayar uang DP (muka) untuk tenda,” katanya.
Sulaeman memprediksi partisipasi pemilih di pilkada kali ini menurun dibandingkan dengan Pemilu 2024 lalu. Saat itu, partisipasi warga di Kota Cirebon mencapai 83,44 persen. Pada Pilkada Kota Cirebon dan Jabar kali ini, terdapat 255.779 DPT dengan 547 TPS yang tersebar di 5 kecamatan dan 22 kelurahan.
Sebelumnya, Ketua KPU Kota Cirebon Mardeko mengatakan, partisipasi pemilih pada pilkada kali ini ditargetkan sekitar 80 persen. Pihaknya pun telah berupaya meningkatkan partisipasi warga melalui sosialisasi di masyarakat hingga jalan santai.
”Kami berkomitmen memastikan partisipasi warga meningkat,” ujarnya.
Penulis:
Abdullah Fikri AshriEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .