Pilpres AS Diganggu Ancaman Bom Palsu

Pihak berwenang AS meningkatkan keamanan pada hari pemilihan. Sejumlah ancaman bom palsu mengganggu di empat negara bagian.

06 Nov 2024 08:55 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan - [email protected]

ATLANTA, RABU — Ancaman bom palsu di empat negara bagian sempat mengganggu jalannya pemilihan presiden AS, Selasa (5/11/2024). Pihak berwenang menuding ada campur tangan Rusia dalam ancaman bom palsu melalui surat elektronik dengan target tempat pemungutan suara tersebut.

Keamanan pada hari pemilihan ditingkatkan ke level yang belum pernah terjadi. Langkah itu diambil karena kekhawatiran atas kemungkinan kerusuhan sipil, kecurangan pemilu, dan kekerasan terhadap petugas pemungutan suara.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) sudah memperingatkan adanya ancaman bom palsu dengan menggunakan surat elektronik (e-mail). ”FBI mengetahui adanya ancaman bom di lokasi pemungutan suara di beberapa negara bagian. Banyak di antaranya tampaknya berasal dari domain e-mail Rusia,” kata juru bicara FBI, Savannah Syms, dalam pernyataan, Selasa.

Menurut FBI, ancaman palsu melalui surel menyasar tempat pemungutan suara (TPS) di empat negara bagian, yaitu Georgia, Michigan, Arizona, dan Wisconsin. ”Sejauh ini tidak ada ancaman yang dianggap kredibel. Namun, FBI meminta masyarakat tetap waspada,” ujar Syms.

Di Negara Bagian Georgia, menurut keterangan Wali Kota Fulton Selatan, setidaknya tujuh TPS di Fulton County termasuk TPS yang menghadapi ancaman dan sempat ditutup. ”Tidak ada TPS yang ditutup selama lebih dari 30 menit,” katanya.

”Ada beberapa oknum yang mencoba untuk mencegah orang-orang di South Fulton untuk memilih, tetapi kami kota paling hitam di Amerika Serikat,” katanya.

Menurut seorang pejabat FBI, Georgia menerima lebih dari belasan ancaman. Sebagian besar ancaman terjadi di Fulton County, bagian dari area metropolitan Atlanta. Tempat itu merupakan basis Demokrat.

Pejabat di Georgia akhirnya mengupayakan perintah pengadilan untuk memperpanjang jam pemungutan suara di lokasi tersebut. Pemungutan suara berlangsung hingga melewati batas waktu pukul 19.00 di seluruh negara bagian.

Sekretaris Negara Bagian Georgia dari Partai Republik, Brad Raffensperger, menyalahkan campur tangan Rusia atas berita palsu bom pada hari pemilihan. ”Mereka tampaknya berniat jahat. Mereka tidak ingin kita memiliki pemilihan yang lancar, adil, dan akurat. Jika mereka dapat membuat kita saling bertengkar, mereka menganggapnya sebagai kemenangan,” kata Raffensperger kepada wartawan.

Seorang pejabat senior di kantor Raffensperger yang meminta namanya tidak disebut mengatakan, tipuan bom di Georgia dikirim dari alamat e-mail yang pernah digunakan Rusia untuk mencampuri pemilihan AS sebelumnya. Ancaman tersebut dikirim ke media AS dan dua TPS. ”Kemungkinan besar itu Rusia,” kata pejabat tersebut.

An election staffer works near voting machines at the Fulton County Election Hub and Operation Center, Tuesday, Nov. 5, 2024, in Atlanta. (AP Photo/John Bazemore)

Kedutaan Besar Rusia di Washington mengatakan, sindiran tentang campur tangan Rusia adalah fitnah jahat. ”Kami ingin menekankan Rusia tidak ikut campur dan tidak akan mencampuri urusan dalam negeri negara lain, termasuk Amerika Serikat. Seperti yang telah berulang kali ditegaskan Presiden Vladimir Putin, kami menghormati keinginan rakyat Amerika,” demikian penjelasan Kedutaan Besar Rusia di Washington.

Ann Jacobs, Kepala Komisi Pemilihan Umum Wisconsin, mengatakan, ancaman bom palsu terjadi di Madison, ibu kota Wisconsin. Ancaman bom palsu dikirim ke dua TPS, tetapi tidak mengganggu pemungutan suara.

Juru bicara dari Sekretaris Negara Bagian Demokrat Michigan Jocelyn Benson mengatakan, ada laporan ancaman bom di beberapa lokasi pemungutan suara, tetapi tidak ada yang kredibel. Ia menambahkan, Kantor Sekretaris Negara Bagian telah diberi tahu ancaman mungkin terkait dengan Rusia.

Adrian Fontes, Sekretaris Negara Arizona dari Demokrat, mengatakan, empat ancaman bom palsu juga telah dikirimkan ke TPS di Navajo County, Arizona.

A woman drops off her ballot at a drop box in Mesa, Arizona on Election Day, November 5, 2024. (Photo by Olivier Touron / AFP)

Ancaman bom palsu merupakan yang terbaru dari serangkaian dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS 2024. Pada Jumat (1/11/2024), pejabat intelijen AS memperingatkan, aktor Rusia membuat video yang secara keliru menggambarkan warga imigran Haiti telah memberikan suara beberapa kali.

Pejabat intelijen juga menemukan Rusia membuat video palsu terpisah. Video itu menuduh seseorang yang terkait dengan pasangan calon presiden Harris menerima suap dari seorang penghibur. AS sebelumnya menjatuhkan sanksi kepada individu dan entitas Rusia atas dugaan upaya untuk mencampuri pilpres 2016, 2018, dan 2020.

Cait Conley, pejabat senior Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS, pada Selasa, mengatakan, lembaganya belum melihat adanya insiden besar yang mencerminkan campur tangan asing dalam pemilihan presiden saat pemungutan suara memasuki jam-jam terakhir.

”Hingga Selasa pukul 13.30 siang, hanya ada sedikit bukti gangguan signifikan pada infrastruktur pemilu. Pada titik ini, kami tidak melacak insiden signifikan tingkat nasional apa pun yang memengaruhi keamanan infrastruktur pemilu kami,” kata Conley kepada wartawan.

Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS merupakan lembaga yang bertanggung jawab untuk melindungi infrastruktur penting AS, termasuk infrastruktur pemilu. Di dalamnya mencakup basis data pemilih, tabulator, dan perangkat lunak penghitungan suara.

An election staffer works at the Fulton County Election Hub and Operation Center, Tuesday, Nov. 5, 2024, in Atlanta. (AP Photo/John Bazemore)

Sebelumnya pada Selasa dini hari, FBI memperingatkan warga AS tentang dua video palsu baru yang secara keliru mengutip ancaman teror dan kecurangan pemilu. Kedua video merupakan yang terbaru dalam serangkaian disinformasi yang diperkirakan akan meningkat, terutama jika ketidakpastian atas pemenang pilpres masih berlanjut setelah hari pemilihan.

Satu video palsu dinyatakan berasal dari badan penegak hukum federal. Secara keliru video itu mengutip ancaman teror tingkat tinggi dan mendesak warga AS untuk memilih dari jarak jauh. Sementara video lainnya menyertakan siaran pers palsu yang mengaku berasal dari badan penegak hukum federal dan mengklaim adanya kecurangan pemungutan suara di antara narapidana di lima penjara.

”Keduanya tidak asli,” kata FBI dalam sebuah pernyataan.

Election staffers work at the Fulton County Election Hub and Operation Center, Tuesday, Nov. 5, 2024, in Atlanta. (AP Photo/John Bazemore)

Peningkatan keamanan

Terlepas dari adanya ancaman bom palsu dan disinformasi yang meningkat, pada pemilihan presiden 2024 pihak berwenang AS memang meningkatkan keamanan fisik untuk operasi. Petugas TPS dilengkapi dengan tombol panik. Staf, pasukan bersenjata khusus dikerahkan di atas atap dan ratusan personel Garda Nasional disiagakan.

FBI mendirikan pos komando pemilu nasional di Washington untuk memantau ancaman 24 jam sehari selama minggu pemilu. Keamanan telah ditingkatkan di 100.000 TPS di AS.

Polisi Capitol AS mengatakan di X, mereka telah menangkap seorang pria yang berbau seperti bahan bakar, memiliki obor, dan pistol suar. Dia dihentikan di pusat pengunjung Capitol, bagian dari kompleks yang diserbu pendukung Trump dalam kerusuhan mematikan pada 6 Januari 2021 saat mereka berusaha membatalkan kekalahannya dari Joe Biden.

”Pusat pengunjung Capitol akan tetap ditutup untuk tur selama sehari, sementara kami melakukan penyelidikan,” kata polisi dalam unggahan tersebut. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W