Polda Jateng: Iko Tewas Kecelakaan, Kasusnya Bakal Diselidiki

Polda Jateng menyebut, Iko Juliant Junior, mahasiswa Unnes, mengalami kecelakaan lalu lintas sebelum meninggal. Kasusnya bakal diselidiki.

02 Sep 2025 20:18 WIB · Politik & Hukum

Oleh Kristi Dwi Utami

SEMARANG, KOMPAS — Iko Juliant Junior (19), mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, disebut polisi tewas karena kecelakaan di Jalan Veteran, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (31/8/2025) dini hari. Saksi dalam peristiwa kecelakaan itu disebut sedang diperiksa.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jateng Komisaris Besar Artanto mengatakan, Iko kecelakaan pada Minggu sekitar pukul 03.05 WIB, di Jalan Veteran. Lokasinya sekitar Polda Jateng.

Iko, yang berboncengan dengan temannya bernama Ilham, disebut menabrak sepeda motor yang dikendarai V dan A. Dua kendaraan itu, kata Artanto, sama-sama melaju dari arah barat ke timur menuju arah Polda Jateng.

”Akibat tabrakan dengan kecepatan tinggi dari belakang, keempat orang itu terpelanting ke depan dan jatuh. Mereka luka berat dan ringan,” kata Artanto dalam konferensi pers di Polda Jateng, Selasa (2/9/2025).

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jateng, Komisaris Besar Artanto saat memberikan keterangan, Rabu (11/9/2024).

Artanto menyebut, kecelakaan itu disaksikan para polisi yang sedang berjaga di sekitar Polda Jateng. Mereka kemudian mengantar keempat orang tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi, Kota Semarang. Semuanya sampai di rumah sakit pukul 03.10 WIB.

Artanto membenarkan, keempat korban diantar ke rumah sakit oleh anggota Brimob Polda Jateng. Mereka diantar menggunakan kendaraan dinas Brimob. 

”Yang bawa (ke rumah sakit) Brimob. Dia ada di lokasi karena kami ini sedang pengamanan semua,” ujarnya.

Anggota reserse menangkap remaja saat mereka berkumpul untuk melakukan aksi di depan Kantor Polisi Daerah Jawa Tengah, Kota Semarang, Sabtu (30/8/2025). Penangkapan anak dan remaja yang sebagiab besar pelajar berjumlah ratusan ini dilakukan setelah diduga mereka akan melakukan aksi di depan Polda Jateng. Ini dilakukan setelah banyak pelajar ini terlibat dalam aksi kericuhan saat unjuk rasa sehari sebelumnya. Kompas/Raditya Mahendra Yasa 30-08-2025

Menurut Artanto, Ilham mengalami patah pada telapak tangan dan lecet pada wajah. Saat ini, kondisinya dinilai membaik dan bisa berkomunikasi dengan lancar. Adapun V dan A menderita luka lecet. Keduanya menjalani rawat jalan.

Sebelumnya, polisi menginformasikan kecelakaan yang menimpa Iko terjadi di Jalan Dr Cipto, Kota Semarang. Saat ditanya terkait perubahan lokasi kecelakaan, Artanto mengatakan, hal itu karena polisi belum tentu tahu nama jalan.

”Orang yang membawa itu belum tentu tahu namaya jalan apa. Yang penting, dia ngomong saja,” ucap Artanto.

Tulisan kecaman dari pserta aksi terhadap tindakan polisi yang menembak siswa SMK Negeri 4 Semarang di depan Kantor Polda Jawa Tengah, Kota Semarang, Kamis (28/11/2024). Dukungan serta simpati masyarakat dan warganet terus mengalir atas tragedi penembakan yang dilakukan anggota polisi hingga menyebabkan satu meninggal, dan dua mengalami luka-luka. Masyarakat menuntut peristiwa tersebut diungkap sesuai kebenaran dan faktanya. Kompas/P Raditya Mahendra Yasa 28-11-2024

Beberapa hari terakhir, peristiwa kematian Iko menyita perhatian berbagai pihak, terutama warganet. Mereka meragukan kebenaran terkait klaim polisi bahwa Iko terluka karena kecelakaan.

Mereka menduga, Iko, yang kala itu dalam perjalanan ke Polda Jateng untuk membebaskan temannya yang ditahan saat demonstrasi, mendapatkan kekerasan dari aparat.

Untuk mengungkap secara terang peristiwa tersebut, Artanto mengatakan, penyelidikan bakal dilakukan. Pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan barang bukti, termasuk rekaman kamera pemantau, juga hendak dilakukan. Hasil visum terhadap Iko juga bakal didalami.

”Semua yang berkaitan dengan peristiwa itu akan diperiksa. Proses penyelidikan ataupun penyidikan yang dilakukan Satlantas Polrestabes Semarang ini akan mendapat asistensi khusus dari Polda Jateng. Kami betul-betul akan transparan,” katanya.

Anggota reserse yang dikerahkan untuk berjaga dan menangkap kelompok remaja di sepanjang jalan Pahlawan hingga depan Kantor Polisi Daerah Jawa Tengah, Kota Semarang, Sabtu (30/8/2025). Penangkapan anak dan remaja yang sebagiab besar pelajar berjumlah ratusan ini dilakukan setelah diduga mereka akan melakukan aksi di depan Polda Jateng. Ini dilakukan setelah banyak pelajar ini terlibat dalam aksi kericuhan saat unjuk rasa sehari sebelumnya. Kompas/Raditya Mahendra Yasa 30-08-2025

Sebelumnya, Polda Jateng menangkap ratusan orang yang melintas di Jalan Pahlawan, depan Polda Jateng, dan sekitarnya pada Sabtu (30/8/2025) petang hingga Minggu dini hari.

Penangkapan dilakukan pada para pelintas yang dicurigai akan menyerang Polda Jateng. Mereka dihentikan dengan berbagai cara, seperti menarik kendaraan atau tubuh pengendara ataupun pembonceng.

Selain itu, ada juga yang dihentikan dengan ditendang sepeda motornya atau dilempar helm pada bagian rodanya hingga sepeda motornya terjatuh. Setelah terjatuh, mereka dipukuli beramai-ramai sebelum digelandang menuju Polda Jateng dengan dipiting.

”Situasinya seram banget, banyak banget kekerasan. Orang-orang melintas ditarik sampai jatuh, terus ada yang dipukuli. Jujur saya jadi tidak nyaman melihatnya,” ujar Indah (24), salah satu warga yang melintas, Sabtu petang.

Salah satu remaja yang ditangkap setelah diduga untuk melakukan aksi penyerangan di depan Kantor Polisi Daerah Jawa Tengah, Kota Semarang, Sabtu (30/8/2025). Penangkapan anak dan remaja yang sebagiab besar pelajar berjumlah ratusan ini dilakukan setelah diduga mereka akan melakukan aksi di depan Polda Jateng. Ini dilakukan setelah banyak pelajar ini terlibat dalam aksi kericuhan saat unjuk rasa sehari sebelumnya. Kompas/Raditya Mahendra Yasa 30-08-2025

Janggal

Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum (IKA FHA) Unnes juga turut prihatin atas kematian Iko. Mereka menilai, ada sejumlah kejanggalan dalam kasus kematian tersebut.

Naufal Sebastian dari Pusat Bantuan Hukum IKA FH Unnes mengatakan, informasi dari kepolisian mengenai kecelakaan itu berubah-ubah. Selanjutnya, rentang waktu antara Iko disebut mengalami kecelakaan dan saat Iko dibawa ke RSUP Dr Kariadi juga dinilai cukup lama.

”Dalam surat tanda penerimaan barang bukti kecelakaan lalu lintas, polisi menyebut Iko kecelakaan di Jalan Dr Cipto pada Minggu pukul 02.30 WIB. Tapi, Iko baru dibawa ke RSUP Dr Kadiadi pada Minggu sekitar pukul 11.00 WIB, ada rentang waktu yang cukup lama,” ujar Naufal.

Naufal juga menemui kejanggalan, saat Iko mengigau setidaknya tiga kali setelah selesai dioperasi. Iko meminta ampun dan tolong agar tidak dipukuli lagi.

Pusat Bantuan Hukum Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Hukum Unnes

Kemudian, Naufal juga mempertanyakan mengapa Brimob yang mengantar Iko ke rumah sakit. Umumnya, korban kecelakaan lalu lintas dibawa ke rumah sakit oleh paramedis atau polisi yang menangani perkara lalu lintas.

Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) IKA FH Unnes Ady Putra Cesario mengatakan, pihaknya masih berupaya menggali keterangan dari Ilham yang diyakini mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Iko. Kendati sempat kritis, Ilham disebut sudah membaik.

Namun, Ilham mengaku belum siap dimintai keterangan mengenai peristiwa tersebut. Dia mengatakan masih trauma.

”Apabila nanti kami sudah menemukan bukti-bukti yang mengerucut pada dugaan tindakan kekerasan, kami akan mendesak kepolisian mengusut kasus ini. Kami dari PBH IKA Unnes siap mengawal dan memberikan pendampingan hukum, baik kepada keluarga maupun teman-teman almarhum,” ucap Ady.

Suasana rumah Iko Juliant Junior (19), mahasiswa Universitas Negeri Semarang, di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jateng, Selasa (2/9/2025). Kematian Iko diduga penuh dengan kejanggalan.

Rektor Universitas Negeri Semarang S Martono mengatakan, kampus siap memberikan bantuan hukum jika keluarga Iko berniat melaporkan kasus tersebut. 

”Kalau orangtua sudah mengadu, sudah lapor, entah ke kepolisian atau lembaga bantuan hukum, nanti kami ikut membantu,” ujar Martono. 

Martono mengatakan, pihaknya menerima kabar kematian Iko pada Minggu malam. Kala itu, pihak kampus mendapatkan informasi Iko meninggal akibat kecelakaan. Pada Senin (1/9/2025), perwakilan Unnes juga sempat menghadiri pemakaman Iko.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kristi Dwi Utami
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Retma Wati