Polres Metro Jaktim Hangus, Ini Nyata Bukan Kisah Layar Kaca

Kantor Polres Metro Jakarta Timur menjadi gambaran nyata masifnya aksi massa. Bangunan yang dulu gagah berdiri kini hangus legam layaknya arang.

30 Agt 2025 21:29 WIB · Metropolitan

Oleh Rhama Purna Jati

Bara api masih mengepulkan asap di kantor Polres Metro Jakarta Timur, Sabtu (30/8/2025) siang. Bau hangus kayu bercampur plastik terbakar menusuk hidung. Bukan adegan di layar kaca, semuanya nyata di depan mata.

Akan tetapi, seperti tak terganggu dengan bau menyengat itu, warga justru merapat. Mereka ingin tahu rupa kantor polisi yang dulu megah itu dari dekat.

Salah seorang warga yang tidak habis pikir dengan kejadian ini adalah Cepi. Lelaki berumur 70 tahun ini berulang kali menggelengkan kepala.

”Jangankan polseknya, kantor polresnya saja sudah hancur begini,” katanya yang tinggal tak jauh dari kantor polisi yang berada di Jalan Matraman Raya itu.

Cepi mengatakan, kantor polisi itu dibakar pada Jumat (29/8/2025) malam. Namun, Cepi mengaku hanya bisa melihat kepulan asap dari jauh. Alasannya, semua akses jalan sudah diblokade petugas.

”Kabarnya kendaraan dibakar. Kantor polisi juga dihujani molotov. Ternyata seperti ini,” ujarnya masih tak percaya dengan kondisi polres yang terbakar.

Situasi di depan Markas Polres Metro Jakarta Timur yang porak poranda setelah diserang para demonstran, Sabtu (30/8/2025) dini hari. Warga yang penasaran mendokumentasikan sisa dari kekacauan itu.

Aminuddin (60), warga Cawang, juga terkejut. Matanya tak lepas dari dinding kantor polisi yang gosong dan dihiasi tulisan cacian para demonstran.

”Selama 20 tahun saya tinggal di Jakarta, baru kali ini melihat kantor polisi habis dibakar begini,” katanya.

Kabar penyerangan kantor polisi ia dengar dari tetangganya. Ada getar ngeri dalam suaranya, Aminuddin pun berkata, ”Bagaimana mungkin kantor polisi di tengah ibu kota bisa dihancurkan seperti ini. Ia pun berdoa agar kekacauan tak lagi terulang,”

Apabila Cepi dan Aminuddin hanya mendengar kabar, Bowo (30), warga Matraman, jadi saksi api membakar polres.

Tidak hanya gedung, puluhan mobil dibakar. Tujuh di antaranya hangus menyisakan kerangka besi, termasuk sebuah ambulans.

”Tadi pagi saya lihat banyak sekali bangkai mobil yang berserakan,” ucapnya.

Dia berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak ada lagi kesewenang-wenangan dalam menjalankan pemerintahan.

”Ketika rakyat sudah marah, beginilah hasilnya," ujar Bowo sambil terus mendokumentasikan gedung itu dengan telepon genggamnya.

Di Jaktim, jejak amarah massa tak hanya tertinggal di Polres Metro. Polsek Matraman, Makasar, Ciracas, Jatinegara, Pasar Rebo, hingga Cipayung ikut menjadi sasaran.

Beberapa gedung kini berdiri dengan wajah bopeng. Sisa jilatan api meninggalkan kisah tentang satu malam panjang penuh emosi.

Anggtoa kepolisian mengumpulkan bangkai motor yang dibakar massa di halaman Gedung Polsek Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (30/8/2025). 

Kompas/Riza Fathoni (RZF)

Sabtu sore, selain membersihkan puing bangunan, aparat juga sibuk memindahkan tahanan ke dua bus besar.

Raut wajah mereka tegang, memastikan satu per satu masuk ke dalam kendaraan yang akan membawa mereka ke Polda Metro Jaya. Bahkan satu petugas terlihat menenteng senjata memastikan tidak tahanan yang melarikan diri.

Sebagian tahanan berasal dari polsek-polsek di Jaktim. ”Semua tahanan dalam kondisi sehat,” ujar Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jaktim Ajun Komisaris Besar Dicky Fertoffan. Ia menegaskan, pemindahan ini untuk menjamin keselamatan mereka pasca-penyerangan.

Akan tetapi, Dicky memastikan tidak ada satu pun dari mereka yang berasal dari demonstran. ”Tidak ada demonstran yang kami tangkap,” ujarnya menegaskan.

Kericuhan di Jaktim juga sempat menjalar ke Depok. Sabtu dini hari, ketegangan sempat merembet ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok.

Sejumlah pengendara motor yang diduga bagian dari massa mencoba merangsek, tetapi langsung dihalau petugas.

”Situasi berhasil dikendalikan,” kata Kepala Polresta Depok Komisaris Besar Abdul Waras.

Keadaan salah satu bangunan yang terbakar di depan Mako Brimob Polda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/8/2025). Massa aksi masih berkumpul di sekitar Mako Brimob Polda Metro Jaya pada Sabtu pagi. Situasi sempat memanas saat polisi menembakan gas air mata dan massa aksi menembakkan petasan. TNI mencairkan ketegangan dengan mengajak dialog massa aksi.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
30-08-2025

Kerusuhan itu diawali kedatangan 15 motor ke Mako Brimob. Namun, langsung dihalau oleh personel Brimob yang sedang berjaga.

”Ya, memang sempat ada tembakan gas air mata untuk menghalau mereka,” katanya.

Akan tetapi, Abdul memastikan, situasinya sudah kondusif. Dia berharap kerusuhan tidak terulang. Warga pun diimbau agar tidak mudah terprovokasi.

”Ketika kerusuhan berakhir pada kehancuran, yang rugi adalah kita sendiri,” katanya.

Untuk itu, semua pemangku kepentingan, ucap Abdul, harus saling bergandeng tangan menangkal semua aksi provokasi yang bisa memecah-belah warga Depok.

”Karena yang datang membuat kerusuhan tadi pagi adalah warga dari luar Depok,” katanya menegaskan.

Di depan Polres Metro Jaktim yang terlihat renta, hingga Sabtu sore, Cepi masih berdiri sembari tak habis pikir. Matanya menyapu puing dan arang yang berserakan.

”Saya kira hanya di film saja kantor polisi bisa hancur. Ternyata di dunia nyata juga bisa,” katanya pelan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rhama Purna Jati
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra