Ruas Porong-Gempol merupakan bagian Jalan Tol Surabaya-Gempol, jalan tol pertama yang dibangun di Jawa Timur.
04 Feb 2026 10:00 WIB · Nasional
Kompas/Raditya Helabumi
Pada dekade 1970-an pembangunan jalan tol dimulai di Indonesia. Jalan Tol Jagorawi (Jakarta-Bogor-Ciawi) yang dibangun pada kurun waktu 1974-1978 dan diresmikan pada Maret 1978 adalah jalan tol pertama yang dibangun di Indonesia.
Setelah beroperasinya Jalan Tol Jagorawi, pembangunan jalan tol yang menghubungkan antarwilayah dan sebagai infrastruktur penunjang sektor transportasi terus berlanjut.
Menyusul Jalan Tol Jagorawi adalah pembangunan Jalan Tol Jakarta-Tangerang yang diresmikan pada November 1984.
Tak hanya di bagian barat Pulau Jawa, proyek pembangunan jalan tol juga dilakukan di bagian timur Pulau Jawa. Jalan tol pertama yang dibangun untuk menghubungkan antarwilayah di Jawa Timur adalah Jalan Tol Surabaya-Gempol.
Jalan tol sepanjang 43 kilometer itu merupakan bagian dari jalan bebas hambatan Surabaya-Malang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/120b97ef-d6d2-494e-ad98-b296cdae4534.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/07af8d76-7c72-4739-bba4-6d509055b7d6.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/bda15ff7-f3c5-4184-902b-b3e224525192.jpg)
Dalam arsip berita Kompas, proyek Jalan Tol Surabaya-Gempol tersebut dimulai sejak November 1980, yang juga mencakup peningkatan jalan lama Surabaya-Porong (Sidoarjo) hingga Malang.
Pembangunan Jalan Tol Surabaya-Gempol yang melintasi tiga wilayah kota/kabupaten yaitu Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan itu terbagi dalam dua seksi, yaitu Surabaya-Waru dan Waru-Gempol.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/975db591-4524-45ae-a578-2e88455bbab8.jpg)
Setelah terhambat beberapa waktu, terutama karena faktor pembebasan lahan, ruas Waru-Gempol selesai pada awal 1986. Ruas Waru-Gempol sepanjang 25 kilometer itu kemudian difungsikan terlebih dahulu.
Biaya pembangunan termasuk pembebasan lahan mencapai sekitar Rp 160,5 miliar. Selain dari APBN yang dikhususkan untuk pembebasan lahan, ada pinjaman luar negeri yang, antara lain, berasal dari ADB (Bank Pembangunan Asia) sebesar 48 juta dolar AS dan SFD (Saudi Fund for Development) sebesar 50 juta dolar AS (Kompas, 4 Januari 1986).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/0bbd3032-9466-4227-8748-a085e9cd2810.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/3c85bd57-2f42-47ea-9515-7da125069e5e.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/405112fa-06b4-4810-84ef-d04959131d3d.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/009caab6-12b4-4e75-bde8-de7c703397f8.jpg)
Selain pembebasan lahan, perubahan desain juga turut menghambat pelaksanaan pekerjaan. Perubahan itu termasuk pembangunan jembatan di bozem atau waduk buatan Morokrembangan, Surabaya.
Ruas Dupak (Surabaya)-Gempol sepanjang 39 kilometer kemudian diresmikan oleh Presiden Soeharto pada Juli 1986. Secara keseluruhan Jalan Tol Surabaya-Gempol sepanjang 43 kilometer akhirnya lengkap dengan selesainya pembangunan Jembatan Soerjo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/f1016745-6f72-449d-b793-71d7108ab0b3.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/3ea9759b-be5b-4820-b8b6-88d2be87e49e.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/a8462180-129a-453a-86fb-e0188a3f0374.jpg)
Jembatan yang membentang di atas Bozem Morokrembangan sebagai bagian jalan tol yang menghubungkan Dupak-Pelabuhan Tanjung Perak diresmikan pada April 1987.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/85d24ef4-0fdf-453a-8745-5c711fcf3ea2.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/f8ff5916-0f3d-4d0a-9a37-c0bfdd689a36.jpg)
Memasuki dua dekade beroperasi, Jalan Tol Surabaya-Gempol ini terganggu karena ruas Porong-Gempol termasuk salah satu infrastruktur yang terdampak bencana lumpur panas yang berasal dari lokasi pengeboran gas milik PT Lapindo Brantas, di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
Semburan lumpur panas mulai memasuki Jalan Tol Surabaya-Gempol pada awal Juni 2006. Meluapnya lumpur panas ke ruas tol itu membuat pihak Jasa Marga terpaksa menutup seluruh ruas jalan tol di Kilometer 38. Arus lalu lintas Surabaya-Gempol kemudian dialihkan melewati Jalan Raya Porong.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/0842739f-29a4-4743-be99-f8fa3d72a419.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/c18cf0b1-cc20-4fec-a48c-0f3087c9cc5e.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/d6d44d05-67b2-4ceb-a148-d2ef359007e2.jpg)
Sejak 13 Juni 2006 akses kendaraan dari Malang dan Pasuruan ke Surabaya dan sebaliknya ditutup karena terendam lumpur setinggi sekitar 60 sentimeter di Kilometer 38.
Setelah pembersihan lumpur dan pembangunan tanggul, jalan tol sempat dibuka kembali pada awal Juli untuk satu jalur menuju Surabaya. Uji coba pembukaan tol dengan melihat kondisi lapangan dilakukan pada pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.
Meski sudah dibangun tanggul, kondisi jalan tol tetap menghawatirkan. PT Jasa Marga kemudian merekomendasikan penutupan Jalan Tol Surabaya-Gempol ruas Porong-Gempol.
Alasannya, tinggi lumpur di sisi selatan badan jalan di sekitar Kilometer 38 sudah mencapai 4 meter dari badan jalan sehingga dikhawatirkan tanggul sewaktu-waktu jebol dan akan langsung menerjang mobil yang melintas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/d05f97fb-326b-4771-9a2a-00c467ac9dbb.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/86b88e11-b871-4c11-881d-4b5a4b011c8e.jpg)
Kepala Bagian Pelayanan dan Pemeliharaan Jalan Tol Surabaya-Gempol Eddy Badru Zaman, Senin (7/8/2006), mengatakan, menurut rencana penutupan dilakukan Selasa mulai pukul 00.00. Penutupan jalan tersebut semata-mata untuk keselamatan pengguna jalan tol. Eddy mengatakan, PT Jasa Marga tidak mau menanggung risiko jika tanggul jebol karena tidak kuat menahan terjangan lumpur.
Jika tanggul jebol, kendaraan yang melintas di jalan tol bisa terseret ke genangan lumpur yang cukup dalam. Genangan lumpur itu dibendung tanggul dari tanah dan pasir setinggi 5 meter. Di beberapa bagian tanggul dipasang kontainer agar tanggul tidak jebol.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/7bb389d8-9743-4222-836a-66625358bc17.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/92ce9fbf-d6c2-4c48-b5e3-d3407ac61731.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/f27f3e71-59de-4fd6-88ea-0c462bc31bd7.jpg)
Sempat dilakukan buka tutup operasional karena berulang kali jalan tol terendam lumpur, terutama di sekitar Kilometer 38, ruas Porong-Gempol akhirnya ditutup total pada akhir 2006.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/02/03/aee153e7-a5b7-4066-81a7-3e2749d203fa.jpg)
Jalan Tol Porong-Gempol kemudian direlokasi sekitar 3 kilometer ke arah barat dari lokasi sebelumnya. Ruas yang dipindahkan itu memiliki panjang 6,34 kilometer.
Sekarang ini Jalan Tol Porong-Gempol telah terintegrasi dengan Jalan Tol Gempol-Pasuruan dan Gempol-Pandaan.
Penulis:
Raditya Helabumi JayakarnaEditor:
Maria Susy BerindraFoto:
AP Susetyo WijatmokoPenyelaras Bahasa:
Retma Wati