Tottenham Hotspur akhiri penantian juara dalam 17 tahun. Ange Postecoglou menjadi manajer kesembilan yang mempersembahkan trofi bergengsi untuk Spurs.
22 Mei 2025 05:35 WIB · Olahraga
BILBAO, KAMIS — ”Saya selalu memenangkan sesuatu di tahun kedua”. Sebuah pernyataan yang dilontarkan Manajer Tottenham Hotspur Ange Postecoglou setelah timnya tumbang dari Arsenal, September 2024. Pada 249 hari berselang, ucapan itu berbuah trofi Liga Europa di Stadion San Mames, Bilbao, Spanyol.
Spurs mengakhiri dahaga juara selama 17 tahun di semua kompetisi atau kembali menjadi kampiun di kompetisi Eropa dalam 41 tahun setelah menumbangkan Manchester United 1-0, Kamis (22/5/2025) dini hari WIB, pada partai puncak Liga Europa. Sontekan penyerang sayap, Brennan Johnson, pada menit ke-42 cukup bagi Si Lili Putih untuk mengangkat trofi juara.
Dalam karier profesionalnya sebagai juru taktik, Postecoglou memenangkan gelar juara setelah menjalani 12 bulan pertama di tiga tim profesional perdana. Ia mengangkat trofi pada musim kedua penuh bersama Brisbane Roar dengan kampiun Liga Australia, tim nasional Australia melalui Piala Asia 2015, serta Yokohama F Marinos berkat trofi Liga Jepang.
Hanya bersama Celtic—klub sebelum menangani Spurs—Postecoglou langsung mempersembahkan trofi juara pada musim pertama. Selama dua tahun di ibu kota Skotlandia, Glasgow, Postecoglou, sosok Australia keturunan Yunani, memenangkan lima gelar juara domestik.
”Pekerjaan saya belum berakhir di Spurs. Saya ingin membangun tim dari prestasi di Liga Europa,” ucap Postecoglou setelah merayakan trofi ke-22 dalam karier kepelatihannya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/22/f528b6566276b28457ea14361e0d19ef-Britain_Soccer_Europa_League_Final_1_.jpeg)
Gleen Hoddle, mantan pemain dan manajer Spurs, angkat topi dengan sumbangan bersejarah Postecoglou untuk Spurs. Ia berharap gelar Liga Europa adalah pijakan awal bagi Postecoglou untuk memenangkan lebih banyak gelar juara bersama Si Lili Putih.
”Ange Postecoglou meramu segalanya dengan tepat (di laga final). Harapannya, ini menjadi titik balik bagi Spurs untuk lebih berjaya karena mereka sudah menderita dalam masa yang panjang,” ucap Hoodle yang merupakan salah satu anggota skuad Spurs ketika juara Piala UEFA 1983-1984 kepada TNT Sports.
Selain memberikan trofi Liga Europa ketiga untuk Spurs, Postecoglou juga mendidik anak asuhannya untuk menunjukkan respek kepada MU hingga pertandingan usai. Ia memimpin skuad Spurs untuk memberikan barisan penghormatan (guard of honour) kepada pemain-pemain dan staf MU yang berjalan menuju podium juara untuk menerima medali perak alias peringkat kedua.
”Momen luar biasa untuk klub. Bangga untuk klub dan seluruh pendukung. Sekarang Ange (Postecoglou) masuk dalam manajer legendaris yang memenangkan trofi Eropa,” ucap Gareth Bale, legenda Spurs lainnya, dilansir laman UEFA.
Status legenda itu patut diemban Postecoglou untuk tim asal London Utara itu. Ia adalah manajer kesembilan yang mempersembahkan trofi juara kompetisi mayor untuk Spurs. Dalam ranah Eropa, Postecoglou menyejajarkan capaian dengan Bil Nicholson (Piala UEFA 1971-1972) dan Keith Burkinshaw (Piala UEFA 1983-1984).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/22/ad56fb6646b5d4c4af812047f8d60520-wires_photo_5_.jpg)
Di ajang Liga Europa, Spurs menjadi tim kelima yang mencatatkan tiga kali juara. Mereka setara dengan tim-tim besar Eropa lainnya, seperti Liverpool, Atletico Madrid, serta duo Italia, Juventus dan Inter Milan. Pemilik gelar terbanyak Liga Europa adalah Sevilla dengan tujuh kampiun.
Meski masih kalah jauh koleksi piala dari Sevilla, Spurs telah mencetak sejarah tersendiri di Liga Europa berkat kemenangan atas MU di San Mames. Mereka adalah tim yang mencatatkan kemenangan terbanyak di kompetisi antarklub kelas dua Eropa itu. Spurs sudah mengoleksi 98 kemenangan di Liga Europa. Si Lili Putih sudah melampaui AS Roma yang memimpin jumlah kemenangan terbanyak di Liga Europa ketika musim ini dimulai dengan catatan 97 kemenangan.
Pada gim perebutan gelar juara di Bilbao, Postecoglou menampilkan pengalamannya lebih banyak dibandingkan Manajer MU Ruben Amorim. Ia mempersiapkan rencana permainan lebih cermat dengan mengutamakan kemenangan di atas permainan.
Catatan 27 persen penguasaan bola dan hanya satu tembakan tepat sasaran adalah koleksi statistik terendah Spurs pada 100 pertandingan resmi diasuh Postecoglou. Angka itu di bawah rerata 51 persen penguasaan bola per gim dan lima tembakan tepat sasaran per laga di Liga Europa musim ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/22/e234528a1bc8985d500c4cf3515babfa-Spain_Soccer_Europa_League_Final_1_.jpeg)
”Saya selalu merasa laga fase gugur berbeda dengan liga. Dalam situasi pertandingan (babak) gugur, tim harus menampilkan organisasi bagus, keyakinan, memiliki rencana permainan baik, dan momen,” ucap Postecoglou.
”Spurs bertahan layaknya kuda troya,” pujian Hoodle untuk permainan Spurs.
Bale menambahkan, ”Malam ini menunjukkan Spurs memiliki rencana B. Saya menganggap sebagai manajer Ange juga semakin dewasa dan membawa level defensif yang mengagumkan untuk timnya”.
Menanggapi gol penentu gelar juaranya, Johnson sangat bangga bisa mempersembahkan salah satu gol terpenting dalam sejarah klub. Ia berkata hanya berusaha menyentuh bola ketika menyaksikan umpan jauh mengarah kepadanya di sisi tiang jauh MU.
”Sejak tiba di klub saya selalu mendengar, ’Tottenham adalah tim bagus tetapi tidak pernah merampungkan tugas (untuk meraih trofi). Hari ini kami bisa melakukan pekerjaan dengan tuntas,” kata Johnson kepada TNT Sports.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/22/59d6df53c2b7e87a3f8cf1103ca1a6c0-wires_photo_6_.jpg)
Dengan gelar Liga Europa, Spurs menjadi tim ketiga Liga Inggris yang telah memastikan tempat di fase grup Liga Champions 2025-2026. Mereka menyusul Liverpool dan Arsenal. Masih ada tiga tiket Liga Champions yang diperebutkan pada laga pamungkas musim ini, Minggu (25/5/2025).
Spurs berpeluang menjadi duta Inggris dengan peringkat terendah yang tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu. Jelang pekan terakhir, Spurs masih menduduki posisi ke-17 atau peringkat terakhir untuk bertahan di Liga Primer.
Amorim kecewa timnya gagal memanfaatkan peluang dari total 16 tembakan yang mereka hasilkan. Ia menyaksikan blok akrobatik bek Spurs, Micky van de Ven untuk tembakan Rasmus Hojlund, lalu tepisan kiper Spurs, Guglielmo Vicario, demi mengagalkan sundulan Luke Shaw di pengujung babak kedua.
”Saya pikir saya selau jujur. Kami tidak bermain secara sempurna, tetapi kami lebih baik dari lawan. Saya melihat kami telah menunjukkan peningkatan permainan terlepas dari hasil akhir,” tutur Amorim dilansir BBC.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari